YOU GAY! ADMIT IT! (Chapter 2)

You Gay! Admit it!

Cast :

# Choi Siwon

# Cho Kyuhyun

And other casts

.

By Cherry

.

.

Summary : HAPPY 1013 DAY \(^_^)/ / Choi Siwon menganggap Cho Kyuhyun, namja yang terpaut 2 tahun lebih muda darinya sebagai dongsaeng kesayangannya. Mereka berteman sejak kecil. Namun bagaimana jika tanpa sengaja Siwon mengetahui perasaan Kyuhyun yang sebenarnya? /”Im not Gay oke!” / A Story about Wonkyu / BL / Twoshoots / Last Chapter WKS-deul!

Warning : Mohon maaf jika nanti ada bagian yang nyerempet-nyerempet rate M ya ^^.. Happy reading ^^

Previous..

Siwon melangkahkan kakinya ke depan kelas. Menghela napas untuk beberapa menit sebelum pada akhirnya berkata, “Dengar! Tolong jangan ada yang salah paham dengan ini semua! Aku adalah namja normal, dan selamanya akan terus seperti itu! Kyuhyun adalah namja yang sudah aku anggap sebagai seorang adik! Aku mencintainya layaknya seorang kakak yang mencintai adiknya. Dia hanya salah mempersepsikan perasaannya. AKU BUKAN GAY! DAN SELAMANYA BUKAN SEORANG GAY!” jelasnya panjang lebar. Seluruh mata tertuju padanya. Tak terkecuali kedua manik onyx indah yang tengah memperhatikannya dari balik jendela kelas.

DEG! DEG!

Bulir bening dengan sangat cepat mengalir indah dari kedua pelupuk matanya. Hatinya berdenyut sakit. Perih, terluka, entah kata apa lagi yang mampu mendeskripsikan perasaannya kini.

“Ya selamanya Choi Siwon memang bukan seorang gay.” Lirihnya pelan.

Dan tubuh itupun terjatuh dengan bertumpu pada kedua lututnya.

.

The Last Chapter is Up… Happy reading ^^

.

.

Hyung….. ada yang ingin aku bicarakan”

Maaf Kyu~ aku sedang sibuk. Bagaimana jika bicaranya lain waktu?”

Waktu seakan berputar begitu lambat. Detik jam seolah berdetak lebih pelan dibanding biasanya. Kyuhyun tak pernah menyangka bahwa akhirnya akan menjadi seperti ini. Dan Kyuhyun pun tak pernah berharap akan seperti ini. Karena kecerobohannya, ia membuat segalanya berubah. Sudah seminggu terakhir ini Siwon menjauhinya. Tidak, ini bukan hanya perasaannya saja, namun realita yang harus diterimanya.

Layaknya sebuah roda yang berputar, ia sadar tak selamanya dirinya berada di atas. Mungkin Tuhan tengah menghukumnya, menghukum karena kelancangannya melawan kodrat yang seharusnya. Ia merasa terhimpit, di bawah desakan roda yang bergesek dengan tanah di bawahnya. Ini begitu sakit. Membuat dadanya begitu sesak. Siwon berubah. Namja tampan dengan dimple smile indahnya itu sama sekali tak ingin berbicara dengan Kyuhyun, bahkan hanya sekedar untuk melihatnya pun ia nampak tak sudi.

Entah sudah untuk yang keberapa kalinya bulir bening mengalir membasahi pipi chubby Kyuhyun. Ini terlalu cepat. Bahkan ia belum sempat mempersiapkan dirinya untuk menerima konsekuensi yang seperti ini. Sungguh ia masih amat sangat membutuhkan sosok Siwon dalam hidupnya. Namun sejak kejadian memalukan yang dialaminya, -pembongkaran besar-besaran rahasia yang telah lama dipendamnya— Siwon tak pernah sekalipun berbicara dengannya. Bahkan berulang kali Siwon selalu mencari alasan untuk menghindar dari Kyuhyun.

Sakit. Ini sungguh sangat menyakitkan. Seolah kehilangan lentera dalam hidup, Kyuhyun merasa amat sangat hampa. Tak hanya sampai disitu penderitaan yang dialaminya. Sejak kejadian tersebut, ia menjadi bahan bulan-bulanan para murid di sekolah. Cacian dan berbagai kalimat kasar terlontar begitu saja untuknya. Seolah Kyuhyun adalah makhluk paling hina seantero sekolah. Berita ini sudah tersebar luas. Begitu sangat cepat dan Kyuhyun tak mampu mengelak.

“Hey, anak Gay! Masih berani ya kau menginjakkan kakimu di sekolah ini!” seru seorang namja dengan postur tubuh tinggi menjulang kepada Kyuhyun yang tengah berdiri di tengah koridor dengan wajah yang tertunduk. Bukan hal aneh jika dia diperlakukan seperti ini oleh teman-temannya di sekolah. Ini terjadi setiap hari, dan Kyuhyun tak mampu berbuat apa-apa.

“Apa kau tidak punya urat malu, huh? Seluruh murid sudah tahu bahwa kau itu Gay!” kini giliran Heechul, sang namja cantik dengan balutan seragam sekolah yang serupa dengan Kyuhyun yang berucap. Kyuhyun masih terdiam di tempatnya. Lidahnya seolah kelu. Tak ada yang sanggup ia lakukan kecuali diam dan mendengarkan berbagai kalimat hinaan yang terlontar dari teman-temannya.

“Hahah, aku rasa kau memang sudah tak punya rasa malu! Cih, manusia hina!” Yunho, namja berpostur tinggi itu mengumpat dengan nada sarat akan rasa jijik.

Kyuhyun mengepalkan kedua tangannya kuat hingga membuat buku-buku jarinya memutih. Ia menggigit bibir bawahnya, guna menahan rasa sakit yang menderanya. Melihat wajah Kyuhyun yang tampak frustasi, Heechul menarik salah satu sudut bibirnya. Berseringai. Kemudian menjentikkan jemari lentiknya. Selang beberapa detik kemudian, seorang murid laki-laki melangkahkan kakinya mendekati sosok Heechul dengan membawa kantung plastik berwarna hitam dengan beberapa butir telur dan terigu di dalamnya.

Namja dengan surai lembut kecoklatannya itu kembali berseringai sebelum pada akhirnya….

PUK!

Satu lemparan telur tepat mengenai kepala namja dengan surai brunette sedikit ikal yang masih menundukkan wajahnya itu. Kyuhyun terhenyak. Mengangkat wajahnya. Heechul tertawa renyah. Melihat Kyuhyun yang menatapnya dengan mata berkaca.

“Mengapa menatapku seperti itu huh? Kau menantangku?” Heechul kembali mengambil telur kemudian melemparnya lagi ke arah Kyuhyun. Kali ini tepat mengenai wajah Kyuhyun.

Seluruh murid yang menyaksikan kejadian tersebut tertawa. Kyuhyun tak mampu lagi menahan bludakan air mata. Bulir bening itu senantiasa melesak keluar dari pelupuk matanya. Namun ia hanya terdiam terpaku di tempatnya. Tak ada suara ataupun kata yang terucap. Arah pandangnya tertuju pada sesosok namja tampan berpostur tinggi dengan bibir jokernya yang tengah berdiri di bawah tangga tak jauh dari tempatnya berdiri.

Hati Kyuhyun seolah mencelos. Siwon bahkan sama sekali tak membelanya. Ya, namja yang tengah berdiri di bawah tangga itu adalah Siwon. Ia hanya melihat penderitaan yang Kyuhyun alami tanpa berbuat apa-apa. Kyuhyun kembali menundukkan wajahnya. Ini sakit, sungguh amat sakit. Sebegitu bencinyakah Siwon kepadanya? Sebegitu hinanyakah dirinya di mata Siwon? Sebegitu tak berharganyakah dirinya bagi Siwon karena perasaan laknat yang dia rasakan?

Lemparan telur tak henti-hentinya dilayangkan murid-murid yang berdiri di koridor itu kepada Kyuhyun. Kyuhyun hanya mampu menangis dalam diam. Tak bisa lari ataupun hanya untuk sekedar menghindar. Ia hanya sanggup pasrah menerima segala penyiksaan ini.

Siwon mengepalkan kedua tangannya erat. Hatinya berdenyut sakit. Sungguh ia sangat ingin menolong Kyuhyun. Namun seolah pergumulan hebat tengah terjadi di dalam batinnya kini. Jika dia memutuskan untuk menolong dan membela Kyuhyun, bukan tidak mungkin teman-teman sekolahnya menganggap dirinya benar-benar seorang gay. Tidak, Siwon tak boleh gegabah. Ia memegang peranan penting di dalam sekolah ini. Namun iapun tak dapat diam saja melihat ini semua. Siwon menghela napas dalam sebelum pada akhirnya melangkahkan kakinya…..

Heechul kembali berseringai melihat tubuh Kyuhyun yang telah penuh dengan cairan telur mentah. Iapun segera mengambil sekantung terigu. Kemudian melemparkannnya pada namja yang tampak diam mematung di tempatnya.

PUK!

Kyuhyun pasrah. Apapun yang akan diterimanya dia harus siap. Namun mengapa tak ada yang ia rasakan lagi? Apa tubuhnya sudah mati rasa? Jelas-jelas sebelum ia memejamkan mata, ia melihat Heechul melemparkan terigu ke arahnya. Tapi mengapa? Mengapa ia merasa ada seseorang yang berdiri di hadapannya? Merasa janggal, Kyuhyun mengangkat wajahnya. Memang benar, di hadapannya kini tengah berdiri seorang namja tinggi. Melindungi dirinya dari lemparan terigu yang dilayangkan untuknya. Kedua manik Kyuhyun membulat.

Siwon menghentikan langkahnya kala kedua obsidiannya menangkap dengan sangat jelas seorang namja yang memberanikan diri melindungi Kyuhyun. Lidahnya seolah kelu. Tubuhnya terasa kaku. Kedua obsidiannya seketika membulat.

Seluruh murid yang menyaksikan hanya terdiam terpaku ditempatnya. Tak ada yang berani bersuara. Begitupun dengan Heechul. Ia nampak terdiam melihat sesosok namja yang melindungi Kyuhyun di hadapannya.

Manik onyx itu nampak memerah. “Changmin?”lirih Kyuhyun dengan nada bergetar. Changmin, namja yang berdiri di hadapan Kyuhyun itu hanya tersenyum, “Ayo kita ke kamar mandi! Aku menyimpan seragam cadangan di lokerku, kau bisa menggunakannya.” Kemudian menarik tangan Kyuhyun. Menerobos kerumunan murid-murid lain. Kyuhyun hanya menurut dan mengikuti langkah Changmin.

Siwon nampak mengepalkan kedua tangannya. Entah mengapa ini terasa sangat sakit. Pemandangan di hadapannya sungguh menyesakkan dadanya. Murid-murid lain nampak bergumam kesal dan beranjak pergi. Hendak masuk ke kelas masing –masing untuk mengikuti pelajaran pertama yang akan di mulai sebentar lagi.

“Apa yang kau lakukan di sini?” Suara itu mengalun pelan, seolah membangunkan Siwon dari keterpakuannya. Siwon menolehkan wajahnya. Dilihatnya Donghae, teman sekelas yang merupakan sahabatnya itu menatapnya dengan tatapan datar.

Siwon terdiam. Seolah tak mempunyai jawaban. Donghae menghela napas dalam, “Mengapa kau hanya berdiri disini dan membiarkan Kyuhyun dihina seperti itu huh? Apa kau tak punya hati dan perasaan lagi? Atau kau malu jika kau membelanya?”

“…”Siwon masih terdiam.

“Jika kau memang tak bisa menerima perasaannya, bukan berarti kau membencinya kan? Kau masih bisa menganggapnya adik seperti sedia kala. Kalian saling mengenal bukan hanya setahun dua tahun, tapi bertahun-tahun. Lagipula Kyuhyun tak sepenuhnya salah di sini! Kau yang memberinya harapan lebih. Kau memberinya kasih sayang bahkan melebihi kasih sayang seorang kakak kepada adiknya. Jangan salahkan perasaannya jika ia menjadi seperti ini!”

Siwon menatap nanar ke arah Donghae, “Aku hanya belum siap menerima ini semua. Aku butuh waktu untuk menenangkan diriku sendiri.”

Donghae mengernyitkan kedua alisnya, “Maksudmu? Kau belum bisa menerima perasaannya? Hey ayolah! Kau bisa berpura-pura melupakan ini semua kan? Dia adikmu! Dia membutuhkanmu! Belakangan ini ia selalu mendapat perlakuan buruk dari murid-murid di sekolah ini. Apa kau sudah tak menyayanginya lagi huh?”

“Tentu saja aku masih menyayanginya. Kau tahu itu kan?”

“Ya aku tahu. Dan akupun tahu kau juga menyayanginya melebihi perasaan sayang seorang kakak terhadap adiknya.”

Siwon tersentak, membulatkan matanya, “Apa maksudmu?”

“Sudahlah akui saja Siwon-ah! Aku tahu perasaanmu yang sebenarnya! Tidak mungkin seorang kakak merasa cemburu jika adiknya dekat dengan namja atau yeoja lain. Tidak mungkin seorang kakak melarang adiknya pergi dengan orang lain tanpa sepengetahuannya. Kau juga melarangnya dekat dengan yeoja bukan? Kau sangat over dalam menjaganya. Itu bukan perasaan sayang seorang kakak terhadap adiknya! Perasaan yang kau rasakan lebih dari itu!”

Siwon terpaku, “Itu tidak mungkin” lirihnya pelan.

Donghae terkekeh pelan, “Jika itu tidak mungkin, apa kau bisa menjelaskan semuanya? Alasan mengapa kau selalu melarangnya? Bahkan kau hanya mempercayakan dia kepadaku jika kau tak bisa mengantar atau menjemputnya. Kau tak mengijinkan orang lain lagi untuk dekat dengannya. Kau egois Choi Siwon!”

Siwon mengepalkan kedua tangannya, “Itu karena aku masih menganggapnya bocah kecil yang harus dilindungi!” Elaknya. Masih tetap teguh dengan prinsipnya.

“Jangan berbohong padaku Choi! Aku tak akan pernah bisa dibohongi! Matamu yang berbicara! Aku bisa melihat cinta yang lain saat kau menatapnya. Kau mencintainya! Akui saja itu!”

Siwon mengacak kasar surai hitamnya. Frustasi. “Aku tak mengerti apa yang kau ucapkan! Lebih baik kita masuk ke dalam kelas! Jam pelajaran pertama akan segera dimulai.” Siwon melangkahkan kakinya pergi meninggalkan Donghae yang masih berdiri di tempatnya. Donghae mendecak kasar, “Lagi-lagi kau menghindar dari perasaanmu sendiri!” ucapnya sebelum pada akhirnya mengikuti langkah Siwon masuk ke dalam kelas. Meniti anak tangga, naik ke lantai dua.

…. (^_^)… HAPPY WONKYU DAY ~~(^_^)~~

Sudah beberapa hari terakhir ini Siwon tak memiliki selera makan. Ia merasakan suatu pergumulan hebat di dalam batinnya. Dan ini sungguh sangat menyiksanya. Benar apa yang dikatakan Donghae. Ia terlalu berlebihan memberikan kasih sayangnya kepada Kyuhyun. Ia terlalu berlebihan menjaganya. Tapi ini semua dilakukannya karena ia benar-benar menyayangi Kyuhyun dan tak ingin kehilangannya.

Siwon takut. Amat sangat takut jika Kyuhyun merasa nyaman bersama orang lain ketimbang bersama dirinya. Siwon takut ada yang menggantikan posisinya di dalam hati Kyuhyun. Berulang kali ia mengacak rambutnya kasar, “Aku tak mungkin mencintainya melebihi rasa cinta kepada seorang adik!” ucapnya seraya memandang beberapa foto yang telah terbingkai rapi yang terpajang disetiap sisi dinding kamarnya dengan nuansa hitam putih tersebut.

Hatinya seketika mencelos. Baru ia sadari dindingnya hanya dihiasi fotonya bersama Kyuhyun. Bahkan foto keluarganya, tak ada satupun yang terpajang di sana. Hey apa ini? Mengapa?

Arah pandangnya kini tertuju pada sebuah bingkai foto kecil yang terletak di atas meja nakas di samping tempat tidurnya. Lagi-lagi fotonya bersama Kyuhyun yang tengah berpelukan erat di tengah taman bermain.

Siwon terdiam. Apa maksud ini semua? Apakah tanpa ia sadari iapun mencintai Kyuhyun melebihi rasa cinta seorang kakak terhadap adiknya? Tidak, ini tidak mungkin! Siwon tak mungkin berani melawan garis takdir yang telah dikodratkan. Siwon tak mungkin melanggar larangan Tuhan. Dia masih normal. Walaupun sampai saat ini ia belum mempunyai yeojachingu, tapi dia normal! Masih menyukai wanita. Ia taat beribadah. Tak mungkin ia melakukan hal hina yang dilaknat oleh Tuhan.

Siwon mencoba mengatur napasnya. Semua ini terasa menyesakkan dadanya. Perasaan ini sungguh amat sangat menyiksanya. Ia masih belum mengerti dengan apa yang dirasakannya. Hingga sebuah idepun terlintas dipikirannya. “Baiklah, besok aku akan coba membuktikannya.” Ujarnya mantap.

~~(^_^)~~ HAPPY WONKYU DAY 1013 ~~(^_^)~~

Mentari beranjak bangkit dari tempat peraduannya. Memulai aktivitasnya untuk menyinari dan memberikan kehangatan bagi sang bumi. Seorang namja dengan bibir joker menawannya terlihat tengah duduk di kursi kebesarannya –kursi khusus ketua Osis— di ruang Osis yang terletak di lantai dasar.

Arah pandang kedua obsidiannya terfokus pada secarik kertas berwarna merah mdua di atas mejanya. Surat cinta. Ya, surat tersebut sebenarnya telah diterimanya satu bulan yang lalu. Surat pengakuan cinta yang ditulis oleh Stella, sang sekretaris Osis. Namun ia sama sekali belum memberikan respon. Ia masih bersikap seperti biasa pada Stella. Seolah ia tak membaca surat tersebut.

Namun kali ini ia berusaha berpikir keras. Menimbang segala sesuatunya dengan pemikiran matang. Hingga pada akhirnya ia memutuskan sesuatu.

…..

….

~~(^_^)~~ HAPPY WONKYU DAY 1013 ~~(^_^)~~

Berita hubungan asmara antara Siwon dan Stella begitu cepat menyebar luas ke seluruh antero sekolah SM High School. Mengingat jabatan keduanya yang amat berperan penting di Osis, membuat mereka terkenal dan sering diperbincangkan. Semua murid menatap tak percaya pemandangan yang mereka lihat saat ini.

Seorang Choi Siwon menggenggam tangan yeoja cantik dengan surai hitam sebahunya dan berjalan meyusuri koridor sekolah dengan senyum yang senantiasa dikembangkan. Seolah ingin mempertontonkan kemesraan mereka di depan khalayak. Ini pemandangan langka dan baru pertama kali terjadi. Siwon bahkan tak pernah sekalipun terlihat berjalan dengan seorang yeoja. Stella ta henti-hentinya menunjukkan kebahagiaan dari wajahnya yang berbinar.

Namun disalah satu sudut sekolah, masih sama seperti hari-hari sebelumnya. Tampak Kyuhyun yang tengah menundukkan wajahnya dengan dikelilingi beberapa namja yang seolah tak memiliki rasa lelah untuk kembali menghinanya. Ini masih terjadi. Dan lagi-lagi Kyuhyun tak mampu berbuat apa-apa selain pasrah menerima segalanya.

“Hey Chullie! Hentikan!” suara bass seorang namja terdengar. Menginterupsi kegiatan namja cantik yang tengah asyik memainkan surai brunette Kyuhyun. Sesekali ia menjambak surai tersebut hingga membuat Kyuhyun mengerang tertahan.

Heechul menolehkan wajahnya. Dilihatnya Siwon dan Stella yang tengah berdiri di hadapannya dengan tangan yang saling tertaut. Heechul menarik salaah satu sudut bibirnya, “Hey ada apa ketua Osis? Kau mau membelanya? Kau mau mengatakan bahwa kau juga mencintainya huh?” tanya Heechul dengan tatapan menyelidik. Siwon menyungging senyum –penuh arti—, “Hentikan semua perlakuan burukmu terhadapnya Chullie! Aku ketua Osis di sini! Aku berhak melarangmu melakukan perbuatan tak baik di sekolah ini!” ucapnya setenang mungkin.

“Cih, bilang saja kalau kau mencintainya kan? Kau juga seorang gay kan? Tak usah berbasa-basi!”

“Dengarkan aku baik-baik! Sudah berapa kali aku katakan, Aku bukan seorang GAY! Aku masih normal! Dan oh, aku lupa sesuatu. Perkenalkan, dia adalah pacarku!” tukas Siwon sembari merangkul pundak Stella lembut.

DEG!

Kedua manik onyx itu nampak membulat. Tak lama setelahnya manik indah tersebut berubah menjadi sayu. Sakit. Ya hati Kyuhyun terasa amat sangat sakit. Siwon memang bukan seorang Gay! Berulang kali ia mencoba meyakinkan dirinya sendiri bahwa selamanya cinta ini akan bertepuk sebelah tangan. Ia menatap nanar wajah tampan Siwon. Mengapa mencintainya begitu menyakitkan?

Heechul kembali berseringai, “Kau kira aku akan percaya begitu saja huh? Bisa jadi ini hanya trikmu kan? Untuk menutupi perasaanmu pada bocah ingusan ini!”

Siwon mengepalkan tangan kanannya yang bebas, “Apa maksudmu hanya trik huh? Aku dan Stella sudah dekat selama 3 tahun kami bersekolah di sini! Dia mencintaiku dan aku mencintainya. Apa salah jika kami menjadi sepasang kekasih? Lagipula dia yang selalu menemaniku di sini, mengingat jabatannya sebagai sekretarisku di Osis.”

Heechul mengernyitkan keningnya, “Apa kau yakin?” masih tak percaya dengan apa yang Siwon ucapkan. “Apa alasanmu tak mempercayaiku?”

“Baiklah, aku mungkin bisa saja mempercayaimu dan tak akan mengganggu bocah ingusan ini lagi, asal kau mau melakukan satu hal!”

“Apa itu?”

“Cium kekasihmu itu di hadapanku dan seluruh murid di sekolah ini sekarang juga!” jawab Heechul mantap.

Siwon terhenyak. Kedua obsidianya kini beralih pada seorang namja yang merapatkan diri di sudut dengan seragam yang terlihat berantakan. Hatinya berdenyut sakit. Namja itu terlihat sangat menderita. Kyuhyunpun menatap kedua obsidian Siwon sendu. Seolah meminta Siwon untuk tidak melakukannya.

“Kau tak berani huh? Hah, aku sudah men…”

Dengan gerakan cepat, Siwon menarik tubuh Stella dan mendekatkan wajah ke arahnya. Memiringkan wajahnya. meletakkan kedua tangannya, menangkup kedua pipi mulus Stella. Kemudian mulai menempelkan bibir jokernya pada bibir mungil di hadapannya. Dilumatnya perlahan bibir mungil tersebut secara bergantian. Tangannya beranjak menekan tengkuk yeoja dengan sura sebahunya itu guna memperdalam ciumannya.

Kyuhyun terdiam. Lidahnya seolah kelu dan tubuhnya terasa lemas. Entah mengapa ia merasa atmosfer disekitarnya menjadi begitu dingin. Hatinya kembali berdenyut sakit. Bahkan rasa sakit yang menderanya kini beribu-ribu kali lipat dari sebelumnya. Ia menangkupkan tangan kanannya pada mulutnya. Bulir bening tak mampu lagi ia cegah untuk tak keluar dari tempat persembunyiannya.

Ingin rasanya ia lari dari semua ini. Semua ini selalu menyesakkan dadanya. Kyuhyun lemah. Ia sudah tak sanggup lagi. Ini adalah batas akhir kekuatannya. Dengan mengerahkan tenaga yang masih tersisa, iapun berlari. Berusaha menjauh dari realita yang harus dihadapinya. Mendengar suara derap langkah kaki, Siwon melepaskan ciumannya. Segera ia alihkan pandangannya ke arah Heechul yang tengah tersenyum sumringah.

“Aku sudah melakukan apa yang kau inginkan! Jangan pernah mengganggunya lagi! Atau kau akan mendapatkan balasan yang setimpal dengan ini semua!” rahang Siwon nampak mengeras. Ini adalah batas akhir kesabarannya. Ia tak mungkin membiarkan Kyuhyun terus menerus dihina dan dianggap rendah seperti ini.

~~(^_^)~~ HAPPY WONKYU DAY 1013 ~~(^_^)~~

Waktu telah menunjukkan pukul 8 malam KST. Seorang namja yang masih mengenakan seragam sekolahnya terlihat tengah mengatupkan kedua matanya di meja kebesarannya –di ruang Osis. Dengan kepala yang diletakkan (?) di atas meja, namja itu tampak terlelap. Suasana terasa hening. Hanya detak jarum jam yang mengiringi tidur lelapnya.

Siwon terlihat amat sangat lelah setelah seharian penuh memenuhi kewajibannya sebagai ketua Osis. Sebentar lagi akan diadakan penyerahan jabatan ketua Osis kepada siswa tingkat dua dan dia harus mempersiapkan segalanya. itulah sebabnya, saat tengah sibuk menyiapkan berkas-berkas untuk penyerahan jabatan, Siwon tertidur karena merasa lelah.

Hyung…Tolong aku!”

Hyuuunnnngggg…..!”

Hyung, jangan tinggalkan aku!”

Hyung aku mohon… Tolong aku!”

Suara-suara aneh itu menginterupsi tidur lelap Siwon. Siwon terhenyak dan terbangun dengan peluh yang mengalir dipelipisnya. Suara itu, begitu amat sangat dikenalnya. Suara Kyuhyun. Ya, tidak salah lagi itu adalah suara Kyuhyun. Berulang kali Siwon mengerjapkan kedua obsidiannya. Menyelaraskan cahaya yang masuk menerobos retinanya.

Ia mengedarkan pandangannya ke seluruh penjuru ruangan. Sepi. Ya tak ada siapa-siapa lagi di sini. Hanya dirinya. Dilihatnya jam dinding di sebelah kanan sudut ruangan. “Tsk, sudah malam. Mengapa aku bisa-bisanya ketiduran di sini? Tsk!” kemudian bangkit dari duduknya dan mulai merapikan berkas-berkas di atas meja.

Tak lama setelah itu ia merasakan ada getaran di kantung celananya. Yap, getaran tersebut berasal dari ponselnya.

“Yeobseo…”

“…..”

“Mwo? Kyunnie belum pulang Ahjumma?”

“….”

“Aku masih di sekolah.”

“…”

“Hah? Changmin? Ya aku mengenalnya. Dia teman sekelasku Ahjumma!”

“…”

Siwon terdiam sesaat. “Baiklah aku akan mencari Kyuhyun! Ahjumma tak perlu khawatir lagi! Dia pasti baik-baik saja!”

Siwon mengacak surai hitamnya frustasi. Kyuhyun berkata pada Eommanya bahwa ia akan terlambat pulang karena akan belajar dengan Changmin di sekolah? Tapi ini sudah malam. Kyuhyun tak pernah pulang lewat dari pukul 7 malam.

Siwon kembali menekan tombol pada ponselnya. Dan kembali mendekatkanya ke telinga kanannya.

“Yeobseoyo, Donghae!”

“…..”

“Apa tadi saat pulang sekolah kau melihat Changmin?”

“…”

“Bersama Kyuhyun? Dimana?”

“….”

“Mwo? Mereka pergi ke belakang sekolah? Apa yang mereka lakukan di sana?”

“….”

“Hah berhati-hati dengan Changmin? Apa maksudmu?”

“…..”

PUK!

Siwon menjatuhkan ponselnya. Untuk beberapa saat ia terdiam. Kemudian segera melangkahkan kakinya ke arah taman belakang sekolah.

Hyung, Kyunnie takut….”

Kyunnie takut kenapa eoh?”

Kyunnie takut gelap.”

Tenang saja, hyung kan ada disini buat jagain Kyunnie!”

Kapan lampunya akan menyala Hyung? Kyunnie takut.”

Hey hey! Tidak usah takut Kyunnie! Ada hyung di sini! Hyung janji akan selalu jagain Kyunnie ya!”

Benalkah Hyung? hyung janji ya? jangan pelnah tinggalin Kyunnie.”

Ne, Hyung janji. Jika suatu saat nanti kau ketakutan, berteriaklah! Panggil nama hyung! sejauh apapun kau berada, hyung pasti mendengar teriakanmu!”

Gomawo Hyung, calanghae!”

Nado Kyunnie!”

Teriakan itu bukan mimpi. Teriakan itu terdengar nyata. Kyuhyun sedang membutuhkan pertolongannya. Siwon semakin mempercepat laju langkah kakinya.

….

….

~~(^_^)~~ HAPPY WONKYU DAY 1013 ~~(^_^)~~

“Apa yang ingin kau lakukan Changmin? Lepaskan aku!” namja dengan balutan seragam sekolah yang nampak berantakan itu berteriak seraya menggerakkan tubuhnya. Dengan tangan yang diikat ke belakang oleh seutas tali pada kursi yang ia duduki, Kyuhyun mencoba meronta. Saat ini ia tengah disekap di dalam gudang belakang sekolah yang sudah lama tak digunakan.

Changmin, namja tinggi yang masih mengenakan seragam sekolah serupa dengan Kyuhyun itu nampak berseringai. Mendecak kasar sebelum pada akhirnya bangkit dari duduknya dan melangkahkan kakinya mendekati Kyuhyun.

“Kau sudah bangun rupanya.” Ucapnya lembut sembari mendekatkan wajahnya pada wajah Kyuhyun. Kyuhyun memalingkan wajahnya. Deru napas Changmin begitu terasa menyapa pori-pori kulit wajah Kyuhyun.

“Apa maumu? Ini dimana?” tanya Kyuhyun dengan nada datar. Changmin membelai lembut surai brunette Kyuhyun. Kyuhyun menggigit bibir bawahnya. “Apa maumu Changmin? Mengapa kau mengikatku seperti ini?” kali ini Kyuhyun memberanikan diri menatap kedua orbs beriris hitam milik Changmin. Wajah mereka berjarak begitu dekat. Deru napas keduanya saling menyapa satu sama lain.

“Apa kau tak menyadarinya huh?”

Kedua alis Kyuhyun mengernyit, “Menyadari? Menyadari apa maksudmu?”

Changmin mendekatkan wajahnya ke telinga kanan Kyuhyun, kemudian berbisik pelan. “Menyadari bahwa aku mencintaimu.” ujarnya sembari menyapu lembut telinga kanan Kyuhyun dengan lidahnya. Sontak membuat bulu roma halus Kyuhyun berdiri seketika. Apa maksud dari ini semua?

Kyuhyun berusaha menghindari jilatan Changmin pada telinganya, “Aku mohon jangan bercanda Min! Apa maksudmu mengikatku seperti ini? Bukankah tadi kita sedang belajar di taman belakang sekolah? Mengapa tiba-tiba aku ada di sini dalam keadaan terikat seperti ini? Apa yang ingin kau lakukan?”

Changmin mencebik kasar, “Tsk! Aku sedang tidak bercanda Kyuhyunnie! Aku serius! Aku mencintaimu. dan kini, aku ingin merasakan tubuhmu yang mulus ini. Ijinkan aku untuk menyentuhnya, ne?”ucapnya sembari membuka kancing teratas seragam Kyuhyun. Kyuhyun tersentak. ia mencoba melawan namun tubuhnya sama sekali tak dapat bergerak. “Aku mohon lepaskan aku! Bagaimana kau bisa mencintaiku? Kau laki-laki normal!”

“Ya benar, aku memang laki-laki normal. Tapi itu sebelum aku bertemu denganmu! Kyu, sudah sejak lama aku menyukaimu. Namun dulu aku selalu gagal mendekatimu karena selalu ada si brengsek Siwon di sampingmu! Sekarang dia sudah tak mempedulikanmu lagi, ijinkan aku menggantikan posisinya!”

Changmin mengangkat wajah Kyuhyun dengan tangan kanannya. Kemudian meraup bibir sintal Kyuhyun dengan lapar. Disesapnya bagian atas bibir Kyuhyun. Kemudian dilanjutkan ke bibir bawahnya. Dihisapnya lembut bibir yang selama ini ia inginkan. Kyuhyun berusaha berontak, namun Changmin memegang wajahnya begitu erat. Yang ia mampu lakukan hanyalah pasrah. Berharap ada yang menolongnya dan ini semua akan berakhir.

Changmin semakin memperdalam ciumannya. Digigitnya bibir bawah Kyuhyun guna mendapatkan jalur istimewa untuk masuknya lidah panjang ke dalamnya. Kyuhyun membuka mulutnya dan membiarkan lidah Changmin bereksplorasi didalamnya. Mengabsen satu persatu bagian yang ada didalamnya. Bulir bening melesak keluar dari kedua pelupuk mata Kyuhyun. Ia merasa hina. Merasa harga dirinya diinjak-injak.

Tak hanya sampai disitu. Changmin beranjak menyapu lembut ceruk leher jenjang Kyuhyun dengan bibir dan lidahnya. Perpotongan leher itu nampak putih dengan peluh yang mengalir menghiasinya. Sesekali Changmin menggigit lembut ceruk leher itu, membuat sensasi aneh menjalar di tubuh Kyuhyun, “Hehnnn….tiihkaannhh…” lirih Kyuhyun.

Sembari menciumi ceruk leher Kyuhyun, tangan Changmin tak tinggal diam. Dibukanya satu persatu kancing seragam Kyuhyun. Setelah semuanya berhasil terbuka, tangan nakal Changmin beranjak menekan nipple kecoklatan yang tersembunyi dibalik kaus dalam putih yang dikenakan Kyuhyun. Tubuh Kyuhyun menggelinjang. Sensasi aneh terus dirasakannya. Berulang kali ia mencoba berontak namun tetap tidak bisa.

‘Hyung…. Tolong aku….Aku mohooonn.’ Doanya dalam hati diiringi dengan air mata yang mengalir dari pelupuk matanya.

Changmin melepaskan seragam Kyuhyun dengan paksa. Merobek kaus dalam Kyuhyun hingga menampilkan kulit mulus yang tersembunyi di dalamnya. Kyuhyun mengerang dan menangis sejadinya. Berulang kali ia berteriak namun tak ada yang dapat menolongnya. Hanya Tuhanlah yang ia percaya saat ini. Meski ia sendiri sadar, ia telah mengecewakan Tuhan dengan perasaannya yang salah.

Tak puas dengan tubuh atas Kyuhyun, Changmin mulai membuka resleting celana sekolah yang dikenakan Kyuhyun. Kyuhyun menggeleng kasar dan mencoba kembali meronta. Namun kekuatan Changmin sungguh luar biasa. Saat tangan Changmin mulai membuka resleting celana Kyuhyun, suara gaduh menginterupsinya…..

BRAK!

Suara pintu yang didobrak kasar membuat Kyuhyun dan Changmin mengalihkan arah pandangan mereka ke asal suara. Dilihatnya Siwon dengan napas tersengal tengah berdiri tegak di ambang pintu yang telah berhasil didobraknya.

“Hyung….” lirih Kyuhyun pelan.

Siwon mengepalkan kedua tangannya kuat, hingga membuat buku-buku jarinya memutih. Pemandangan yang ada di hadapannya membuat darahnya seolah naik. Wajahnya memerah menahan marah. Kyuhyun terlihat sangat mengenaskan dengan kedua tangan yang diikat serta tubuh polos yang tak tertutup pakaian. Siwon menatap Changmin dengan amarah yang seolah membludak.

“APA YANG KAU LAKUKAN DENGAN KYUNNIEKU?” Siwon melangkahkan kakinya mendekati Changmin. Kemudian menarik kerah seragam Changmin. Meludahi wajahnya. “BERANI SEKALI KAU MENYENTUHNYA!” lalu menggerakkan tangannya. Menghantam wajah Changmin dengan kasar.

Changmin tersungkur. Darah segar begitu cepat mengalir melalui hidungnya. Hantaman Siwon begitu kuat dan kasar. Siwon kembali menarik seragam Changmin dan memaksa pemuda tinggi itu berdiri. Dipukulnya lagi wajah Changmin. Berulang kali. Changmin tak dapat menghindar apalagi melawan. Kekuatan Siwon begitu dahsyat. Kilatan amarah tampak begitu jelas terlukis di wajahnya. Sisi gelapnya seolah muncul saat melihat orang yang disayanginya hampir saja diperkosa.

“AKU TAK AKAN PERNAH MEMAAFKANMU!”

DUAGHH! DUAGH!

Lagi dan lagi. siwon menghantam bertubi-tubi wajah Changmin dengan pukulannya. Tak sampai disitu, ia menginjak dan menendang tubuh Changmin yang sudah terkulai lemas di atas lantai dengan bersimbah darah.

“Hyuuunngg… Hentikan!” Kyuhyun berteriak. Mencoba mengerahkan seluruh tenaganya yang masih tersisa.

Namun tak ada respon. Siwon seperti kerasukan. Ia terus menghantam tubuh Changmin yang bahkan sudah tak berkutik itu dengan kasar.

“Hyuuunnngg…” Kyuhyun mencoba bergerak dan bangkit dari kursi –dengan tangan yang masih terikat.

BRUUKK!

Kyuhyunpun tersungkur. Membuat Siwon menghentikan pukulannya. Dan menolehkan wajahnya ke asal suAra. Kedua obsidiannya tampak membulat, “Kyunnie~`…” kemudian melangkahkan kakinya mendekati sosok Kyuhyun yang tengah tersungkur dengan tangan yang masih terikat pada kursi.

Siwon membuka ikatan tali pada tangan Kyuhyun. Memeluknya dengan erat. “Maafkan hyung Kyunnie~…” siwon menangis. Untuk pertama kali dalam hidupnya Siwon menangis. Siwon adalah laki-laki yang kuat dan tegar dan sama sekali tak pernah menangis sebelumnya.

Jikapun perasaannya terluka ataupun tersentuh, ia tak pernah menangis. Namun kali ini, ia tak kuasa membendung air matanya. Kyuhyun terlihat lemah. Dengan tubuh polos dan beberapa bercak kemerahan dibagian tubuhnya, Kyuhyun terlihat amat tersiksa. Dan Siwon tak mampu melihat keadaan Kyuhyun yang seperti ini. ia merasa telah gagal. Gagal menjaga Kyuhyun seperti apa yang telah ia janjikan dulu.

Siwon membelai lembut surai brunette Kyuhyun,”Maafkan Hyung, hyung berjanji tidak akan pernah menIggalkanmu lagi!”

Kyuhyun mengeratkan pelukannya pada tubuh Siwon. Tak dapat ia pungkiri, ia begitu rindu dengan kehangatan seperti ini. Dia memang gay, tapi ia hanya mencintai Siwon dalam hidupnya. “Kyunnie takut hyung.” lirihnya pelan. Iapun menangis. Semuanya terasa begitu amat menyakitkan. Hidupnya belakangan ini terasa berat dan sulit.

“Ssshhh Kyunnie tenang ya~ ada Hyung di sini! Hyung janji tak akan pernah meninggalkanmu lagi!”

Kedua manik onyx Kyuhyun membulat, “Hyung~ tolong jangan membuatku merasakan perasaan ini menjadi lebih dalam lagi. Aku tersiksa hyung! Tolong mengertilah!”

Siwon melepaskan pelukannya. Ditatapnya manik onyx Kyuhyun dengan lembut. Menangkupkan tangannya pada pipi chubby Kyuhyun, “Dengarkan hyung baik-baik kyu~ Hyung mencintaimu! dan bodohnya, hyung baru menyadari perasaan ini. Hyung mencintaimu bukan sebagai seorang kakak yang mencintai adiknya. Tapi hyung mencintaimu seperti seorang laki-laki yang mencintai pasangannya.”

Ucapan yang baru saja terlontar dari mulut Siwon membuat hati Kyuhyun berdetak begitu cepat. Apakah dia sedang bermimpi saat ini? “Itu tidak mungkin!” jawab Kyuhyun pelan.

Siwon mengernyitkan kedua alisnya, “Apa maksudmu tidak mungkin?”

“Kau namja normal hyung! kau tidak mungkin mencintaiku melebihi rasa cinta kepada seorang adik! kau bukan GAY!”

“Aku memang bukan GAY!”

NYUUUT!

Dan kalimat yang sangat dibenci Kyuhyunpun kembali terlontar dari mulut Siwon. Kyuhyun menatap nanar wajah Siwon, “Ne, aku tahu itu! oleh karenanya kau tak akan mungkin pernah bisa membalas persaan cintaku! Aku cukup tahu diri untuk itu hyung!”

Siwon mengukir senyum, “Aku memang bukan seorang GAY! Tapi aku mencintai seorang namja manis, manja dan sangat memikat dihadapanku ini!”

“Apa maksudmu hyung?”

“Love with the person not the gender!”

“Aku masih belum mengerti.”

“Tsk. IQ-mu itu tinggi Kyu~ aku tak yakin kau benar-benar tidak mengerti apa yang aku maksud!”

“Tapi kau bilang kau bukan gay! Lalu kau bilang kau mencintai namja manis, manja dan memikat di hadapanmu! Kau mencintai namja, lalu mengapa kau masih bilang bahwa kau bukanlah seorang gay?”

“Aku memang bukan seorang gay! Karena didalam kamus hidupku sudah aku hapus kata itu. Aku mencintaimu karena aku mencintaimu. Aku tak peduli lagi apa gendermu. Yang jelas aku mencintaimu, dan itu sudah cukup bukan?”

“Tapi hyung….Kau sangat taat beribadah. Perasaan ini sangat laknat di hadapan Tuhan bukan? Bagaimana jika Tuhan membencimu?”

“Hidup itu pilihan Kyu! Menjadi pejuang atau pecundang! Dan aku telah memutuskan hidupku. Aku tak peduli jika nantinya aku akan ditendang ke jurang neraka terdalam sekalipun. Karena aku telah merasakan indahnya surga saat aku bersamamu. Menjagamu dan melindungimu.

DEG!

Hati Kyuhyun kembali berdetak hebat. Apakah ini mimpi? Jika iya, ia sama sekali tak ingin bangun dari mimpi ini. Tapi ini realita. Dengan kedua telinganya sendiri ia mendengar jika Siwon mencintainya. ‘Tuhan maafkan kami!’

“Lalu bagaimana dengan yeojachingumu hyung?”

“Aku hanya sedikit memanfaatkannya. Besok aku akan meminta maaf padanya dan memintanya melupakan segalanya.”

“Hyuuunngg….”

Siwon membuka satu persatu kancing seragam sekolah yang masih dikenakannya. “Kau pasti kedinginan Kyu! Pakailah bajuku dulu.” Dengan segera tangan Kyuhyun menghentikan pergerakan tangan Siwon, “Aku tak akan kedinginan jika kau bersedia menghangatkanku hyung~”

Menatap kedua obsidian Siwon kemudian menggerakkan tangannya, menekan tengkuk Siwon agar lebih mendekat ke arahnya. Dengan cepat Kyuhyun menyesap bibir joker yang selama ini ingin sekali disentuhnya. Ciuman hangatpun terjadi. Kyuhyun yang lebih mendominasi permainan karena Siwon tampak masih belum sadar dengan apa yang tengah terjadi.

Kyuhyun menggelitik bibir joker Siwon dengan menggunakan lidahnya. Kemudian kembali menyesap bibirnya secara bergantian. Saat Siwon sadar dengan apa yang telah terjadi, ia berusaha mengambil alih permainan. Menjadi sang pendominasi. Diraupnya bibir sintal Kyuhyun dengan penuh cinta. Tangannya berada pada pundak Kyuhyun. Mencengkeram kulit halus tersebut dengan lembut.

Saat Kyuhyun sudah memberikan akses istimewa bagi lidah Siwon untuk masuk ke dalam mulutnya, tangan Siwon mulai bergerak, turun ke bawah. Membelai lembut bagian dada Kyuhyun yang terekspose sempurna. Ditekan, dan sedikit dipelintirnya tonjolan mungil berwarna kecoklatan yang nampak menegang sempurna. Dan desahanpun mengalun merdu. Mengiringi kisah cinta baru yang akan dimulai.

Cinta. Satu kata yang memiliki beribu macam makna. Namun jika ditelaah secara meyeluruh, inti dari cinta itu sendiri hanya satu, ‘KEBAHAGIAAN!’ Cinta akan mencari jalan untuk menemukan kebahagiaannya. “

.

YOU GAY! ADMIT IT! (chapter 1)

YOU GAY ! ADMIT IT!

CAST :

# Choi Siwon

# Cho Kyuhyun

And other casts

.

By : Cherry

.

.

Summary : Choi Siwon menganggap Cho Kyuhyun, namja yang terpaut 2 tahun lebih muda darinya sebagai dongsaeng kesayangannya. Mereka berteman sejak kecil. Namun Kyuhyun mencintai Siwon melebihi cinta seorang adik. Dan bagaimana jika tanpa sengaja Siwon mengetahui perasaan Kyuhyun yang sebenarnya? /”Im not a Gay oke!” / A Story about Wonkyu / BL / TwoShoots

.

.

“Kyuhyunnie….” Lengkingan suara cempreng setengah berteriak itu terdengar di tengah keramaian pasar Namdaemun, Seoul. Seorang anak laki-laki berusia 8 tahun terlihat tengah berlarian ke sana kemari. Menerobos keramaian pasar sembari memanggil nama “Kyuhyunnie” berulang kali. Choi Siwon, namja berusia 8 tahun dengan balutan kaus biru polosnya tengah mencari Kyuhyun, namja kecil berusia 6 tahun yang telah dianggapnya sebagai dongsaengnya sendiri yang secara tiba-tiba menghilang dari jangkauan arah pandangnya.

Hari ini adalah hari Minggu, dan mereka –Choi Siwon dan Cho Kyuhyun— memutuskan untuk mengisi hari libur dengan berjalan-jalan ke pasar tradisional Namdaemun, pasar khusus yang menjual barang-barang khas dan tradisional Korea. Mereka berencana untuk membeli beberapa mainan dan souvenir.

“Kyuhyunie.. kau di mana?” lagi, suara teriakan Choi Siwon terdengar. Raut kekhawatiran terukir jelas di wajahnya. Peluh senantiasa mengalir membasahi wajah tampannya. Siwon terus berlari. Mencari keberadaan Kyuhyun, dongsaeng yang sangat disayanginya.

Siwon mengedarkan arah pandangannya ke seluruh penjuru dan sudut-sudut pasar. Hingga pandangannya berhenti pada satu titik. Di sudut pasar di samping toko ikan hias. Seorang namja kecil dengan surai brunette sedikit ikalnya tengah duduk meringkuk sembari memeluk kedua lututnya. Seulas senyum simpul terukir jelas di bibir joker Siwon.

“Kyuhyunnie..!” Siwon segera melangkahkan kakinya mendekati sosok yang tengah meringkuk itu. Merasa terpanggil, Kyuhyun, namja kecil dengan balutan kaus birunya itu dengan segera mengangkat wajahnya. Kedua manik onyxnya nampak memerah, sedikit bengkak. Sangat amat kentara jika bocah kecil berusia 6 tahun itu menangis.

Siwon segera memeluk dongsaeng kesayangannya itu erat. “Kyuhyunnie~ apa yang kau lakukan di sini huh? Aku mencarimu kemana-mana” tukasnya dengan nada sarat akan kekhawatiran.

“Ciwonnie hyung~..Kyunnie takut..” bocah kecil itu menjawab dengan nada bergetar. Tubuhnya tampak bergetar hebat. Bulir bening melesak keluar dari pelupuk matanya dan membasahi kedua pipi chubbynya.

“Kyunnie jangan takut, ada hyung di sini.”

“Ciwonnie hyung.. jangan tinggalin Kyunnie lagi.” bocah kecil itu semakin mempererat pelukannya. Menyembunyikan wajah mungilnya di perpotongan leher Siwon. Siwon mengangguk, “Kyunnie tenang ya! Hyung tak akan meninggalkanmu. Tadi kau kemana eoh? Mengapa pergi begitu saja?” tanya Siwon lembut seraya mengelus sayang punggung Kyuhyun.

“Tadi Kyunnie ngeliat ada penjual yang nawalin makanan glatis buat dicoba, telus kyunnie nyampelin dan nyobain makanannya. Pas Kyunnie nengok lagi, Ciwon Hyung udah gak ada. Kyunnie nyaliin Ciwon Hyung kemana-mana tapi gak ketemu. Kyunnie takut hyung….” jelas bocah kecil itu panjang lebar. Menginjak usianya yang ke 6, ia masih cadel dalam berucap. Siwon turut mengeratkan pelukannya. Merasa menyesal telah lalai menjaga Kyuhyun. “Maafin Siwon hyung ne Kyunnie~ Siwon hyung janji gak akan ninggalin Kyunne lagi! Ayo kita pulang.”

Kyuhyun menggeleng kasar, “Kyunnie macih takut hyung.” rengeknya.

“Kyunnie gak usah takut, kan ada Hyung di sini.”

“Hyung janji ya gak akan pernah ninggalin Kyunnie.”

Siwon mengangguk sejurus kemudian, “Hm~ Hyung janji.”

“Calanghae hyung”

“Nado Kyunnie. Kajja! Kita pulang! Hari sudah sore! Hyung sudah membelikanmu mainan yang kau inginkan.”

“Whoah benalkah hyung? Tapi kyunnie macih lemes hyung, gak bica jalan.”

“Kau manja sekali eoh? Ayo sini Siwon hyung gendong.” Siwonpun menggendong namja kecil yang hanya terpaut usia 2 tahun di bawahnya itu dengan sayang. Dengan tangan kanan yang menggenggam mainan, mereka berjalan kembali menerobos keramaian pasar dengan hati yang gembira. Kyuhyunpun memamerkan tawa karena Siwon terus saja membicarakan hal-hal lucu.

Janji… adalah sebuah kalimat sakral yang terucap

Mampukah Siwon menjaga janji yang telah dibuatnya?

Akankah Kyuhyun tetap menggenggam janji Siwon? Janji bahwa Siwon tak akan pernah meninggalkannya?

.

.

10 tahun kemudian…

“Kyunnie~ kau belum makan eoh?” suara bass terdengar mengalun lembut. Menginterupsi seorang namja dengan balutan piyama birunya yang tengah mengatupkan kedua matanya. Berbaring di atas tempat tidurnya. Kyuhyun, namja dengan surai brunette sedikit ikalnya itu membuka kedua matanya perlahan. Siluet tubuh Siwon adalah hal yang pertama kali dilihatnya. Kedua alisnya mengernyit, “Siwon hyung?”

Siwon mendudukkan tubuhnya di pinggir ranjang Kyuhyun. “Ne, ini aku. Eommamu bilang kau tak mau makan?” tanya Siwon seraya mengacak lembut surai Kyuhyun. Kyuhyun mengangguk lemah, “Hmm~ aku tak punya selera makan Hyung~” jawabnya dengan suara sedikit serak. Kedua manik onyxnya nampak sayu. Bibirnya terlihat pucat. Dan suhu tubuhnya sangat tinggi. Siwon menempelkan punggung tangannya ke dahi Kyuhyun, “Astaga! Ini panas sekali Kyu~” raut kekhawatiran terlukis jelas di wajahnya, membuat Kyuhyun terkekeh kecil.

“Tak usah berlebihan seperti itu Hyung~ Aku kan sudah biasa sakit.” Tukas Kyhuhyun seraya menyingkirkan tangan Siwon di dahinya.

“Hey, apa maksudmu terbiasa sakit huh? Itu karena kau yang malas menjaga kesehatanmu! Akhir-akhir ini aku sedang sibuk dengan kegiatan Osis, seharusnya kau bisa menjaga pola makanmu sendiri tanpa harus aku ingatkan.”

Yap, daya imun tubuh Kyuhyun memang lemah, sehingga ia mudah sekali terserang penyakit. Ditambah lagi Kyuhyun sangat membenci sayuran dan dia sama sekali tak pernah mengkonsumsinya. Namun Siwon, selalu menjaganya. Mengingatkannya agar menjaga pola makannya. Dan akhir-akhir ini memang Siwon sedang sibuk mengurusi kegiatan Osis di sekolahnya –sekolah yang sama dengan Kyuhyun. Mengingat jabatannya sebagai Ketua Osis, tentu ia memiliki pengaruh dan tanggung jawab yang besar di sana. Sehingga ia sering lupa mengingatkan Kyuhyun untuk menjaga pola makan dan mengkonsumsi vitamin yang sudah ia belikan untuk Kyuhyun.

“Aku lebih memilih sakit daripada sehat tapi tak mendapatkan perhatianmu Hyung~” ujar Kyuyun sembari mempoutkan bibirnya. Siwon mengernyitkan kedua alisnya, “Hey, apa maksudmu?”

Kyuhyun menghela napas dalam, “Kau terlalu sibuk dengan kegiatan Osismu. Tak pernah sekalipun menanyakan keadaanku akhir-akhir ini. Tak pernah berangkat dan pulang sekolah bersama lagi 2 minggu terakhir ini. Malah menyuruh Donghae hyung untuk mengantar jemputku. Aku hanya merindukan perhatianmu.”

Seulas senyum simpul terukir di bibir joker Siwon. Tangannya kembali mengacak lembut surai brunette Kyuhyun. “Kau tahu kan aku ketua Osis? Aku bertanggung jawab penuh dengan kegiatan Osis yang akan dilaksanakan. Lagi pula kau bukan anak kecil lagi kan Kyunnie? Kau sudah besar! Seharusnya kau bisa menjaga dirimu sendiri.”

“…..” Kyuhyun terdiam. Matanya terlihat berkaca. Tangannya disilangkan di atas dada. “Jika sudah selesai memberikan ceramah, lebih baik kau keluar hyung! Pintu keluar ada di sebelah sana!” ujarnya dengan nada yang sarat akan kekesalan sembari menunjuk pintu kamarnya. Kembali Siwon tersenyum, “Kau masih dongsaengku yang mudah sekali marah ya Kyunnie~. Baiklah, Hyung janji tak akan lupa memberimu perhatian lagi. Sekarang kau harus makan ya! biar hyung yang mengambilkan makanannya.”

Kyuhyun mengerucutkan bibirnya, “Kau selalu berjanji hyung! Apa kau tak takut jika kau tak bisa menjaga janjimu itu huh?”

“Hey, mengapa dongsaeng hyung menjadi sensitive seperti ini eoh? Sudahlah, Hyung akan mengambil makanan dan kau harus makan, oke?”

Kyuhyun menghela napas kasar, “Terserah kau saja.” Ucapnya seraya memalingkan wajahnya. Siwon tertawa renyah. Kyuhyun masih sama seperti dulu. Dongsaeng yang selalu merengek meminta perhatian darinya. Dongsaeng yang selalu menurut padanya. Dan dongsaeng yang selalu… mencintainya.

Siwon dan Kyuhyun sudah lama saling mengenal. Siwon menganggap Kyuhyun layaknya dongsaeng yang selalu ia manjakan. Rumah mereka berdekatan dan orang tua merekapun merupakan sahabat karib. Tidak salah bukan jika Siwon amat sangat begitu dekat dengan Kyuhyun? Siwon dan Kyuhyun merupakan anak tunggal. Usia Siwon yang terpaut 2 tahun di atas Kyuhyun membuatnya selalu memanjakan bocah dengan surai brunettenya itu. Kyuhyun yang sangat manja dan Siwon yang perhatian. Membuat keduanya saling melengkapi satu sama lain.

Selalu bersekolah ditempat yang sama, membuat keduanya semakin tak terpisahkan. Siwon begitu amat sangat menjaga dan melindungi Kyuhyun. Setiap hari berangkat dan pulang sekolah bersama. Bahkan Kyuhyun belajar dengan sangat tekun hanya agar dapat loncat kelas dan menjadi satu tingkat dengan Siwon. Dengan didukung otaknya yang brilliant, Kyuhyun mampu mencapai targetnya. Hingga merekapun berada di tingkat yang sama.

Cinta. Ya, Siwon mencintai Kyuhyun. Begitupun sebaliknya, Kyuhyun mencintai Siwon dengan segenap hatinya. Namun, apakah cinta yang mereka rasakan hanyalah cinta seorang adik kepada kakaknya dan begitupun sebaliknya? Tidak. Kyuhyun telah menyadari ini. Menyadari jika rasa sayang yang menderanya bukanlah sayang untuk seorang kakak. Rasa ini melebihi itu. Dan sudah sangat lama Kyuhyun menyadarinya.

Namun apa yang dapat ia lakukan? Mengatakan pada Siwon bahwa ia mencintainya melebihi seorang kakak? Hey ayolah, Kyuhyun tak sebodoh itu. Dia masih punya logika. Tak mungkin ia memberitahu Siwon tentang perasaannya. Yang mampu ia lakukan hanyalah menyimpannya seorang diri. Dan menunggu keajaiban datang. Keajaiban yang akan membuat Siwon mencintainya melebihi seorang adik.

Ketika hati telah memilih tujuannya…

Tak ada yang bisa dilakukan akal untuk mencegahnya..

Sebuah perasaan tak mampu terkalahkan oleh sebuah logika..

Meski terkadang logika memiliki tingkat keakuratan yang luar biasa benarnya..

Namun sebuah perasaan, mampu mengalahkannya..

Meski berjalan di atas takdir yang salah sekalipun…

.

.

“Hyung….” suara bass itu terdengar parau. Menginterupsi kegiatan seorang namja yang tengah merengkuh tubuhnya erat –di atas tempat tidur-.

“Hmm?” jawab namja berpostur tinggi itu sekenanya

“Apa kau tidak lelah seperti ini terus, eoh?” Tanya Kyuhyun, namja yang tengah berbaring di atas ranjangnya dengan Siwon, namja yang tengah merengkuh tubuhnya erat di sampingnya.

“Tidak, aku tak akan pernah lelah, Kyunnie” Ujar Siwon meyakinkan.

“Tapi ini sudah malam hyung, apa kau tidak bosan?”

“Aku tak akan pernah bosan.”

“Kenapa kau memelukku terus? Aku kan hanya demam, Hyung.” Kyuhyun mencoba sedikit meregangkan pelukannya pada tubuh Siwon, ia tatap wajah Siwon yang tengah mengatupkan matanya.

Siwon kembali menggerakkan tubuhnya, merengkuh tubuh namja di hadapannya.

“Jangan lepaskan pelukan ini, Kyu~ Kau tahu,? Kalau pelukan itu mampu menghangatkan tubuhmu, melebihi hangatnya sebuah selimut tebal sekalipun. Karena hawa panas tubuh manusia itu menguar saat tubuh mereka saling bersentuhan.”

Kyuhyun mengernyitkan alisnya. “Oh ya? Lantas itu alasannya kau memelukku sedari tadi? Supaya aku tetap hangat?”

“Hmm, beberapa hari yang lalu aku baru membaca artikelnya. Dan aku kira tak ada salahnya jika aku mempraktekkannya dengan dongsaengku sendiri.”

“Kau kira aku kelinci percobaan hyung?” Kyuhyun mempoutkan bibirnya lucu. Hal yang senantiasa dilakukannya saat merasa sedikit kesal dengan Siwon.

Siwon hanya membalas dengan mengacak lembut surai Kyuhyun. Semakin mengeratkan pelukannya. “Hyung, apa kau sudah makan? Dari sepulang sekolah tadi kau hanya menyuapiku dan menemaniku di sini. Aku belum melihatmu makan.” tanya Kyuhyun masih dalam dekapan hangat Siwon.

Siwon menggeleng lemah, “Itu tidak penting Kyu~ yang terpenting adalah kesehatanmu untuk saat ini.”

“Tapi kau juga harus menjaga kesehatanmu Hyung. Kegiatan osis di sekolah semakin banyak, dan kita juga sudah berada di tingkat akhir tahun ini. Bagaimana jika nanti kau sakit?” Ujar Kyuhyun mengingatkan. Wajahnya berada tepat di depan dada bidang Siwon. Hangat. Ya, perasaan itu yang selalu dirasakannya saat berada dekat dengan Siwon.

Siwon megulum senyum, “Daya tahan tubuhku kuat Kyunnie~. Kau tak perlu khawatir. Jika kau sehat, maka aku juga akan sehat. Sudah, tidurlah! Ini sudah malam. Besok kau harus masuk sekolah.”

Kyuhyun hanya mampu mengangguk. Menuruti permintaan Siwon. Siwon selalu seperti ini. Selalu hangat dan perhatian. Ia selalu mementingkan Kyuhyun di atas segalanya. Bahkan seharusnya tadi siang ia harus memimpin rapat Osis untuk kegiatan pentas seni yang akan diselenggarakan sebentar lagi. Namun Eomma Kyuhyun menelepon Siwon dan berkata bahwa Kyuhyun tak mau makan dari pagi. Ia segera bergegas pulang dan meminta ijin tidak mengikuti rapat. Siwon tak pernah seperti ini jika bukan karena Kyuhyun. Kyuhyun, satu-satunya alasan baginya untuk meninggalkan kewajibannya.

Dan Kyuhyun selalu bersyukur pada Tuhan karena telah mengirimkan pangeran setampan dan sebaik Choi Siwon ke dalam hidupnya. Hidupnya sempurna jika Siwon di sampingnya, menemaninya. Hidupnya berwarna jika Siwon selalu menggenggam tangannya. Berdua, berjalan bergandengan tangan menghadapi realita dunia.

Namun sampai kapan? Harus sampai kapan hubungan ini akan terus seperti ini? Bukankah hubungan mereka hanya sebatas kakak-adik? Harus sampai kapan Kyuhyun memendam segalanya? Memendam perasaannya. Bagaimana ia mampu menghindar jika Siwon selalu menunjukkan kasih sayang dan perhatian yang begitu besar terhadapnya? Ia tahu, statusnya hanya sebagai ‘dongsaeng’ di mata seorang Choi Siwon. Namun, apakah salah jika ia berharap lebih?

.

.

Kyuhyun terbangun dari tidurnya. Dilihatnya Siwon yang masih terlelap sembari memeluk tubuhnya erat. Tersenyum simpul sebelum pada akhirnya, merenggangkan pelukan Siwon dan beranjak bangkit dari tempat tidurnya. Kyuhyun melangkahkan kakinya ke meja belajar yang terletak tak jauh dari tempat tidurnya. Setelah mendudukkan tubuhnya di atas kursi belajar, Kyuhyun mulai membuka sebuah buku. Buku dengan sampul biru yang selalu ia bawa kemanapun ia pergi. Di dalam buku itu terdapat seluruh rahasia. Rahasia yang berhubungan dengan perasaannya terhadap Choi Siwon. Buku Diary, ya buku itu adalah buku hariannya.

Kyuhyun menghela napas dalam kemudian mulai menorehkan tinta ke atas kertas putih di dalam buku tersebut

Seoul, 1 Oktober 2013

Aku tak tahu apa yang harus aku tuangkan di sini. Tapi hari ini aku begitu amat sangat bahagia. Choi Siwon kembali membuatku terbang. Dengan perhatian yang selalu ia berikan kepadaku, membuat perasaan ini semakin nyata. Aku tak bisa akan pernah bisa. Apa yang harus aku lakukan? Hatiku berdenyut hebat saat dia berada di sampingku. Ia selalu membuatku tertawa, namun terkadang ia juga sering membuatku menangis. Tidak, bukan karena dia menyakitiku, tapi karena perasaan ini yang begitu menyiksaku. Ingin rasanya aku berteriak di hadapannya dan berkata bahwa aku mencintainya. Tapi dia hanya menganggapku dongsaeng, dan tak lebih dari itu.

Lagipula aku tak ingin membawanya ke dalam jurang kesesatan. Dia adalah namja baik hati yang sangat taat beribadah. Bahkan setiap akhir pekan ia tak pernah lupa mengajakku untuk pergi ke gereja. Dia bukan gay. Mencintai sesama jenis adalah hal paling laknat yang dilarang Tuhan. Dia tak mungkin melakukannya. Dan ini, semakin membuatku sakit. Apa yang harus aku lakukan? Lari dan menghindar? Aku tak mungkin bisa. Aku begitu amat mencintainya. Cinta ini tumbuh tanpa mampu aku cegah. Tuhan….maafkan aku.

Setetes air matapun jatuh membasahi kertas di bawahnya. Kyuhyun menangis. Entah untuk keberapa kalinya ia menangis karena perasaan terlarang yang dirasakannya kepada Choi Siwon. Yang mampu dilakukannya hanya menunggu. Menunggu kebahagiaan yang diharapkannya akan hadir di dalam kehidupannya.

.

.

.

Mentari pagi bersinar begitu cerah. Menyelimuti suasana di pagi hari ini dengan penuh kehangatan. Kyuhyun, namja dengan balutan seragam sekolahnya itu terlihat tengah berlari melewati koridor sekolah. Peluh senantiasa mengalir membasahi wajahnya. Wajahnya memerah. Entah karena lelah atau marah. Tak henti-hentinya ia menggerakkan kakinya untuk mengejar seorang namja tinggi dengan balutan seragam serupa dengannya yang juga tengah berlari menuju ke suatu tempat yang berada di lantai 2.

“Heechul Hyuuuunnnggg! Apa yang kau lakukan? Kembalikan buku harianku!” teriak Kyuhyun saat kedua kakinya berhenti melangkah di bawah tangga. Namun teriakkannya sama sekali tak berhasil membuat Heechul menghentikan langkahnya. Ia terus berlari menuju ke sebuah kelas di mana seseorang yang ingin ditemuinya berada.

Kyuhyun membungkukkan tubuhnya dengan kedua tangan yang bertumpu pada kedua lututnya. Berulang kali ia berusaha untuk mengatur napasnya. Setelah berhasil mengatur napas, Kyuhyun kembali melangkahkan kakinya, meniti satu persatu anak tangga guna menyusul Heechul yang secara diam-diam telah mencuri buku hariannya.

“Heechul Hyung!”

.

.

.

Seorang namja tampan dengan bibir joker indah terlihat tengah asyik membaca bukunya. Ia duduk di bangku barisan ke dua dari depan. Sedangkan murid-murid yang lain tengah asyik dengan aktivitas mereka masing-masing. Changmin, namja dengan kacamata yang membingkai itu terlihat tengah asyik mendengarkan alunan music dari headphone yang dikenakannya. Ia merupakan teman sebangku Siwon, namja tampan yang tengah fokus membaca bukunya. Saat ini waktu baru menunjukkan pukul setengah 7. Itu berarti masih tersisa 30 menit lagi untuk melakukan aktivitas lain sebelum memulai belajar di jam pelajaran pertama.

BRAK!

Suara gebrakan pintu terdengar begitu sangat jelas. Membuat seluruh murid yang berada di dalam kelas mengalihkan pandangannya ke asal suara, tak terkecuali Siwon. Tampak seorang namja cantik dengan surai lembut kecoklatannya itu tengah berdiri sembari mengatur napasnya yang tersengal dengan sebuah buku di tangannya.

“Ah…ku puh….nya beritaa untuk kalian.” Ujarnya sedikit tersendat. Peluh mengalir membasahi wajahnya. Seluruh murid di dalam kelas hanya mampu mengernyitkan alis mereka. Masih belum mengerti dengan apa yang barusan dikatakan oleh Heechul, namja cantik yang tengah berdiri di depan pintu itu.

“Ada apa?” tanya Donghae sejurus kemudian. Donghae duduk di barisan pertama dekat dengan pintu. Jadi wajar saja jika ia bertanya lebih dulu.

“Ahku…..hhhhhh….” Heechul kembali mengatur napas, “Aku punya sebuah rahasia.” Lanjutnya.

“Rahasia? Rahasia apa? Hey, ayolah Chullie jangan main-main seperti itu!” kini giliran Eunhyuk yang angkat bicara.

Heechul melangkahkan kakinya masuk ke dalam kelas dan berdiri di depan kelas, “Rahasia bahwa di dalam sekolah kita ini terdapat pasangan GAY!”

Ucapan yang baru saja dilontarkan Heechul sontak membuat seluruh murid di dalam kelas terlonjak kaget. Hubungan Gay memang wajar dan sering ditemui di Korea. Tapi untuk di sekolah ini? Terdengar sangat aneh jika ada yang menjalani hubungan sesama jenis itu.

“Apa maksudmu?” Changmin melepaskan headset yang terpatri di kedua telinganya kemudian bertanya.

“Aku bilang, ternyata di sekolah kita ada pasangan Gay!” ucap Heechul penuh keyakinan.

“Lalu apa maksudmu berkata tentang hal itu di sini? Kau tak lihat ini sudah jam berapa? Lebih baik kau kembali ke kelasmu sebelum guru pelajaran pertama datang.” Siwon berusaha menasehati. Menurutnya, sungguh sangat tidak penting Heechul mengumumkan hal seperti itu di dalam kelas.

Heechul tertawa renyah sebelum pada akhirnya melangkahkan kakinya mendekati sosok Siwon. “Aku mengumumkan hal ini di dalam kelas ini bukan tanpa maksud.” Ujarnya mantap.

“Lalu? Apa tujuanmu?” kembali Siwon bertanya.

“Karena pasangan gay itu ada di kelas ini.” Heechul meletakkan buku kecil digenggamannya ke meja Siwon. Siwon hanya mampu mengernyitkan kedua alisnya menanggapi Heechul, mantan teman sekelasnya saat duduk di bangku tingkat 2.

“Apa maksudmu?”

Heechul menghela napas dalam, sebelum pada akhirnya angkat bicara, “Karena pasangan Gay itu adalah…..”

Seluruh murid nampak memfokuskan arah pandangan mereka pada Heechul dan Siwon.

“Pasangan gay itu adalah….Kau dan Kyuhyun.”

Siwon terhenyak. Membulatkan kedua matanya. Apa maksud dari semua ini? “Apa yang baru saja kau katakan huh?” tanya Siwon berusaha setenang mungkin.

“Kau masih belum mengakuinya eoh?” Balas Heechul seraya menatap kedua obsidian Siwon dengan tatapan menyelidik.

“Dia aku anggap sebagai adikku! Mengapa kau bicara seperti itu?”

“Oke, Baiklah akan aku jelaskan….” Heechul mulai membuka buku yang terletak di atas meja –buku harian Kyuhyun yang berhasil dicurinya— dan mula membacakan tiap deret kalimat yang tertoreh di dalamnya.

Aku…telah menjadi pendosa besar. Aku mencintai seorang namja. Choi Siwon, aku mencintainya. Tidak, rasa ini melebihi rasa cinta seorang adik terhadap kakaknya. Rasa ini tumbuh tanpa aku tahu kapan aku memulainya. Rasa ini tumbuh tanpa aku sadari. Semakin hari aku semakin mencintainya. Aku mencintainya sebagai seorang pria. Pria tampan yang selalu ada saat aku membutuhkannya. Tuhan, apa yang harus aku lakukan?”

Heechul tersenyum, kemudian membalik kertas dan kembali membacakan isi di dalamnya.

Hari ini dia terlihat tampan dengan kemeja hitam yang dikenakannya. Ah, dia memang selalu terlihat tampan di mataku. Dan hari ini adalah hari yang paling bahagia di antara hari bahagiaku yang lain. Dia menciumku. Mencium pipiku. Wajahku memerah padam. Aku berharap ia tak menyadarinya. Hari ini adalah hari ulang tahunku, oleh karenanya kami merayakan hari spesialku ini di sebuah taman yang terletak di pinggir kota Seoul. Aku mencintainya Tuhan.. Tolong biarkan waktu tetap berjalan seperti ini.”

Heechul kembali tersenyum. Seluruh murid yang berada di dalam kelas terhenyak. Suasana hening melanda. Sebelum Heechul berhasil melanjutkan kegiatannya, Siwon menghalaunya dengan berkata,

“SUDAH CUKUP! HENTIKAN!” ucapnya dengan tingkat oktav suara yang ditinggikan. Membuat seluruh siswa yang berada didalam kelas terlonjak kaget. Heechul tertawa, “Jadi benarkan Ketua Osis? Kalian itu….”

Siwon menghentak meja dengan tangannya kasar. Urat-urat halus tercetak jelas di wajahnya. Ia sungguh merasa harga diri dan wibawanya sebagai ketua osis tengah diinjak-injak saat ini. “Dengar! Aku bukan namja seperti itu!” ujarnya mantap.

Heechul memicingkan matanya, “Benarkah?”

Siwon melangkahkan kakinya ke depan kelas. Menghela napas untuk beberapa detik sebelum pada akhirnya berkata, “Dengar! Tolong jangan ada yang salah paham dengan ini semua! Aku adalah namja normal, dan selamanya akan terus seperti itu! Kyuhyun adalah namja yang sudah aku anggap sebagai seorang adik! Aku mencintainya layaknya seorang kakak yang mencintai adiknya. Dia hanya salah mempersepsikan perasaannya. AKU BUKAN GAY! DAN SELAMANYA BUKAN SEORANG GAY! I’M NOT A GAY OKE?” jelasnya panjang lebar. Seluruh mata tertuju padanya. Tak terkecuali kedua manik onyx indah yang tengah memperhatikannya dari balik jendela kelas.

DEG! DEG!

Bulir bening dengan sangat cepat mengalir indah dari kedua pelupuk matanya. Hatinya berdenyut sakit. Perih, terluka, entah kata apa lagi yang mampu mendeskripsikan perasaannya kini.

“Ya selamanya Choi Siwon memang bukan seorang gay.” Lirihnya pelan.

Dan tubuh itupun terjatuh dengan bertumpu pada kedua lututnya.

Its End?

tumblr_movv6ux7sh1rl2o8io9_500It’s End?

.

.

Cast :

# Cho Kyuhyun

# Choi Siwon

# Shim Changmin

.

.

This Is WONKYU story

Just a random story

Genderswitch

By : Cherry

.

.

Summary : Sudah 3 tahun lamanya Choi Siwon dan Cho Kyuhyun mengarungi bahtera rumah tangga. Kyuhyun hamil dan setelahnya ia minta cerai? Apa yang terjadi? Bagaimana perjuangan Siwon untuk mempertahankan biduk rumah tangga yang selama ini ia pertahankan? WONKYU/GS/Oneshoot/Sekuel It’s Hurt To Love Me?

.

.

The Story Is Begin!

.

.

Suasana pagi dikediaman Choi masih tampak lengang dengan aktivitas. Waktu sudah menujukkan pukul 6 pagi dan sama sekali belum terlihat adanya aktivitas di dalam rumah megah dengan design interior minimalis itu. Dapur yang biasanya sudah ternodai dengan berbagai macam bumbu masakan dan peralatan tempur lengkap untuk memasak seperti, wajan, spatula, panci dan lain sebagainya yang berserak di segala macam arah, kini masih terlihat rapi dan amat sangat tenang.

Ya, suasana layaknya kapal pecah memang sering terlihat di dapur dengan interior unik sederhana berhiaskan dinding kaca berwarna hitam putih ini. Itu semua tidak lain dan tidak bukan adalah perbuatan Choi Kyuhyun, sang ibu rumah tangga. Sudah hampir 2 tahun ia belajar memasak, namun tak pernah sekalipun ia memasak dengan tertib. Selalu saja terjadi kecerobohan-kecerobohan kecil yang membuat masakannya menjadi tak sempurna.

Mungkin bakatnya hanya menjadi seorang perancang game, bukan koki. Namun itu semua tak pernah membuatnya gentar untuk terus berusaha. Ia ingin menjadi wanita sempurna. Wanita yang bisa mempunyai penghasilan sendiri dan bisa mengurus rumah tangga dengan baik. Wanita cantik dan pandai memasak yang sempurna bagi suaminya, suami tercintanya, Choi Siwon.

Suasana hening yang langka terjadi di dapur disaat jam seperti inipun bukan tanpa sebab. Choi Kyuhyun, sang induk pembuat onar itu ternyata masih bergelung nyaman dengan selimut tebal yang menutupi seluruh tubuhnya. Tubuhnya terlihat bergeliat tak nyaman kala dirasanya hembusan napas hangat menyapa leher putih jenjangnya. Suara lenguhanpun terdengar.

“Eunnngghh~” Lenguhan yeoja bersurai brunette itu terdengar lembut. Tubuhnya sedikit menggeliat. Matanya nampak mengerjap berulang kali guna menyelaraskan cahaya yang menerobos masuk ke dalam retina matanya. Saat dirasanya pandangannya sudah fokus, iapun menolehkahn wajahnya ke sebelah kiri. Dan yap, hembusan napas yang dirasakannya itu tidak lain berasal dari hidung mancung indah milik suaminya, Choi Siwon.

Merupakan suatu kebiasaan yang tak dapat dihilangkan bagi seorang Choi Siwon untuk mengendus wangi alami yang menguar dari tubuh istrinya, Choi Kyuhyun saat ia terlelap. Wangi alami tubuh Choi Kyuhyun layaknya sebuah candu bagi Choi Siwon.

Yeoja yang nampak hanya berbalut selimut tebal tanpa mengenakan sehelai benangpun pada tubuhnya itu terlihat mengulas senyum simpul. Perlahan ia gerakkan tangan kirinya, guna mengelus lembut pipi namja yang tengah merapatkan wajah pada ceruk leher miliknya. “Wonnie~ ini sudah pagi.” Ucapnya lembut tanpa menghentikan elusan tangannya.

Siwon hanya bergeliat kecil tanpa membuka sedikitpun matanya yang terkatup. Kyuhyun menggerakkan tubuhnya, menyenggol pelan wajah Siwon menggunakan bahunya. “Wonnie~ ini sudah pagi. Kau tak mau bekerja, eoh?”

Namja pemilik dimple smile indah itupun perlahan menjauhkan wajahnya yang merapat pada ceruk leher Kyuhyun, kemudian mengerjapkan matanya berulang kali. Meregangkan otot-otot kedua tangannya. Manik elangnya langsung membidik sosok yeoja yang tengah berbaring di sebelahnya yang tampak masih mengulas senyum. “Hey, pemalas! Ini sudah pagi! Kau tahu sudah jam berapa ini, eoh?”

Siwon sedikit tersentak, “Jam berapa ini baby?”

Kyuhyun menolehkan wajahnya ke arah nakas yang berada tepat disampingnya, “Jam 6 lewat 15 menit.”

Siwon tampak menghembuskan napas lega, “Hhhh~ aku kira sudah jam berapa.” Kemudian kembali merapatkan selimut pada tubuhnya, lalu beranjak kembali mendekati tubuh Kyuhyun.

“Hey, apa yang kau lakukan? Ayo bangun! Aku belum menyiapkan sarapan untukmu!” Kyuhyun menggeliatkan tubuhnya yang sudah sepenuhnya direngkuh oleh Siwon. “Baby~ masih ada waktu sebentar lagi. Bagaimana kalau kita lanjutkan lagi yang semalam?”

Mata Kyuhyun nampak membulat, “Mwoya? Aku sudah lelah karena harus melayanimu sampai 7 ronde dan sekarang kau mau mengulangnya lagi?”

“Ayolah~ apa kau tidak kasian dengan Choi Junior ini? Lagipula kita kan sedang gencar ingin membuat anak yang banyak.” pinta Siwon penuh harap. Kyuhyun mendorong tubuh Siwon kasar, “Molla! Kau harus bekerja. Aku tidak mau di jam kerjamu kau malah kelelahan dan tertidur. Hal seperti itu kan bisa kita lakukan lagi nanti malam.” Kemudian menyibak selimutnya, dan beranjak bangkit mengambil piyama serta pakaian dalam yang berserakan di atas lantai dengan begitu sangat tidak etisnya.

Siwon mendengus sebal, “Kau itu menyebalkan baby~”

“Aku tidak peduli! Sekarang lebih baik kau mandi dan aku akan membuatkanmu sarapan!” ucap Kyuhyun sembari menutup kancing piyamanya. Siwon mendecak kecil kemudian bangkit dari tidurnya. Mata Kyuhyun membulat kala melihat bagian bawah tubuh Siwon yang terekspos jelas tanpa mengenakan sehelai benangpun. Refleks Kyuhyun menutup kedua matanya dengan tangannya, “Apa yang kau lakukan? Pakai celanamu dulu!”

Salah satu sudut bibir Siwon tertarik, menunjukkan sebuah seringaian tajam, “Bukankah kau senang melihatnya? Mengapa malah menutup matamu, eoh? Semalam aku lihat kau senang sekali meraupnya dengan…emmhh… dengan….”

“Choi Siwon! STOOOPP IT!” teriak Kyuhyun seraya melangkahkan kakinya keluar kamar. Kakinya dihentak-hentakkan kasar, membuat Siwon tertawa terbahak melihatnya.

“Baby~ kau sangat manis jika wajahmu merah seperti itu.” teriak Siwon yang membuat Kyuhyun tersenyum simpul.

.

.

It’s End?

.

.

Seperti biasa, seperti hari-hari sebelumnya. Saat ini Siwon sudah terlihat duduk manis di kursi depan meja makan dengan balutan setelan jas berwarna abu-abu tua kesayangannya. Beberapa potong roti panggang isi yang terlihat…errr.. gosong sudah tersaji indah di atas meja makan. Wajah Kyuhyun terlihat kusut, “Mianhae~ masakannya gosong lagi.” ucapnya lirih sembari menundukkan wajahnya.

Siwon tersenyum, “Baby~ aku menyukai semua masakanmu meski semuanya gosong, hangus, hitam pekat dan apapun yang setara dengan itu. Jika kau yang memasak aku akan menyukainya dan melahapnya dengan nikmat.” Ucapan Siwon membuat Kyuhyun mengangkat wajahnya yang tertunduk lesu, “Benarkah?” Wajahnya kini berubah 1800 menjadi berbinar cerah.

Siwon mengulurkan tangan kekarnya, kemudian mengelus lembut pipi chubby Kyuhyun dengan sayang. “Harus berapa kali aku bilang, hmm? Tak peduli bagaimanapun bentuknya, masakan istriku adalah masakan paling enak sedunia.” Wajah Kyuhyun seketika memerah, membuat Siwon terkekeh geli.

Alis Kyuhyun mengernyit, “Eh..? Mengapa kau tertawa, eoh?”

Siwon menghentikan tawanya, “Lihat wajahmu itu! Merah seperti udang rebus. Rasanya aku sudah tak sabar ingin melahapnya lagi nanti malam.”

“Choi Siwooonn!”

Kyuhyun selalu mensyukuri hidup yang telah dikaruniakan Tuhan kepadanya. Hidupnya sangat sempurna, bahkan amat sangat sempurna. Mempunyai Siwon sebagai suami yang selalu menemaninya,, menjaga, merawat dan memahaminya adalah suatu karunia luar biasa yang Tuhan berikan kepadanya. Kehidupan rumah tangganya yang dulu sama sekali tak dibumbui rasa cinta, kini berubah menjadi adonan cinta yang amat sangat manis.

Kehidupan rumah tangga mereka dapat dibilang ‘adem ayem’ saja. Tak pernah ada sekalipun pertengkaran yang berarti. Keduanya saling mengisi dan melengkapi. Siwon begitu sempurna di matanya. Siwon begitu istimewa. Dan Siwon begitu sangat berharga.

Hanya selangkah lagi hidupnya akan bertambah sempurna. Anak. Ya, mereka harus mempunyai keturunan sebagai pelengkap kebahagian bahtera rumah tangga.

.

.

It’s End?

.

.

Haripun kian berganti, bulanpun turut mengiringi. Sudah beberapa hari ini, wajah Kyuhyun nampak pucat. Perutnya sering terasa mual dan beberapa kali Kyuhyun memuntahkan makanan yang bahkan baru saja memenuhi rongga lambungnya. Seperti pagi ini, saat sedang menyantap sarapan paginya bersama Siwon, tiba-tiba saja perut Kyuhyun terasa mual. Langsung saja ia bangkit dari duduknya, kemudian beranjak melangkahkan kakinya ke kamar mandi.

Siwon tak tinggal diam, iapun turut mengikuti Kyuhyun dari belakang.

“Ueeekkk….Ueekkk.”

Kyuhyun memegang perutnya yang terasa nyeri. Berulang kali ia memuntahkan sesuatu dari mulutnya ke atas wastafel dengan kran air yang mengalir, namun hanya cairan bening yang keluar dari mulutnya. Siwon mengurut pelan tengkuk leher Kyuhyun, “Kyu~ gwenchana?” Tanyanya yang hanya dibalas dengan anggukan lemah oleh Kyuhyun.

“Kyu~ kau sakit. Akhir-akhir ini wajahmu sering terlihat pucat dan kau sering muntah. Ayo kita periksakan kesehatanmu!”

Kyuhyun menggeleng lemah, “Aku tak apa-apa Wonnie~ kau harus bekerja. Biar nanti aku saja yang memeriksakan diri ke dokter.” Siwon meremas lembut bahu Kyuhyun, “Kau istriku, Kyu~ akulah yang bertanggung jawab penuh dengan kondisimu.” Kyuhyun menolehkan wajahnya, melihat guratan khawatir yang tercetak jelas di wajah Siwon. Seulas senyum tipis terukir jelas di bibir sintalnya, “Kau memang suami sempurna, Wonnie~ gomawo. Tapi bagaimana dengan pekerjaanmu? Bukankah kau ada meeting penting hari ini?”

Siwon membalas senyuman Kyuhyun, “Tak ada yang lebih penting daripada istriku. Aku akan melakukan yang terbaik untuk istriku! Karena aku sangat mencintai istriku yang ceroboh dan bawel ini.” kemudian mencubit pelan hidung bangir Kyuhyun. Kyuhyun terkekeh, entah mengapa ia merasa seperti ada banyak kupu-kupu yang berterbangan di perutnya saat ini. Menggelitiknya lembut dan seolah membuatnya untuk selalu merekahkan senyuman. Siwon selalu membuatnya melayang. Siwon selalu membuatnya bagaikan seorang ratu yang selalu dimanjakan. Siwon benar-benar sosok suami yang begitu sempurna.

Kyuhyunpun merengkuh tubuh namja di hadapannya, “Aku sangat mencintaimu, melebihi apapun yang ada di muka bumi ini. Aku sangat mencintaimu..mencintaimu..” ucap Kyuhyun, dengan pengulangan kata ‘aku mencintaimu’ berulang kali. Siwon merekahkan senyuman penghasil dimple smile indah di bibir jokernya, “Aku bahkan lebih mencintaimu baby Kyu~”

Siwon melepaskan pelukan Kyuhyun, kemudian menangkupkan kedua tangannya pada pipi chubby Kyuhyun, “Boleh aku minta ciumanku untuk hari ini?” Wajah Kyuhyun sontak memerah. Tak lama kemudian, ia mengangguk tanda setuju. Siwonpun mulai menjalankan misinya. Ia dekatkan wajahnya ke wajah Kyuhyun dan….

“Ueeekkkk… Ueekkkkk.”

Dan sesuatupun menghalanginya.

.

.

It’s End?

.

.

“Selamat Tuan Choi, istri anda positif hamil 4 minggu.” Ucap seorang namja paruh baya dengan setelan jas berwarna putih tulangnya kepada Choi Siwon yang tengah mengantarkan istrinya, Choi Kyuhyun untuk memeriksakan diri ke klinik yang berada tak jauh dari rumahnya.

Siwon dan Kyuhyun hanya mampu menganga di tempat mereka duduk. Ini sudah tahun ke-3 mereka mengarungi bahtera rumah tangga bersama, dan hari ini, jam ini, menit dan detik ini, sebuah kabar tak terduga sungguh sangat mengejutkan pasangan suami istri ini. Kyuhyun menatap Siwon dengan mata berkaca, “Aku hamil Wonnie~” Kemudian memeluk namja berpostur tinggi di sampingnya itu erat.

Siwon hanya mampu terdiam di tempatnya. Otaknya masih belum bisa mencerna betul apa yang sedang terjadi saat ini. Apakah ini mimpi? Apa ia sedang mengigau? Mengapa terasa begitu nyata seperti ini? Siwon bangun dari alam lamunannya ketika terdengar isakan tangis dari bibir Kyuhyun. Alisnyapun mengernyit, “Kyu~ mengapa menangis?” kemudian mengelus lembut punggung Kyuhyun yang bergetar.

“A—aku tidak menyangka kalau aku hamil~ aku hamil Wonnie~ Aku hamil…Anakmu… Anak kita.” Binaran bahagia terpancar jelas dari kedua manik onyxnya. Ini sungguh luar biasa. Harapan dan do’anya selama ini akhirnya terkabul. Mimpinya menjadi seorang ibu rumah tangga yang sempurna sebentar lagi akan terwujud.

Seulas senyuman indah merekah dibibir joker Siwon, “Ne~ kau hamil baby~ anakmu, anakku, anak kita.”

Sang dokter dengan name tag ‘Park Jungsu’ itupun turut tersenyum ditengah kebahagiaan sepasang suami istri di hadapannya.

.

.

It’s End?

.

.

“Kyu~ biar aku yang memasak sarapan pagi ini.” tangan kekar Siwon menghalau pergerakan Kyuhyun yang hendak bangkit dari tidurnya untuk memasak sarapan. Kyuhyun menoleh, “Aku masih bisa masak Wonnie~” Seulas senyuman terlukis di bibir joker Siwon, “Tapi kau sedang hamil, kau tidak boleh terlalu lelah. Aku tak mau terjadi sesuatu pada kandunganmu. Mulai sekarang, semua pekerjaan rumah biar aku yang mengerjakannya.”

“Kenapa kau selalu memanjakan aku seperti itu?” Bibir Kyuhyun nampak mengerucut sebal. Siwon menggerakkan tangannya, mengacak lembut surai brunette Kyuhyun, “Kau ini percaya diri sekali, eoh? Aku bukan memanjakanmu, tapi memanjakan anak kita!”

“Wonnie~” dengan segera Kyuhyun merengkuh tubuh kekar di hadapannya. Kembali lagi Siwon membuatnya selalu bersyukur pada Tuhan. Hah, entah kalimat seperti apa lagi yang sanggup Kyuhyun sampaikan. Yang jelas, mencintai dan dicintai seorang Choi Siwon sungguh adalah karunia luar biasa.

Siwon mengelus lembut punggung Kyuhyun, “Baby~ aku akan menjadi suami dan ayah yang baik untuk kalian. Apapun akan aku lakukan, karena aku mencintaimu dan bayi kita.” Siwon melepaskan pelukan Kyuhyun pada tubuhnya, kemudian mendekatkan wajahnya ke arah perut Kyuhyun yang masih terlihat datar.

CUP!

Satu kecupan lembut ia daratkan pada perut Kyuhyun yang berbalut piyama, “Nak~ cepatlah keluar! Daddy ingin melihatmu. Daddy tak sabar untuk menggendongmu!”

Kyuhyun terkekeh kecil, “kkk~ sepertinya aku akan mempunyai saingan nanti.” Ucapan Kyuhyun sontak membuat Siwon mendongakkan wajah. “Ne, kau harus menyiapkan mentalmu baby~ karena sainganmu nanti akan cukup berat.” Kyuhyun mengelus lembut surai hitam Siwon, “Gomawo Wonnie~ aku sangat mencintaimu.”

“Nado baby Kyu~.”

Perlahan Siwon mendekatkan wajahnya pada wajah Kyuhyun. Ditatapnya kedua manik onyx Kyuhyun yang sungguh memancarkan cinta dan kasih sayang teramat besar. Kyuhyun tersenyum, tangannya beranjak menekan tengkuk Siwon agar lebih mendekat dan…

“Ueeekkkkk…Ueeeekkkk.”

Sesuatupun kembali menghalanginya.

.

.

It’s End?

.

.

Waktu nampak berputar semakin cepat. Kandungan Kyuhyun semakin lama semakin terlihat besar dan berisi. Siwonpun semakin gencar memberikan perhatian lebih terhadap istri tercintanya itu. Ini sudah bulan ke-6 usia kandungan Kyuhyun. Sebenarnya Siwon sudah melarang Kyuhyun untuk bekerja di kantornya dan menyuruhnya agar diam di rumah, namun Kyuhyun menolak mentah-mentah.

Baginya, merancang sebuah game adalah hobi tersendiri yang tak boleh ia tinggalkan. Pekerjaannya adalah hidupnya. Pekerjaannya bahkan mampu membuatnya tersenyum, walau tak jarang Kyuhyun nampak sering kelelahan karena terlalu memforsir pekerjaan yang dilakukannya. Seperti pagi ini, meski kondisinya kurang begitu ‘fit’, ia masih tetap memaksakan diri ke kantor.

“Kyu~ kau terlihat pucat. Apa tak sebaiknya kau ambil cuti dan beristirahat di rumah sampai anakmu lahir?” tanya seorang namja dengan balutan setelan jas rapinya pada Kyuhyun yang tengah asyik berkutat dengan layar laptop di ruang kerjanya. Tanpa mengalihkan perhatiannya, ia menjawab, “Aku tidak apa-apa Changmin—ah. Ini hanya pekerjaan ringan, aku masih mampu mengerjakannya.”

Changmin tersenyum, “Aku turut bahagia atas kebahagiaanmu, Kyu.” Ucapnya sedikit lirih.

Mendengar suara Changmin yang melemah, Kyuhyun menghentikan aktivitasnya kemudian menatap Changmin, “Apa kau masih mengingat kejadian lalu? Maafkan aku~”

“Hey, kenapa meminta maaf? Seharusnya aku yang meminta maaf. Aku akan selalu bahagia jika kau bahagia Kyu~”

“Lalu, kapan kau akan menikah?”

Changmin sedikit tersentak mendengar pertanyaan Kyuhyun, “Aku tidak memikirkan itu saat ini.”

“Mengapa? Lihatlah umurmu sekarang! Sudah hampir kepala 3! Apa kau tidak malu dengan umur, eoh?”

Changmin menatap kedua onyx Kyuhyun intens, “Karena aku masih menunggumu.”

DEG! DEG!

Ucapan Changmin seketika menghadirkan suasana kikuk yang melanda. Kyuhyun terdiam di tempatnya , lidahnya seolah kelu. Apakah Changmin masih mencintainya?

Changmin menggerakkan tangannya, kemudian mengelus lembut jemari Kyuhyun, membuat Kyuhyun terhenyak kemudian segera menarik tangannya. “Aku hanya bercanda, Kyu~” tukas Changmin disertai kekehan kecil yang langsung saja membuat Kyuhyun menghembuskan napas lega.

“Aku mau ke kamar mandi dulu ne~” Kyuhyun bangkit dari duduknya kemudian beranjak melangkahkan kakinya ke arah kamar mandi –yang terletak tak jauh dari tempatnya duduk, masih dalam ruangannya. Namun baru 5 langkah kakinya menjejaki lantai, kepalanya tiba-tiba terasa berputar. Refleks, ia memegang kepalanya yang berdenyut sakit. Perutnyapun terasa sakit. Ini sakit, amat sangat sakit. Sakitnya sungguh sangat berbeda. Tangan kirinyapun mengelus perutnya, “Arrrgghh” dan eranganpun keluar dari mulut Kyuhyun. Seketika tubuhnya ambruk begitu saja menyapa lantai kantornya yang terasa dingin.

Melihat hal itu, Changmin segera mendekatkan dirinya pada tubuh Kyuhyun, “Kyu~ apa yang terjadi? Gwenchana?”

Kyuhyun menatap Changmin sayu, “Bawa aku ke rumah sakit Min! Tapi aku mohon, jangan beritahu Siwon.” Ucapnya yang langsung saja dibalas anggukan mantap oleh Changmin. Changmin segera mengangkat tubuh Kyuhyun dan menggendongnya ala bridal style. Membawanya ke rumah sakit.

.

.

It’s End?

.

.

“Ada sedikit masalah yang terjadi pada kandungan anda, Kyuhyun—ssi.” Ucap dokter dengan balutan jas putih tulang yang kini berada di ruang periksa khusus untuk memeriksakan kandungan di sebuah rumah sakit ternama di Kota Seoul. Kyuhyun membulatkan kedua matanya, “Apa yang terjadi dengan kandunganku dok?” Tanyanya menggebu-gebu. Peluh seketika mengalir di pelipisnya, menandakan seberapa khawatirnya ia pada kandungannya. Changmin yang melihatnya segera menggerakkan tangannya, menggenggam jemari lentik Kyuhyun, kemudian meremasnya erat. Berusaha menenangkan Kyuhyun yang tampak gusar.

Dokter Kim menghembuskan napas dalam, “Kondisi rahimmu sangat lemah Kyuhyun—ssi. Setelah melihat hasil pemeriksaan tadi, saya tidak dapat menjamin keselamatan anda dan bayi anda nantinya.”

Kyuhyun menatap dokter Kim tak percaya, “Apa maksudnya dok? Selama ini kandungan saya terasa baik-baik saja. Mengapa seperti ini? Apa yang akan terjadi dengan bayiku?” cairan beningpun tak mampu lagi dibendung dipelupuk matanya. Mengalir begitu saja membasahi pipinya. Ucapan yang terlontar dari sang dokter layaknya sebuah hantaran petir yang menyambar tubuhnya dengan tegangan jutaan volt. Tubuhnya menjadi lemas dan seolah napasnya terasa tercekat. Ia menatap kosong ke arah dokter yang terlihat menundukkan wajahnya.

“Kyu~ gwenchana?” tanya Changmin saat dilihatnya wajah Kyuhyun kian memucat. Kyuhyun terdiam, sama sekali tak merespon pertanyaan Changmin.

“Dok! Lalu apa yang harus saya lakukan?”

Sang dokter mengangkat wajahnya yang tertunduk kemudian kembali menghela napas dalam, “Satu-satunya cara untuk menyelamatkan hidupmu adalah dengan menggugurkannya Kyuhyun—ssi.”

JDER!

Kembali tubuhnya terasa seperti dihantam kilatan petir yang amat dahsyat. Tidak, ini tidak mungkin. Tidak mungkin Kyuhyun menggugurkan kandungan yang selama ini dinantikannya. Tidak mungkin Kyuhyun membunuh anaknya sendiri. Tidak mungkin ia tega membuat harapan Siwon, suaminya menjadi sia-sia.

“Apakah tidak ada cara lain dok?”

“Jika kau masih ingin mempertahankan kandunganmu, maka saat tiba saatnya ia dilahirkan,kaupun harus memilih, menyelamatkan hidupmu atau anakmu.”

“Maksudnya, salah satu di antara kami akan mati?”

Dokter Kim mengangguk, “Ini adalah pilihan yang sangat sulit Kyuhyun—ssi. Demi kesehatan dan keselamatanmu, lebih baik kau segera gugurkan kandungan ini.” Kyuhyun menggeleng cepat, “Aku akan tetap mempertahankannya dok.” Tegasnya yang langsung saja membuat Changmin membulatkan matanya, “Kyu~ ini sangat berbahaya bagi nyawamu!” gurat khawatir terlihat jelas di wajahnya.

Kyuhyun tersenyum, “Aku akan melakukan apapun demi menyelamatkan bayiku.”

“Tapi kau akan kehilangan nyawamu!” ucapan Changmin yang terdengar seperti bentakan membuat Kyuhyun tersentak. “Aku tak peduli! Yang penting anakku selamat.”

“Tapi kemungkinan anakmu akan selamatpun hanya 70 persen Kyuhyun—ssi.” Sergah sang dokter,menengahi perdebatan ringan dua orang sahabat di hadapannya. Kyuhyunpun menolehkan wajahnya ke arah sang dokter dengan alis yang tampak mengernyit, “Mwo? Jadi itupun tak menjamin akan menyelamatkan bayiku, dok?” Dokter Kim hanya mampu mengangguk lemah.

“Ya Tuhan~”

.

.

It’s End?

.

.

“Sampai kapanpun aku tak akan pernah menyetujui keputusanmu Kyu~” ucap Changmin pada Kyuhyun. Saat ini mereka tengah berada di dalam mobil Changmin yang terparkir tepat di depan pelataran rumah sakit. Kyuhyun nampak memejamkan matanya, “Ini sangat sulit Min~” lirihnya pelan.

“Kau harus segera menggugurkan kandunganmu untuk menyelamatkan hidupmu, Kyu~” titah Changmin yang langsung saja membuat Kyuhyun membuka mata kemudian menolehkan wajah ke arahnya, “Aku sudah bilang, sampai kapanpun aku tak akan mau menggugurkannya!”

“Lalu bagaimana dengan Siwon? Apa yang akan dikatakannya nanti jika kau tetap keuekeuh dengan pendirianmu itu, hah?”

Kyuhyun terdiam. Siwon? Changmin benar, bagaimana jika suaminya mengetahui ini? Sudah pasti Siwonpun akan melakukan hal serupa dengan Changmin, menyuruhnya untuk menggugurkan kandungannya. Tidak, ini tidak boleh terjadi. Siwon tidak boleh tahu tentang kondisi yang sebenarnya. Ia pasti akan sangat khawatir. Sudah cukup Kyuhyun menyusahkan Siwon selama ini. Sudah cukup dirinya membebani Siwon.

“Dia tidak boleh tahu.” Kyuhyun masih berujar dengan lirih. Changmin membulatkan matanya lebar, “Mwo? Dia suamimu Kyu~ dia harus tahu tentang keadaanmu!”

Liquid bening mengalir begitu saja membasahi pipi chubby Kyuhyun, “Aku mohon padamu, rahasiakan ini darinya Min!” matanya memerah, tubuhnya nampak bergetar.

“Mwo? Aku tidak mau! Biar bagaimanapun dia harus tahu! Ini tentang nyawamu! Tentang keselamatanmu!” Tangan Kyuhyun beranjak meremas pelan jemari Changmin, “Aku mohon! Sudah cukup selama ini aku menyusahkannya. Aku tidak ingin membebani pikirannya dengan masalah semacam ini.”

Napas Changmin terdengar memburu, “Lalu apa yang akan kau lakukan, eoh? menyembunyikan ini semua darinya?”

Kyuhyun mengangguk, “Aku akan memintanya menceraikanku!” tukasnya mantap.

“MWOO?”

.

.

It’s End?

.

.

Sudah beberapa hari setelah Kyuhyun mengetahui tentang kondisi rahimnya, dan sikapnya pada Siwonpun berubah. Ia tak lagi menjadi istri yang baik bagi Siwon seperti apa yang telah ia coba lakukan selama ini. Memulai lagi kebiasaannya yang pulang larut dan bersikap dingin pada Siwon. Kyuhyun kembali menjadi dirinya 2 tahun silam. Dirinya yang selalu bersikap dingin, dirinya yang tak peduli dengan Siwon dan dirinya yang seolah tak mencintai Siwon.

Wajah Kyuhyun terlihat kian tirus dan tubuhnya berangsur ringkih. Keteguhan hatinya untuk tetap mempertahankan kandungannya membuat kondisi tubuhnya semakin lemah. Ini sudah seminggu sejak Kyuhyun mengetahui tentang keadaan rahimnya. Dan ini sudah seminggu pula ia memutuskan untuk kembali tidur di ranjangnya –ranjang di kamarnya yang lama. Sungguh perubahan besar ini sangat membuat Siwon tak habis pikir. Apa yang salah dengannya? Mengapa tiba-tiba saja Kyuhyun pindah kamar dan berubah seperti ini? Sudah berulang kali Siwon mempertanyakan perihal ini semua, namun tak ada jawaban berarti dari Kyuhyun, membuatnya harus kembali bersabar.

Dan Siwonpun, masihlah menjadi Siwon yang sama. Siwon yang selalu sabar dan berusaha mengerti perangai Kyuhyun. Sudah berulang kali ia mencoba menasihati Kyuhyun agar tak pulang terlalu larut, namun Kyuhyun hanya menanggapi dengan decakan. Seperti saat ini, Siwon sedang menunggu kepulangan Kyuhyun dengan raut cemas yang amat kentara di wajahnya. Sungguh ia tak habis pikir, apa yang terjadi dengan istrinya? Mengapa Kyuhyun berubah? Kyuhyun sedang hamil dan ia selalu pulang selarut ini?

Siwon bangkit dari duduknya, kemudian melangkahkan kakinya pelan ke depan ke belakang. Sesekali ia melirik jam dinding yang berada di samping kirinya. Sudah hampir tengah malam dan Kyuhyun masih belum pulang. “Kau kemana Kyu?” tanyanya entah pada siapa.

CKLEK!

Suara pintu yang terbuka membuat Siwon menolehkan wajahnya ke asal suara. Senyuman indah terukir di bibir jokernya melihat siapa orang yang membuka pintu.

“Kyu~ mengapa pulang selarut ini, eoh?”

Kyuhyun terdiam sejenak. Memandang kedua obsidian Siwon yang tampak memerah. Entah menahan kesal, kantuk ataupun sedih. Kemudian melangkahkan kakinya melewati Siwon yang menatapnya sendu. Siwon tak tinggal diam, ia halau pergerakan Kyuhyun dengan menggenggam lembut lengannya.

“Kyu~ mengapa seperti ini? Mengapa kau selalu menghindariku? Apa yang salah denganku? Kau sedang hamil, mengapa selalu pulang larut seperti ini?” tanya Siwon beruntun.

Untuk beberapa saat Kyuhyun terdiam. Iapun menolehkan wajahnya, “Entah mengapa aku muak melihat wajahmu!” ucapnya sarkatis yang sontak saja membuat Siwon membulatkan matanya, “Mwo? Apa yang salah dengan wajahku?”

Kyuhyun menghentakkan genggaman tangan Siwon pada lengannya kasar, “Aku lelah seperti ini!”

“Kau kenapa Kyu? Ada apa? Jika aku punya salah, mengapa tak kau beri tahu apa salahku?”

Kyuhyun menghela napas dalam, “Aku lelah jika harus berpura-pura terus seperti ini.”

“Apanya yang berpura-pura?”

“Choi Siwon, tak sadarkah kau selama ini, kalau aku hanya berpura-pura mencintaimu, eoh?”

Ucapan Kyuhyun layaknya tegangan listrik jutaan volt yang menghantam tubuh Siwon. Siwon mematung di tempatnya. Berpura-pura? Apa maksud ucapannya?

“Apa maksudmu?”

“Aku lelah seperti ini! Jujur saja selama ini aku hanya berpura-pura mencintaimu Siwon. Aku tak benar-benar mencintamu. Aku lelah jika harus menyembunyikan perasaanku yang sebenarnya. Aku tak mau mengandung anakmu seperti ini! Ini sungguh sangat menyusahkan.” Kyuhyun berucap dengan napas yang sedikit memburu.

Siwon menatap kedua bola onyx Kyuhyun intens, berusaha mencari kebohongan yang terpancar dari sorotan tajam bola onyx yang tampak sayu itu, “Tidak, itu tidak mungkin. Kau mencintaiku Kyu! Kau hanya bercanda kan?”

Kyuhyun berdecih pelan, “Memangnya hal seperti ini pantas untuk diguraukan? Aku selalu serius dengan ucapanku! Aku sungguh lelah Siwon! Tolong jangan paksa aku seperti ini! kau kira mengandung anakmu ini tak menyusahkanku, eoh? Ini sungguh sangat mengganggu aktivitasku! Merepotkan.”

Wajah Siwon tampak memerah menahan marah, “Lalu apa yang akan kau lakukan?”

Kembali Kyuhyun menghela napas dalam, berusaha mengumpulkan kekuatan untuk membicarakan hal yang selama ini telah dipikirkannya masak-masak. “Aku mau kau menceraikanku dan mengambil hak asuh anak ini setelah dia lahir!” kedua bola obsidian Siwon kembali membulat, “Mwo? Aku tidak mau!”

“Mengapa kau selalu egois, eoh? Kau selalu memikirkan dirimu sendiri!”

“Aku tidak pernah memikirkan diriku sendiri, aku selalu memikirkanmu! Aku sangat mencintaimu, Kyu!”

“Lalu cinta apa yang seperti ini? Memaksaku menikah denganmu menggunakan harta kekayaan dan kekuasaan yang kau miliki. Kau bilang ini cinta, eoh? Kau sungguh membuatku tersiksa!”

“Tapi selama ini kau baik-baik saja, Kyu~ kau bilang kau mencintaiku.”

“Apa kau tuli eoh? Aku sudah bilang, kalau selama ini aku hanya berpura-pura. Dan saat ini aku sudah lelah dan bosan. Aku menyerah. Tolong ceraikan aku secepatnya Siwon!”

Siwon menggeleng cepat, “Tidak akan pernah!”

“Kau egois! Aku tetap akan memintamu untuk menceraikanku! Biar aku yang mengurus semua berkas perceraian kita!” Kyuhyun sungguh sudah tak sanggup lagi menahan bludakan air mata. Cairan bening tersebut kini mengalir dengan begitu derasnya dari pelupuk matanya. Menyadari hal itu, ia segera menghapus air matanya kasar kemudian membalikkan tubuhnya dan meninggalkan Siwon yang masih terdiam mematung di tempatnya.

Setelah sepersekian menit Siwon terdiam, ia segera melangkahkan kakinya mencoba menyetaraka langkahnya dengan langkah Kyuhyun.

GREP!

Siwon merengkuh tubuh Kyuhyun dari belakang degan erat. Kepalanya ia letakkan(?) pada bahu Kyuhyun, “Aku mohon Kyu~ aku mencintaimu..Aku sangat mencintaimu! Jangan siksa aku seperti ini! Kau sedang mengandung. Bukankah kau pernah bilang jika kau menantikan hadirnya seorang anak di dalam rumah tangga kita?”

Kyuhyun terdiam, namun tubuhnya nampak bergetar, “Bisakah kau menghargaiku sekali saja? Sekarang akupun memohon padamu! Ceraikan aku dan ambil anak ini setelah dia lahir! Aku mohon~”

Siwon menggeleng lemah, “Aku tidak mungkin melakukannya”

Kyuhyun mencoba melepaskan rengkuhan Siwon kemudian membalikkan tubuhnya. Ia tatap kedua obsidian SIwon yang memerah intens, tak lama kemudian ia duduk bersimpuh di hadapan namja dengan balutan kaus berwarna biru itu. Siwon tersentak, “Apa yang kau lakukan Kyu?”

“Jika kau mencintaiku, aku mohon ceraikan aku! Apa kau masih punya perasaan? Jika masih, tolong jangan paksakan kehendakmu padaku! Aku tersiksa seperti ini! Aku ingin bebas. Aku mohon ceraikan aku Choi Siwon—ssi!”

Siwon terdiam. Apa benar selama ini ia selalu memaksakan kehendaknya pada Kyuhyun? Apa benar ia telah menyiksanya? Tidak, sungguh Siwon sama sekali tak bermaksud seperti itu! Siwon sangat mencintai Kyuhyun melebihi apapun yang ada di dunia ini. Namun apa benar cintanya yang seperti ini membuat Kyuhyun tersiksa? Siwon memutar otaknya mencoba berpikir keras. Tak lama kemudian, ia menghembuskan napas kasar.

“Bangunlah Kyu! Jangan bersimpuh seperti ini!” Siwon memegang bahu Kyuhyun lembut, membantu Kyuhyun untuk berdiri.

Kyuhyun masih tetap diam di tempatnya, “Aku mohon!”

“Baiklah, jika itu maumu. Aku akan mengurus segala sesuatunya. Kau tak perlu memikirkan perceraian kita! Pikirkan kesehatanmu dan bayi kita saja! Mungkin besok kau akan menerima berkas perceraian kita.” Ucap Siwon lirih. Ini adalah keputusan paling berat yang pernah ia ucapkan. Kyuhyun terhenyak kemudian bangkit dari duduk bersimpuhnya “Go—gomawo Wonnie~”

.

.

It’s End?

.

.

Tepat seperti apa yang telah diucapkan Siwon, hari ini berkas perceraian yang telah ditandatanganinya telah berada di tangan Kyuhyun. Kyuhyun hanya menatap nanar berkas tersebut sedari tadi. Ia sama sekali tak membuka berkas di dalam amplop berwarna coklat itu. Berulang kali ia mencoba menarik napas dalam, guna menetralisir perasaan gusar yang tengah berkecamuk riuh dalam batin dan pemikirannya. Hari ini ia memutuskan untuk tidak masuk bekerja karena kesehatannya yang melemah. Sebenarnya berkas perceraian tersebut sudah ada di tangannya siang tadi. Namun hingga saat ini, hingga saat waktu sudah menunjukkan pukul 9 malam, ia belum sama sekali membukanya.

Sungguh ia mencintai Siwon, amat sangat mencintainya. Namun apa daya, ia harus mengambil keputusan seperti ini untuk menyelamatkan bayi yang tengah dikandungnya. Ia sangat ingin mempunyai keturunan, apalagi dari pangeran idaman hatinya, Choi Siwon. Sosok namja yang sangat baik dan mempunyai banyak kelebihan di matanya. Sosok namja yang selalu memberinya kehangatan, kelembutan, dan kasih sayang yang amat dalam. Namja yang merupakan Appa kandung dari anak yang tengah dikandungnya.

Kyuhyun mengelus perutnya yang tampak membuncit itu lembut, “Nak~ Mommy melakukan ini semua untuk menyelamatkanmu. Jadilah anak yang berbakti pada Daddymu nanti! Walaupun mommy tak bisa menemanimu kelak, yakinlah bahwa Mommy akan selalu mendo’akanmu dari atas sana!”

Kemudian mengambil sebuah figura foto kecil yang terletak di atas nakas samping tempat tidurnya, “Wonnie~ aku sungguh sangat mencintaimu! Maaf, aku terpaksa berbohong seperti ini! Aku…aku mencintaimu.” Dan kembali derai air mata itu menghiasi pipinya yang kian tirus. Kyuhyun lemah, ia juga tersiksa dengan ini semua. Tapi ini adalah keputusan paling tepat menurutnya.

.

.

It’s End?

.

.

“Sudah beberapa hari ini Kyuhyun tidak masuk kantor, apakah kondisinya baik-baik saja?” tanya Changmin pada Siwon yang tengah asyik berkutat dengan layar laptop di ruang kerjanya. Changmin sungguh sangat khawatir dengan keadaan Kyuhyun, sudah berulang kali ia mencoba menghubungi yeoja tersebut, namun tetap tak mendapat jawaban. Hingga pada akhirnya, ia lebih memilih untuk menyambangi kantor Siwon di pagi seperti ini.

“Aku tidak tahu.” Jawab Siwon datar yang langsung saja membuat Changmin tersentak.

“Ya! Jawaban macam apa itu, eoh? Dia istrimu, bagaimana mungkin kau tidak tahu keadaannya?”

Siwon mengalihkan perhatiannya dari layar laptop kemudian memandang Changmin, “Aku sudah bercerai dengannya. Semua berkas telah ditandatangani, hanya tinggal membawa kasusnya ke pengadilan.”

Kedua mata Changmin membulat, “MWOYA? Apa maksudmu?”

“Dia memintaku untuk menceraikannya.”

“Lalu kau langsung menyetujui begitu saja, hah? Dia sedang hamil!”

Siwon mengambil beberapa kertas di atas mejanya, kemudian tampak menorehkan goresan tinta di atasnya, “hmm” ujarnya pelan.

“Ya! Kau bodoh, tolol atau dongo?”

Mendengar ucapan kasar seperti itu, Siwon kembali mendongakkan wajahnya, “Apa maksud anda mengataiku seperti itu Changmin—ssi?”

Tangan Changmin terkepal kuat, “Apa kau sudah tahu bagaimana kondisi kandungan Kyuhyun?”

Kedua alis Siwon mengernyit, “Apa maksudmu? Apa yang terjadi dengan kandungannya?”

“Kau sungguh sangat bodoh Siwon—ssi! Seharusnya kau cari tahu dulu tentang kondisi istrimu sebelum kau mengambil keputusan tolol seperti ini! Rahimnya lemah, jika kandungannya tidak cepat-cepat digugurkan, maka itu akan membahayakan keselamatannya. Aku sudah menyuruhnya untuk menggugurkannya, namun dia menolak. Dia lebih memilih mempertahankannya dan mempertaruhkan nyawanya.”

“Mwo? Lalu mengapa ia memintaku menceraikannya?”

“Karena dia tak ingin membebanimu lagi Siwon. Dia tak ingin kau menyuruhnya untuk menggugurkan kandungannya sama sepertiku. Dia sangat mencintai anaknya, karena itu adalah anakmu! Dia memintamu menceraikannya karena dia tahu pasti kau akan memilih keselamatannya daripada bayinya.”

Siwon langsung bangkit dari duduknya, kemudian melenggang pergi meninggalkan Changmin yang tengah menundukkan wajahnya dengan napas yang masih tampak memburu. “Maafkan aku Kyu~” lirih Changmin pelan.

.

.

Siwon segera mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi. Tak diperdulikannya suara-suara klakson riuh beberapa kendaraaan di belakangnya yang berusaha menegurnya karena telah menyelip seenaknya. Wajahnya tampak kaku. Keringat dingin membasahi pelipisnya. Berulang kali ia mengatur napas untuk menetralisir perasaannya.

Sesampainya di rumah, ia segera masuk dengan terburu-buru. Sungguh saat ini yang sangat ingin dilakukannya adalah bertemu dengan Kyuhyun. Ia sangat menginginkan penjelasan bermakna dari yeoja yang telah 3 tahun menyandang status menjadi istrinya. Penjelasan logis atas ini semua.

Mata Siwon membulat kala dilihatnya sesosok tubuh yang masih mengenakan piyama tidurnya tengah tergeletak tak berdaya di atas lantai dingin ruang tamu.

“Kyuhyun!” Siwon segera mendekati sosok tersebut dan oh, alangkah lebih terkejutnya dia saat melihat genangan cairan berwarna merah yang mengalir dari selangkangan Kyuhyun.

“Ya Tuhan~” segera ia angkat tubuh Kyuhyun kemudian menggendongnya ala bridal style, membawanya ke mobil. Kyuhyun sedikit terjaga dari pingsannya (?) dilihatnya Siwon dengan wajah memerah dan urat-urat halus dipelipisnya yang menandakan seberapa khawatir dan cemasnya ia saat ini. “Wonnie~” lirih Kyuhyun pelan sesaat sebelum ia kembali mengatupkan matanya.

.

.

It’s End?

.

.

Kyuhyun tak henti-hentinya menangis. Kejadian yang baru saja dialaminya sungguh sangat menohok hatinya. Berulang kali ia mengumpat kasar untuk mengeluarkan seluruh emosi di dalam dirinya. Ia menghentak-hentakkan kakinya di atas ranjang rumah sakit dengan tubuh yang masih terbaring lemah. Sedangkan Siwon hanya duduk terdiam di pinggir ranjang sembari memandang wajah Kyuhyun yang tampak memerah.

“Ini tidak mungkin! Anakku tak mungkin mati! Kau jahat Siwon! Kau jahaaattt! Kau membunuhnyaaa! Kau pembunuh!” racau Kyuhyun tak karuan. Siwon segera menggerakkan tangannya untuk menggenggam jemari Kyuhyun.

“Kau keguguran Kyu! Bukan menggugurkan kandunganmu!”

“Bohong! Dia masih baik-baik saja tadi pagi! Tidak mungkin dia mati Siwon! Apa yang kau lakukan padanya?” Kyuhyun memukul pelan lengan Siwon. Tubuhnya sangat lemah saat ini. Kehilangan bayi yang telah susah payah dipertahankannya, sungguh sangat menohok hatinya.

“Aku tak menyangka, mengapa kau sebodoh ini Kyu! Hah! Mengapa kau sebodoh ini!” Siwon membentak Kyuhyun yang tentu saja membuat Kyuhyun menghentikan racauan tak jelasnya.

“A—apa maksudmu?”

“Kau memintaku menceraikanmu hanya untuk menyelamatkan bayimu yang bahkan sudah melemah di dalam kandunganmu! Untuk apa kau melakukan itu semua, hah?”

Alis Kyuhyun mengernyit, “Darimana kau tahu itu semua?”

“Itu tidak penting, yang jelas sekarang aku tahu!”

Mata Kyuhyun nampak semakin memerah, ini pertama kali dalam hidupnya, Siwon membentaknya, “Aku hanya tak ingin kau kehilangan bayimu! Ini anakmu! 3 tahun kita menantikan kehadirannya. Akan sangat tidak berguna jika aku menyia-nyiakan kehadirannya.”

“Lalu kau anggap apa aku ini?”

“Aku mencintaimu, oleh karenanya aku tak mau menggugurkan bayi yang ada dikandunganku. Ini bayimu Siwon! Aku ingin mempertahankannya!”

“Dan pergi meninggalkanku? Begitu? Kau bodoh!”

“Aku sungguh tak tahu apa yang harus aku lakukan. Aku takut. Aku takut jika harus kehilangan bayi ini. Aku takut.”

Siwon merengkuh tubuh Kyuhyun yang tampak bergetar, “Apa kau tak memikirkanku eoh? Aku juga takut! Kau tahu? Aku takut kau pergi meninggalkanku! Hatiku sakit saat aku menandatangani surat perceraian itu! Tolong jangan buat aku tersiksa lagi seperti ini.”

“Mianhae Wonnie~ aku sudah terlalu banyak menyakitimu. Aku tak bisa menjadi istri yang baik. Aku lalai menjaga kanduganku. Ini semua karena kecerobohanku! Maafkan aku.”

“Sssttt~ ini semua bukan salahmu! Ini adalah kehendak Tuhan. Anak adalah titipan dari Tuhan untuk kita, manusia di dunia. Mungkin Tuhan belum mempercayakan kita untuk memiliki anak. Mungkin Tuhan masih ingin kita menikmati waktu berdua bersama-sama. Bukankah begitu?”

Ucapan Siwon layaknya angin segar yang seketika berhembus menerpa tubuh Kyuhyun. Kyuhyun tersenyum lembut, “Kau benar. Maafkan aku Wonnie~”

“Jangan ulangi lagi ne? Kau membuat hatiku sakit!”

Kyuhyun mengangguk lemah, “hm~ aku janji.”

Dan sekali lagi, Kyuhyun kembali bersyukur pada Tuhan. Siwon adalah hadiah terindah dalam hidupnya. Siwon begitu sangat istimewa. Dan sampai kapanpun Siwon akan tetap menjadi yang pertama di hatinya.

“Kyu~”

“hmm?”

“Kalau kau sudah sembuh nanti, kita berusaha untuk membuat anak yang banyak lagi yaa?”

Kyuhyun tersenyum, “Aku mau sekarang!”

Kedua bola mata Siwon membulat, “Mwo?”

“Ayo kita buat sekarang saja!”

“Ta—tapi astagaa! Kau bahkan baru selesai operasi.”

“Aku merindukanmu Wonnie~ ayo sentuh aku!”

“MWOOOOO?”

.

.

.

END!

sign, 

Cherry

Its Hurt To Love Me?

BOdBCE1CYAAIq1vIt’s Hurt to Love Me?

.

.

Cast :

# Choi Siwon

# Cho Kyuhyun

# Shim Changmin

.

.

This is WONKYU story

Genderswitch

Just a random story

By : Cherry

.

.

Summary : Sudah hampir 1 tahun Siwon dan Kyuhyun menikah. Perjodohan adalah satu-satunya alasan yang membuat mereka memasuki gerbang pernikahan yang tak diawali cinta. Siwon yang sangat sabar dan Kyuhyun yang dingin. Akankah mereka mampu menjalani biduk rumah tangga? WONKYU/GS/Oneshoot

.

.

The story is begin

.

Entah sudah untuk yang keberapa kalinya Siwon menghembuskan napas beratnya malam ini. Selalu saja seperti ini. Sesekali ia melirik jam yang terpajang indah di dinding atas sebelah kirinya, Kemudian kembali menghembuskan napas kasar. “Sudah jam berapa ini? Mengapa kau belum pulang juga, Kyu?” lirihnya pelan seraya menggigit-gigit kecil bibir bawahnya yang terlihat basah. Ya, saat ini ia tengah menunggu kepulangan Kyuhyun, Choi Kyuhyun, istri tercintanya. Waktu sudah menunjukkan pukul 11 malam, dan Kyuhyun sama sekali belum menapakkan kakinya di rumah megah dengan interior minimalis ini.

Siwon adalah seorang CEO dari perusahaan Hyundai Department Store. Tampan, kaya, cerdas, baik hati, ya begitulah deskripsi yang tepat untuknya. Hampir setahun yang lalu dia menikah dengan seorang yeoja bersurai brunette sedikit ikalnya yang bekerja sebagai seorang perancang games di perusahaan yang dirintisnya bersama sahabatnya, Sim Changmin. Sudah menjadi kebiasaan bagi Siwon untuk menunggu istrinya pulang di saat larut seperti ini.

Kedua tangan namja dengan lesung pipi indahnya itu disilangkan kedepan. Sesekali ia mendecak kecil, selalu dan selalu saja seperti ini. Berulang kali ia mengalihkan pandangannya ke arah jam dinding, dan berulang kali pula ia menghembuskan napasnya kasar. “Kau kemana, Kyu?” kembali ia bertanya, entah pada siapa.

Lelah dengan aktivitasnya mengelilingi ruang tamu dengan langkah pelan, iapun mendudukkan diriya di atas sofa ruang tamu panjang berwarna cream muda.

“Hhhhhh” dan lagi, ia menghela napasnya.

Kedua obisidiannya memandang pintu yang terletak tak jauh dari tempatnya duduk saat ini. Dengan guratan khawatir yang tercetak jelas di wajahnya, ia masih berujar pelan. Masih dengan kalimat yang sama.

Suara derap langkah kakipun terdengar, membuat Siwon terhenyak. Iapun bangkit dari duduknya, kemudian melangkahkan kakinya ke arah pintu. Seulas senyum simpul terukir jelas di bibir joker tipisnya.

CKLEK!

“Ah, kau sudah pulang Kyu?” Tanyanya dengan senyuman indah penghasil lesung pipi di wajahnya. Tulus, ya senyuman itu terlihat sangat tulus. Pertanyaan itu ditujukkan kepada seorang yeoja dengan balutan kemeja panjang berwarna biru dan rok bahan hitam selututnya yang tengah berdiri di hadapannya. Namun, yeoja dengan surai brunette panjang terurainya itu hanya tersenyum kecut, kemudian melangkahkan kakinya, melewati Siwon yang jelas-jelas berada di hadapannya.

Tanpa menghilangkan senyuman di wajahnya, Siwon berbalik. Mengikuti langkah Kyuhyun dari belakang. “Kyu~ apa kau sudah makan?” Tanyanya seraya berusaha menyetarakan langkah kaki jenjangnya dengan langkah istrinya.

Kyuhyun masih tetap berjalan tanpa sedikitpun menghiraukan pertanyaan Siwon. Siwon tak tinggal diam, ia menggerakkan tangannya untuk menggenggam lembut lengan Kyunyun, membuat yeoja denga manik onyxnya itu berhenti sejenak. “Kyu, jawab pertanyaanku, apa kau sudah makan?” tanya Siwon seraya melangkahkan kakinya untuk berada tepat di hadapan Kyuhyun.

Kyuhyun menatap datar wajah Siwon, ya masih tatapan yang sama. Tatapan mengerikan saat Siwon pertama kali bertemu dengan Kyuhyun. Masih tatapan yang sama menakutkannya saat mereka duduk di bangku sekolah menengah atas. Namun tak sedikitpun menggentarkan hati Siwon untuk selalu memperhatikan yeoja dengan sikap dingin yang teramat sangat itu.

“Kyu”

“Berhenti berpura-pura baik denganku!”Jawab Kyuhyun masih dengan pandangan yang sama. Kalimat yang diucapkannya sungguh terdengar datar. Tak ada nada, ataupun ekspresi dari wajahnya saat mengucapkannya.

“Apa maksudmu, Kyu?” alis Siwon mengernyit, tangannya masih menggenggam erat lengan Kyuhyun.

“Aku bilang berhenti berakting di hadapanku!” Kyuhyun menepis genggaman tangan SIwon pada lengannya kasar, kemudian terdengar mendecih.

“Aku sama sekali tidak berakting, sungguh.” Tatapan Siwon terlihat sangat tulus, berusaha menerobos kebekuan hati yeoja dengan surai brunette sedikit ikal di hadapannya itu. Namun hanya decakan kasar yang keluar dari mulut yeoja yang telah berstatus sebagai istrinya itu.

“Aku lelah, tolong jangan halangi jalanku!” Ucap Kyuhyun masih dengan tatapan mengintimidasinya.

“Tapi apa kau sudah makan?”

“Itu tidak penting! Minggir!” Kyuhyun menyenggol (?) sedikit bahu Siwon kemudian berlalu, melangkahkan kakinya menuju kamarnya. Kamarnya? Ya kamar Siwon dan Kyuhyun memang terpisah. Meski mereka sudah menyandang gelar sebagai suami istri, namun tak pernah sekalipun Siwon dan Kyuhyun tidur di ranjang yang sama.

Dan rasa sakit itupun kembali menyergap namja yang masih diam mematung di tempatnya. Ini sakit, sungguh sangat sakit. Penolakan terus menerus yang diterimanya sungguh sangat menohok hatinya yang sebenarnya telah rapuh. Ya, Siwon merupakan namja yang sangat sensitive. Ia sungguh sangat berperasaan. Dan apa yang telah dilakukan Kyuhyun selama ini, telah membuat hatinya merasakan sakit dan sakit yang teramat sangat.

Siwon menghembuskan napas pelan. Kemudian melangkahkan kakinya ke arah ruang makan. Membuka tudung nasi di atas meja makan. Jajjangmyeon, bulgoggi, dan beberapa makanan lain yang mengundang selera tersaji dengan tatanan rapi di hadapannya. Dengan masih merekahkan senyumnya, ia menyendok beberapa makanan ke dalam piring, kemudian duduk di kursi yang tersedia.

Ya, makanan itu telah dibuatnya dengan sukarela sepulangnya dari kantor. Dengan berbekal ilmu yang ia pelajari dari internet, ia berusaha membuatkan beberapa makanan untuk istrinya. Karena ia sungguh yakin, kesibukan Kyuhyun di kantor pasti membuatnya jarang menyantap makan malam. Namun pada kenyataannya selama ini, Kyuhyun tak pernah menyentuh makanan yang dibuatnya. Jangankan menyentuh, melihatpun mungkin Kyuhyun tak sudi.

Siwon sangat mencintai Kyuhyun. Ia rela melakukan apapun agar dapat menjaga yeoja dengan manik onyx indahnya itu. Hingga ia rela mengancam Appa Kyuhyun, yang merupakan salah satu rekan bisnis yang membutuhkan sponsor dari perusahaannya itu untuk menikahkannya dengan Kyuhyun. Dulu Siwon dan Kyuhyun bersekolah di tempat yang sama, SM Senior High School. Kejadian tak terlupakan, membuat Siwon jatuh cinta pada Kyuhyun.

Kejadian yang bahkan sampai saat ini masih terngiang jelas di memorinya. Kejadian di mana Kyuhyun membela harga dirinya di depan teman-teman satu angkatannya. Dulu Siwon merupakan namja cupu yang setiap hari hanya mondar mandir perpustakaan untuk meminjam buku terbaru. Hingga siswa-siswi lainpun sangat senang membullynya dengan mengatainya(?) menggunakan bahasa kasar yang tak patut untuk diucapkan.

Membicarakannya di belakang, mengenai status sebagai pewaris tunggal Hyundai Department store yang sungguh sangat tak pantas disandangnya.

“Berhentilah membicarakan orang lain di hadapanku! Koreksilah diri kalian sendiri sebelum kalian mencaci dan membicarakan orang lain di belakangnya! Apa kalian itu sempurna, eoh? Kalian hanya sampah yang selalu menganggap kotor orang lain, padahal kalian jauh lebih kotor dan bau!”

Ya begitulah untaian kalimat yang sampai kapanpun tak akan pernah Siwon lupakan. Sedikit kasar memang, namun kalimat itulah yang menjadikannya tegar dan kuat seperti sekarang ini. Kalimat itu yang membuatnya terus berjuang mendapatkannya. Mendapatkan cintanya. Cinta pada orang yang tanpa sadar telah membelanya.

.

.

CKLEK!

Dengan sangat perlahan Siwon membuka pintu kamar Kyuhyun. Gelap. Ya, kamar Kyuhyun sudah terlihat gelap, itu berarti sang empunya sudah tertidur dan sedang berkelana di alam mimpinya. Dengan sangat hati-hati Siwon melangkahkan kakinya, sembari menggenggam nampan dengan makanan ringan dan susu di atasnya, ia berjalan mendekati meja nakas yang terletak di samping ranjang Kyuhyun.

Ia meletakkan nampan tersebut di atas nakas kemudian mendudukkan tubuhnya di pinggiran ranjang. Kedua bola obsidiannya membidik tubuh seorang yeoja yang tengah terlelap membelakanginya dengan piyama tidur berwarna biru muda yang dikenakannya. Perlahan Siwon menggerakkan tangannya, menarik selimut Kyuhyun yang tak sepenuhnya membalut tubuhnya. Menariknya ke atas, hingga menutupinya sebatas bahu. Kemudian tersenyum tipis.

“Selamat tidur, Kyu~ Semoga mimpi indah.”

Ya kalimat yang sama selalu diucapkannya secara diam-diam pada Kyuhyun di tengah malam seperti ini. Dan beberapa cemilan serta susupun tak pernah lupa ia letakkan di atas meja nakas Kyuhyun. Mengingat Kyuhyun yang selalu merasa lapar saat tengah malam tiba. Ia tak ingin Kyuhyun lelah dengan membiarkannya turun ke bawah, untuk mencari makanan yang bisa dimakannya di tengah malam.

Tidak, Siwon tak pernah ingin melihat Kyuhyun kesulitan. Siwon sungguh sangat mencintai Kyuhyun, hingga apapun rela dilakukkannya. Meski hanya penolakan yang terus dan terus saja diterimanya. Namun Siwon masih tetap bertahan di tempatnya berdiri. Mempertahankan cintanya, mempertahankan biduk rumah tangganya. Karena cintanya yang teramat sangat dalam pada Kyuhyun.

“Saranghae Kyu~”

.

.

.

~~(^_^)~~ It’s Hurt to love me?

.

.

Rabu pagi yang cerah. Mentari mulai beranjak bangkit dari peraduannya. Menyapa setiap insan manusia yang hendak memulai aktivitasnya di pagi ini. Sinar mentari hangat perlahan menelusup masuk melalui celah-celah jendela kamar dengan gorden yang telah terbuka. Membuat seorang yeoja yang masih asyik dengan alam mimpinya sedikit melenguh pelan.

“Euunngghh~”

Matanya mengerjap berulang kali untuk menyelaraskan sinar yang menerobos masuk ke dalam retina matanya. Tangannya ia gerakkan guna meregangkan otot-ototnya yang terasa kaku. Mengucek pelan kedua matanya, kemudian menyibak selimut tebal yang mentupi tubuhnya.

“Eh..?” kedua bola onyxnya membulat saat dilihatnya segelas susu dan beberapa cemilan yang tersaji di atas meja nakasnya.

“Dia menyiapkannya lagi semalam?” Tanyanya dengan dahi yang mengkerut lucu.

“Mungkin aku terlalu lelah, sampai-sampai semalam tidak bangun untuk makan cemilan.” Ujarnya pelan kemudian beranjak mengambil segelas susu tersebut dan menyesapnya. Memakan beberapa cemilan, kemudian melangkahkan kakinya ke kamar mandi –masih di dalam kamarnya.

“Eh? Air hangatnya sudah tersedia lagi. Syukurlah.”

.

.

“Kau sudah siap Kyu?” Tanya Siwon saat dilihatnya Kyuhyun tengah menapaki kaki jenjangnya menuruni tangga dengan kemeja lengan panjang serta rompi hitam yang membalut tubuhnya. Tanpa menghiraukan pertanyaan Siwon, Kyuhyun masih tetap melangkah. Dengan sigap, Siwon berusaha menjangkau Kyuhyun dan menggenggam erat lengannya. Kyuhyun segera menepis genggaman tangan Siwon kasar, kemudian menatapnya tajam. “Mau apa lagi?” tanyanya dingin.

“Aku tahu kau tak ingin sarapan bersamaku, maka dari itu aku menyiapkan ini.” Ujar Siwon seraya menyodorkan sekotak tempat makan pada Kyuhyun yang masih diam mematung di depannya.

“Tidak perlu.”

“Aku mohon, Kyu~ Kau harus sarapan!”

“Itu bukan urusanmu Choi Siwon!”

“Tapi kau istriku~ hidupmu adalah hidupku, Kyu!”

“Stop berbicara omong kosong seperti itu!”

Siwon terdiam, hatinya berdenyut sakit saat Kyuhyun terdengar membentaknya.

“Berhenti memberiku perhatian omong kosongmu itu! Sama sekali tidak berguna!”

“Kyu~” Mata Siwon terlihat berkaca

Kyuhyun menatap Siwon lekat dengan tatapan datarnya, “Aku benci orang yang menggunakan uang dan kekuasaannya untuk mendapatkan apa yang dia inginkan! Aku benci orang yang seperti itu.” lalu mengambil kotak makanan yang disodorkan Siwon, kemudian melemparnya ke sembarang arah. Hingga semua isi di dalamnya berserakan entah kemana. Mendecih kasar, kemudian berlalu kembali melangkahkan kakinya.

Mata Siwon terlihat membulat memandang nanar makanan yang telah ia siapkan dengan senang hati kini terlihat begitu sangat tak berharga. Iapun merapikan makanan yang berserakan di atas lantai dengan senyuman miris. “Mianhae Kyu~ mianhae.” Lirihnya pelan.

.

.

.

It’s Hurt To Love Me?

.

.

“Ada apa dengan wajahmu, Kyu?” Tanya namja dengan postur tinggi tegap berbalut setelan jas rapi yang kini duduk di depan meja kerja Kyuhyun. Kyuhyun menolehkan wajahnya kemudian tersenyum kecut.

“Aku badmood hari ini.” Jawab Kyuhyun sembari menghembuskan napas dalam.

“Kenapa badmood? Gara-gara suamimu lagi?”

“Ne, siapa lagi?”

“Jika kau merasa seperti itu terus, kenapa kalian tak bercerai saja?”

“Changmin~ ini tak semudah seperti apa yang kau bayangkan! Ini rumit.” Tegas Kyuhyun seraya menatap Changmin –namja dengan balutan setelan jas yang tengah duduk di hadapannya— lekat.

“Apanya yang rumit? Kau hanya tinggal minta cerai, dan semua selesai.”

Kyuhyun kembali menghela napas, “Sudahlah, kau malah semakin merusak moodku hari ini.”

Changmin membenarkan posisi duduknya, “Mianhae Kyu~ aku hanya tak ingin kau terbebani terus seperti ini.”

Kyuhyun tersenyum, “Gwenchana~ tetaplah di sampingku untuk mendukungku. Terima kasih Changminnie~”

Tangan Changmin beranjak mengacak lembut surai Kyuhyun, “Aku akan selalu berada di sisimu Kyunnie~ kau tenanglah.” Kembali Kyuhyun tersenyum, “Gomawo~ kau memang sahabatku yang terbaik.”

“Wajahmu terlihat pucat Kyu~ Apa kau sudah sarapan?”

“Aku tidak lapar. Masih banyak pekerjaan yang harus aku selesaikan.”

“Apa tak sebaiknya kau makan dulu?”

“Tidak usah, sungguh aku tidak lapar.”

“Benarkah?”

“Hmm”

Changmin tersenyum miris, sungguh sangat miris. Ia dan Kyuhyun sudah bersahabat sejak mereka kecil. Changmin tahu semua perangai Kyuhyun. Kekakuan, kekeras kepalaan(?), keegoisan Kyuhyun. Semuanya ia tahu. Cinta, ya Changmin mencintainya. Sudah sejak lama, namun tak pernah sekalipun dapat ia ungkapkan pada yeoja dengan surai brunette terurainya itu. Ia terlalu takut, sungguh sangat takut.

Takut jika Kyuhyun akan meninggalkannya jika ia mengungkapkan perasaannya yang sesungguhnya kepadanya. Ini sungguh sangat menyiksa. Berakting di hadapan orang yang sangat kau cintai sungguh sangat menohok hati. Bahkan merelakannya menikah dengan orang yang tak dicintainya seolah membuat dirimu menjadi seorang pecundang. Ya seperti itulah yang Changmin rasakan. Entah sampai kapan ia akan terus menyimpan perasaannya seperti ini. Entah sampai kapan ia akan menjadi pecundang seperti ini.

“Mau kubuatkan kopi, Kyu?”

“Hmm, boleh. Gomawo Changmin—ah.”

.

.

.It’s Hurt to love me?

.

.

Seperti biasa, seperti hari-hari sebelumnya. Siwon selalu menunggu kepulangan Kyuhyun. Ia baru saja selesai memasak makan malam. Masih dengan menu-menu sebelumnya, yang tak pernah sedikitpun tersentuh tangan Kyuhyun. Sesekali ia melirik jam dinding, baru pukul 8 malam dan ya ia harus menunggu beberapa jam lagi sampai Kyuhyun pulang. Dengan santai, ia duduk di sofa panjang kemudian menyilangkan kakinya.

Matanya membulat saat mendengar suara derap langkah kaki yang terdengar mendekat, “Ah, mungkin cuma ilusi.” Lirihnya pelan. Sedikit tak percaya jika suara derap langkah kaki Kyuhyun sudah terdengar pada jam seperti ini. Kembali ia menghembuskan napas dalam.

CKLEK!

Siwon sedikit terhenyak kala mendengar suara pintu yang terbuka. Kedua bola obsidiannya segera mengarah ke arah pintu.

“Kau sudah pulang Kyu?” Tanyanya seraya bangkit dari duduknya.

Tanpa merespon pertanyaan Siwon, Kyuhyun berlalu dengan langkah sedikit tertatih. Alis Siwon mengernyit, “Kau kenapa?” tanyanya seraya menggenggam tangan Kyuhyun. Kyuhyun menepis genggaman tangan Siwon –seperti biasa. “Aku tidak apa-apa.” Ucapnya pelan.

“Kau sakit, Kyu?”

“Tak usah perdulikan aku, aku mau istirahat.” Kembali Kyuhyun melangkahkan kakinya. Baru 3 langkah kakinya menjejaki lantai, tubuhnya ambruk begitu saja. Siwon tersentak, kemudian refleks mendekatinya. “Kyu, gwenchana?”

Dengan tatapan sayu, Kyuhyun hanya mengangguk lemah. Siwon segera mengangkat tubuh Kyuhyun dan menggendongnya ala bridal style. Guratan khawatir sungguh tercetak jelas di wajahnya. Napasnya terdengar memburu, kecemasan yang luar biasa sungguh tengah dirasakannya. Kyuhyun melingkarkan tangannya di leher Siwon. Wajahnya yang begitu dekat dengan leher jenjang Siwon, membuatnya mencium aroma tubuh namja yang telah berstatus sebagai suaminya itu.

Wangi ini begitu lembut. Pelukan ini terasa begitu hangat. Perlahan ia mengangkat wajahnya, melihat wajah Siwon yang telrihat memerah dengan napas memburu.’Mengapa dia terlihat tampan?’ batinnya tanpa sadar. Kyuhyun mengeratkan pelukan tangannya pada leher Siwon. Ini sungguh sangat hangat dan…nyaman. Kembali ia mengatupkan matanya.

Siwon menurunkan(?) tubuh Kyuhyun ke atas ranjang dengan begitu sangat hati-hati. Raut wajahnya sungguh masih menyiratkan kecemasan yang teramat sangat. “Apa kau sudah makan, Kyu?” tanyanya dengan nada khawatir. Kyuhyun hanya mampu menggeleng lemah. Tubuhnya benar-benar sudah tak bisa diajak kompromi saat ini.

Ia sudah lalai menjaga kesehatannya sendiri. Dari pagi belum ada sedikitpun asupan makanan yang memenuhi perutnya. Hanya beberapa gelas kopi yang ia minum sejak tadi pagi. Membuat maagnya kembali kambuh dan tubuhnya menjadi begitu sangat lemah.

“Apa maagmu kambuh lagi?”

Kyuhyun mengangguk lemah. Siwon segera beranjak dari tempatnya, kemudian melangkahkan kakinya menuju kotak obat yang sengaja ia siapkan di kamar Kyuhyun. Ada berbagai macam obat di sana, mulai dari obat maag, obat asma, pusing dan lain sebagainya. Ia tahu, daya tahan tubuh Kyuhyun begitu lemah, sehingga ia sudah menyiapkan beberapa obat jika suatu saat dibutuhkan seperti sekarang ini.

Kemudian mengambil segelas air dari dispensear –yang juga ia sediakan di kamar Kyuhyun. Lalu kembali ke ranjang Kyuhyun. “Ini minumlah obatnya terlebih dulu, aku akan membuatkanmu bubur.” Ucapnya seraya membantu Kyuhyun bangkit dari tidurnya. Kyuhyun hanya mampu menurut dan meminum obatnya dengan dibantu Siwon. “Tunggulah sebentar.” Tukas Siwon seraya mengembangkan senyuman indah, menghasilkan sepasang dimple smile menyejukkan.

Kyuhyun terdiam di tempatnya, memandang punggung Siwon yang kian lama kian menjauh dari daya pandangnya. Selalu saja seperti ini. Jika Kyuhyun sakit, Siwon selalu siap siaga membantu menyembuhkannya. Siwon selalu ada di sisinya meski berapa kalipun ia menolak keberadaannya. Entah apa yang membuatnya belum bisa menerima Siwon di hidupnya. Ini sungguh sangat rumit baginya.

.

.

“Ini buburnya Kyu~ ayo makanlah dulu.” Siwon datang dengan membawa sebuah nampan dengan semangkuk bubur di atasnya. Kyuhyun memandang nanar wajah Siwon yang sedikit berkeringat.

Dengan hati-hati Siwon mencoba menyuapkan bubur yang telah dibuatnya, “Buka mulutmu Kyu~ Setidaknya kau harus makan bubur ini dulu.” Tanpa melawan, Kyuhyun membuka mulutnya dan mencicipi bubur yang dibuatkan Siwon. Siwon tersenyum tipis. Suapan demi suapanpun diberikannya pada Kyuhyun hingga hanya menyisakan sedikit bubur di mangkok. “Anak pintar” Kembali Siwon tersenyum lembut, membuat Kyuhyun terhenyak

DEG!

Entah mengapa jantung yeoja dengan surai brunettenya itu berdetak lebih cepat dari biasanya. Sepertinya darahnya bergumul di wajahnya saat ini. itu terlihat dari wajahnya yang nampak memerah. Tidak, ini tidak mungkin. Tidak mungkin Kyuhyun mulai mencintai Siwon. Kyuhyun menggeleng-gelengkan kepalanya kasar, menepis perasaan aneh yang meliputi dirinya kini. Siwon mengernyitkan alisnya, “Kau kenapa Kyu?”

“Eh…?”

.

.

.

It’s Hurt to love me?

.

.

Waktu sudah menunjukkan pukul 8 pagi dan Kyuhyun baru membuka matanya. Ini hari Kamis dan ia masih harus menjalani aktivitasnya di kantor.

“Kau sudah bangun, Kyu?”

Suara itu sungguh sangat membuatnya kaget. Kyuhyun menolehkan wajahnya ke asal suara, “Apa yang kau lakukan?” tanya Kyuhyun saat didapatinya Siwon tengah duduk di pinggir ranjangnya seraya menatapnya intens.

“Menunggumu bangun.” Jawab Siwon santai.

“Kau tidak bekerja?”

“Aku akan menjagamu hari ini. Jadi, aku ambil cuti.”

Kyuhyun terdiam sesaat. “Tapi aku mau bekerja.” Tukasnya mantap.

“Kau masih sakit Kyu~ beristirahatlah dulu. Aku sudah bilang pada Changmin kau tak bisa masuk ke kantor hari ini.”

“Hey! Apa hakmu mengurusi pekerjaanku! Aku mau bekerja!” Kyuhyun mencoba bangkit dari tidurnya, namun lambungnya sungguh sangat tidak bisa diajak kompromi saat ini. “Arrrggghhhh~” lenguhnya sembari memegang perutnya yang terasa sakit.

“Gwenchana Kyu~?” tanya Siwon sembari memegang tangan Kyuhyun. Kyuhyun menatap tangan Siwon yang menggenggamnya. ‘mengapa begitu hangat?’ batinnya.

“Kyu~?”

“Eh..? A—aku tidak apa-apa.” Jawab Kyuhyun sedikit gagap.

“Aku sudah membuatkanmu bubur. Makanlah dulu! Jangan pikirkan pekerjaanmu, pikirkanlah kesehatanmu lebih dulu.”

Dan kali ini Kyuhyun membenarkan perkataan Siwon. Iapun hanya terdiam dan kembali menerima suapan demi suapan bubur yang diberikan Siwon kepadanya.

“Aku sudah menyiapkan air hangat, kau mandilah dulu.”

Kyuhyun mengangguk lemah, dan lagi-lagi Siwon begitu sangat memperhatikannya.

.

.

It’s hurt to love me?

.

.

Perhatian yang diberikan Siwon saat Kyuhyun sakitpun sedikit mampu membuka hati Kyuhyun untuk menerima kehadirannya. Itu terbukti dari sikap Kyuhyun yang mulai lembut dan memberikan sedikit perhatiannya pada Siwon. Walau hanya perubahan kecil, namun Siwon sungguh sangat mensyukurinya. Saat ini, Kyuhyun sudah mau memakan sarapan dan menyantap hidangan makan malam yang sudah disiapkannya. Hari-harinya kini terasa begitu indah. Hanya sedikit lagi, mungkin ia akan mampu menggapai cintanya.

“Nanti jangan lupa makan siang ya Kyu~” ucap Siwon saat Kyuhyun hendak melangkahkan kakinya keluar rumah setelah menghabiskan sarapan paginya. Kyuhyun menoleh, kemudian tersenyum tipis.”Ne, kau juga~”

Siwonpun turut tersenyum, “Nanti kau mau aku buatkan makanan apa?”

“Ah iya, malam ini aku akan pulang sangat telat. Hari ini ulang tahun Changmin dan aku akan merayakannya di apartemennya. Jadi kau tak perlu repot-repot menyiapkan hidangan makan malam. Aku pergi dulu ya~”

DEG!

Siwon terdiam terpaku di tempatnya. Hari ini juga merupakan hari ulang tahunnya. Apakah sebegitu tak berharganyakah dirinya di mata Kyuhyun hingga ia tak mengingat bahwa hari ini juga hari spesial baginya? Padahal Siwon selalu memberikan kejutan istimewa di hari ulang tahun Kyuhyun. Meski tak pernah mendapatkan respon, namun Siwon selalu ingat hari ulang tahun Kyuhyun. Untuk yang kesekian kalinya Siwon menghela napas dalam.

“Aku juga butuh perhatianmu, Kyu~” lirihnya pelan.

.

.

It’s hurt to love me?

“Terimakasih untuk hari ini, Kyu~ kau sungguh sangat baik.” Ucap Changmin pada Kyuhyun. Saat ini mereka tengah berdiri di depan apartemen Changmin, setelah beberapa jam lamanya merayakan ulang tahun Changmin berdua di dalam apartemennya.

“Kau itu sahabatku Changmin—ah, sudah menjadi kewajibanku untuk selalu ada di saat hari istimewamu tiba.” Tersenyum, kemudian mengacak lembut surai hitam Changmin.

“Kyu, ada yang ingin aku bicarakan.”

“hm, apa itu?”

“Bagaimana dengan usulan perceraianku itu, apa kau mau menerimanya?”

Kyuhyun terdiam, berpikir sejenak. “Aku akan memikirkannya lagi.”

“Apa kau sudah mulai mencintainya?”

“Apa maksudmu?”

“Aku hanya merasa kau sedikit berbeda.”

Kedua alis Kyuhyun mengernyit, “Berbeda bagaimana? Mungkin hanya perasaanmu saja.”

“Ah, ini sudah sangat larut, aku harus pulang Changmin—ah.”

“Baiklah, bagaimana jika ku antar?”

Kyuhyun mengangguk, “Ne, bertanggung jawablah karena telah membuatku lupa waktu seperti ini.” kemudian tersenyum tipis, membuat Changmin merasa ingin dan ingin merengkuh tubuh Kyuhyun.

.

.

“Gomawo Changmin-ah~ ” Ucap Kyuhyun seraya membungkukkan tubuhnya pada Changmin di hadapannya. Saat ini mereka sudah berada tepat di depan rumah Siwon dan Kyuhyun. Changmin tersenyum, “Seharusnya aku yang berterima kasih.”

“Nanti saat ulang tahunku tiba, kita juga harus merayakannya segila seperti tadi, ne?”

“Tentu saja.”

“Ah,aku masuk dulu ya, kau pulanglah~.”

Changmin menghalau pergerakan Kyuhyun dengan menggenggam lengannya, “Kyu~”

Kyuhyun menoleh, “hmm, ada apa?”

Tanpa menjawab pertanyaan Kyuhyun, Changmin segera merengkuh tubuh yeoja yang masih berbalut kemeja kantor itu. Kyuhyun tersentak, matanya membulat sempurna, “A—apa yang kau lakukan?”

“Cepatlah bercerai dengan Siwon dan menikahlah denganku!”

DEG! DEG!

Kedua bola obsidian yang memperhatikan aktivitas mereka sedari tadi nampak sedikit membulat dan berkaca. Hatinya kembali terenyuh, bercerai? Menikah? Siwon memegang dadanya yang berdenyut sakit. Ini sangat sakit, dan terjadi sudah berulang kali. Apa Kyuhyun akan menggugat cerai?

“Changminnie~ a—apa maksudmu?” Kyuhyun masih mencoba bertanya. Changmin melepaskan pelukannya, kemudian menatap nanar kedua bola onyx Kyuhyun, “Aku mencintaimu Kyu~ sangat mencintaimu.” Dan selang sepersekian detik kemudian, ia mendekatkan wajahnya dan..

CUP!

Changmin melumat bibir Kyuhyun lembut. Kyuhyun terdiam, matanya masih nampak membulat. Otaknya masih bekerja untuk mencerna kejadian yang tengah berlangsung. Changmin semakin memperdalam ciumannya, ia menggigit kecil bibir bawah Kyuhyun. Meminta Kyuhyun agar segera membuka mulutnya. Kyuhyun hanya mampu menuruti apa yang diinginkan Changmin. Merekapun larut akan ciuman hangat tanpa sadar dengan kedua manik elang yang sedari tadi terus memperhatikannya.

Kyuhyun merasa pasokan oksigen yang ia dapat kian lama kian menipis. Iapun memukul pelan bahu Changmin, namun Changmin masih tak bergeming. Dengan sekuat tenaga, ia berusaha melepaskan ciuman Changmin.

“Lepaskan ciuman itu!” Suara bass setengah serak itu terdengar membuat keduanya tersentak. Changmin melepaskan ciumannya. Merekapun menolehkan wajah ke asal suara.

“Siwon?” Mata Kyuyun membulat saat dilihatnya Siwon yang tengah berdiri tegak di dekatnya. Siwon tersenyum kecut, “Jika kalian ingin berciuman, jangan di depan rumahku seperti ini! Berciumanlah sepuas kalian di tempat yang kalian inginkan! Asal jangan di tempat ini.” kemudian membalikkan tubuhnya melangkah masuk ke dalam rumah.

Untuk beberapa saat mereka terdiam, “Aku kecewa padamu.” Ucap Kyuhyun seraya berlalu meninggalkan Changmin yang masih mematung di tempatnya. Kyuhyun menutup mulutnya dengan menggunakan tangan kanannya. Air mata begitu saja meluncur indah dari kedua pelupuk matanya.

“Bodoh.” Lirih Changmin pelan.

.

.

Kyuhyun memasuki rumahnya dengan perasaan kalut. Pandangannya ia edarkan ke seluruh penjuru ruangan, mencoba mencari sosok namja dengan lesung pipi indahnya itu. Iapun melangkahkan kakinya menapaki anak tangga, menuju kamar Siwon yang terletak tepat di samping kamarnya. Lama ia terdiam di depan pintu, hingga..

CKLEK!

Matanya membulat saat dilihatnya SIwon membuka pintu kamarnya. “Mau apa?” Tanya Siwon dingin, amat sangat dingin. “Maafkan aku, a—ada yang perlu aku bicarakan!”

Siwon tersenyum kecut, “Aku sudah mengerti apa yang ingin kau bicarakan. Jika itu maumu, baiklah, aku akan menceraikanmu secepat mungkin.”

Ucapan yang baru saja terlontar dari mulut Siwon layaknya sebuah hantaran kilat yang menyambar tubuhnya. Kyuhyun terdiam mematung di tempatnya. Bukan, bukan ini yang diinginkannya. Namun lidahnya kelu hanya untuk sekedar mengelak. Ia hanya mampu terdiam dan membiarkan Siwon berlalu di hadapannya.

“Aku tak ingin bercerai, sungguh.”

.

.

Sejak hari di mana peristiwa sakral itu terjadi, Kyuhyun sudah mulai jarang bertemu dengan Siwon. Setiap pagi, tak ada lagi yang menyiapkannya air hangat untuk mandi. Tak ada lagi sarapan yang telah tertata rapi di atas meja. Tak ada lagi ucapan ‘hati-hati di jalan dan jangan lupa makan makan siangmu nanti.’. Tak ada lagi senyuman indah penghasil dimple dari wajah tegas Siwon. Tak ada kata yang terucap. Semuanya terasa hampa. Ini berbeda dan ini benar-benar sangat menyiksa Kyuhyun.

Sungguh ia menyadari betapa pentingnya kehadiran Siwon di dalam hidupnya yang selama ini telah disia-siakannya. Ia menyesal, amat sangat menyesal. Namun apa daya, Siwon selalu menghindar jika Kyuhyun ingin bicara dengannya. Siwon selalu berangkat pagi-pagi sebelum ia bangun dan pulang larut malam, bahkan lebih malam daripada dirinya.

Entah sudah yang keberapa kainya Kyuhyun menitikkan air matanya. Ia tak ingin bercerai, sama sekali tak ingin. Namun saat ini, sebuah amplop berisi surat perceraian yang sudah ditandatangani Siwon telah berada digenggamannya, seolah meminta dirinya untuk membuka dan membubuhkan tanda tangan di atasnya.

“Aku tak ingin bercerai.” Lirihnya lemah. Kondisi tubuhnya saat ini kembali drop. Terlalu banyak yang ia pikirkan akhir-akhir ini, membuat wajahnya kian memucat dan tubuhnya semakin terlihat ringkih. Lingkaran hitam di bawah matanyapun semakin terlihat jelas. Ia tak ingin seperti ini, sungguh.

Hingga pada akhirnya Kyuhyun memutuskan untuk menunggu Siwon pulang ke rumah. Ini sudah hampir lewat tengah malam dan Kyuhyun masih setia berdiri di ambang pagar rumahnya, menunggu suara mesin mobil Siwon yang datang menyapa. Tanpa jaket, tanpa baju lengan panjang, hanya kaos oblong berwarna putih dan celana jeans panjang yang ia kenakan.

Padahal cuaca di malam ini sangat dingin, bahkan suhunya hampir mencapai titik terendah. Namun tak sedikitpun menggentarkan Kyuhyun untuk masuk ke dalam rumah hanya untuk sekedar mengambil jaketnya. Berulang kali ia menggosok-gosokkan kedua tangannya kasar. “Mengapa selalu pulang selarut ini?” tanyanya entah pada siapa.

Wajahnya kian memucat, bibirnya sedikit berubah warna menjadi kebiruan karena udara dingin yang menyergapnya. Kini ia berjongkok, masih di depan pagar rumahnya. Matanya membulat kala ia mendengar deru mesin mobil Siwon yang masih dihapalnya. Dengan sekuat tenaga, Kyuhyun mencoba bangkit dari posisinya.

Siwon memarkirkan mobil tepat di depan pagar rumahnya, dan keluar mobil hendak membuka pagar sesaat sebelum Kyuhyun yang membukakan pagar untuknya.

“Apa yang kau lakukan di luar rumah selarut ini?”

Kyuhyun mengangkat wajahnya, menatap nanar kedua obsidian Siwon, “A—aku menunggumu.” Jawabnya dengan nada yang bergetar.

“Untuk apa kau menungguku?” balas Siwon dengan nada datar.

Kyuhyun menunduk, “Ada yang ingin aku bicarakan.”

“Apa kau sudah menandatangani surat perceraian kita?”

Mata Kyuhyun seketika membulat, “Eum…”

“Cepatlah tanda tangani lalu kita akan membawa kasus ini ke persidangan.”

Kyuhyun mengangkat wajahnya, “Aku tidak mau.” Tukasnya mantap.

Dahi Siwon nampak mengkerut, “Mwo? Bukankah ini yang kau inginkan? Bukannya bagus jika kita cepat bercerai? Kau akan lebih cepat menikah dengan Changmin nantinya.”

“Kau salah paham Siwon.”

“Salah paham? Apanya yang salah paham? Bukankah selama ini kau memang menginginkan perceraian?”

DEG!

Kyuhyun terdiam, lidahnya kelu. Tubuhnya semakin terasa lemas saat ini. Kapan dia pernah berkata ingin bercerai? Seingatnya ia tak pernah menginginkan perceraian walau ia tak mencintai Siwon dulu. Mengapa Siwon bisa berpikiran seperti itu?

“Aku mohon dengarkan dulu penjelasanku!” Kyuhyun berusaha menggenggam tangan Siwon namun segera ditepis dengan kasar. “Aku ingin memasukkan mobilku, tolong jangan halangi jalanku.” Kemudian berlalu kembali memasuki mobil dan memarkirkannya di pekarangan rumah.

Kepala Kyuhyun terasa berputar, pandangannya mulai mengabur. Wajahnya sungguh terlihat sangat pucat. Ia kehilangan tenaga dan…

BRUGH!

Tubuhnyapun ambruk seketika. Bunyi dentuman tubuh Kyuhyun terdengar jelas di kedua telinga Siwon saat ia hendak masuk ke dalam rumah, Siwon menolehkan wajahnya, matanya kian membulat saat melihat tubuh Kyuhyun yang tengah terkulai tak berdaya di atas tanah. Dengan kecepatan luar biasa, ia berlari menghampiri sosok yang tengah terbaring lemah di atas tanah itu. “Kyu~ apa yang terjadi?” ujarnya penuh dengan kecemasan mendalam.

Dengan sangat berat, Kyuhyun mencoba membuka matanya perlahan, “Wo—wonie~” lirihnya pelan. Siwon segera mengangkat tubuh Kyuhyun dan menggendongnya ala bridal style. Kyuhyun tersenyum tipis, Siwon masihlah menjadi Siwon yang sama. Siwon yang selalu memberikannya perhatian dan kasih sayang. Ia masih tetaplah Siwon yang selalu khawatir dengan keadaannya. Kyuhyun melingkarkan kedua tangannya di leher Siwon. Ini hangat, dan ia sangat merindukan kehangatan ini.

“Jangan menceraikanku, aku mohon~” lirih Kyuhyun pelan. Untuk sesaat Siwon terdiam dan menghentikan langkahnya. Menghembuskan napas dalam, kemudian kembali melanjutkan langkahnya.

.

.

Beragam igauan keluar dari mulut Kyuhyun. Wajahnya nampak memerah, bibirnya terlihat pucat dan keringat dingin keluar dari tubuhnya. Siwon masih setia duduk di pinggir ranjang sambil mengganti kompresan pada dahi Kyuhyun. Waktu sudah menunjukkan pukul 3 pagi dan itu berarti sudah 3 jam lamanya Siwon menemani Kyuhyun tanpa sempat mengganti baju kantor yang masih dikenakannya.

“Jangan ceraikan aku.”

“Jangan tinggalkan aku.”

“jangan pergi.”

Ya, begitulah igauan igauan yang keluar dari mulut Kyuhyun, membuat Siwon menatap nanar wajah Kyuhyun yang nampak pucat. Suhu tubuhnya sangat tinggi saat ini, membuat Siwon semakin khawatir. Tangan Kyuhyun terus saja menggenggam erat jemari Siwon, seolah tak ingin melepasnya.

“Wonnie~ Siwonnie.” Kembali Kyuhyun mengigau.

“Aku di sini Kyu.” Jawab Siwon seraya mengelus lembut surai coklat Kyuhyun yang nampak basah.

Perlahan, Kyuhyun membuka matanya yang terasa berat. “Siwon?” Ucapnya lalu segera bangkit dan merengkuh tubuh Siwon erat. Mata Siwon membulat lebar. Apakah yeoja di hadapannya ini benar-benar…Kyuhyun?

“Jangan pergi! Jangan seperti ini! kau membuatku tersiksa! Aku tak mau bercerai, sampai kapanpun aku tak akan pernah mau bercerai.”

Ucapan yang baru saja dilontarkan Kyuhyun layaknya sebuah angin segar yang menyejukkan hati Siwon. Seorang Choi Kyuhyun? Memohon seperti itu? meminta kepadanya? Hey, apa ini mimpi?

“Siwon, maafkan aku! Kau salah paham! Aku dan Changmin hanyalah sahabat dan tak akan pernah lebih dari itu. percayalah padaku, aku mohon.” Kyuhyun menangis sejadi-jadinya, isakan kian terdengar memilukan di pagi buta seperti ini. Dengan kekuatan yang masih ia punya, Kyuhyun mengeluarkan semua emosi mendalamnya. Ia tak mau Siwon menceraikannya, apalagi meninggalkannya, itu semua layaknya momok mengerikan baginya. Dan sampai kapanpun ia sama sekali tak menginginkannya.

Siwon terdiam untuk beberapa saat, kemudian menarik salah satu sudut bibirnya. “Jika kau tak mau aku menceraikanmu, apa kau mau melakukan sesuatu yang aku pinta saat ini?” tanyanya dengan nada menggoda.

Kyuhyun melepaskan pelukannya, kemudian menatap Siwon dengan mata bengkak dan terlihat berkaca. “Apa itu? aku akan melakukannya.” Tukasnya mantap.

“Aku ingin punya anak.” Ucap Siwon tepat di telinga Kyuhyun. Mata Kyuhyun membulat, dan tanpa merespon jawaban Siwon, Kyuhyun menggerakkan tangannya membuka satu persatu kancing kemeja Siwon.

Dan kini, mata Siwon yang nampak membulat. “A—apa yang kau lakukan?” tanya Siwon gagap. Kyuhyun tersenyum, “Melayanimu tentu saja. Ayo kita membuat anak.”

“Ta—tapi aku hanya ingin menggodamu.”

“Benarkah?”

Kyuhyun segera meraup habis bibir joker Siwon yang nampak menggairahkan. Ia sesap bibir itu perlahan, namun sama sekali tak mendapat balasan dari Siwon. Tampaknya Siwon masih shocked? Merasa tak direspon, Kyuhyun melepaskan ciumannya.

“Kau sedang sakit, Kyu.”

“Aku tak perduli! Mulai sekarang, mau aku sedang sakit atau sedang lelah sekalipun, aku akan selalu melayanimu tuan Choi! Dan ayo kita buat anak yang banyak!” kemudian menarik tubuh Siwon agar berbaring di atasnya.

Dan desahan panjangpun mengalun indah di pagi buta seperti ini. Cinta perlu waktu untuk dicerna. Cinta perlu waktu untuk dijawab. Cinta hadir karena terbiasa dan cinta hadir tanpa bisa dicegah.

.

.

END!

Sign,

Cherry

Angry

 

Angry?BODkA0SCAAA639l

Cast :

# Choi Siwon

# Cho Kyuhyun

# Sim Changmin

# Lee Hyukjae

Disclaimer : Para cast adalah milik Tuhan Yang Maha Esa, kecuali cerita ini dan Kyuhyun yang sepenuhnya milik saya ^^! Kekekke~

Warning : GS (as and will always) / typo(s) / aneh / gaje / abal / cerita pasaran

Summary : Marah adalah sesuatu hal yang tak pernah bisa Siwon lakukan, apalagi terhadap Kyuhyun, yeoja yang sudah 2 tahun menjadi yeojachingunya. Namun bukan berarti Siwon tak pernah marah. Ia menyalurkan kemarahannya pada dirinya sendiri dengan cara melakukan hal yang sedikit ekstrim mungkin? A story about Wonkyu/GS/OS

.

.

~~(^_^)~~ The Story Is Begin!

.

.

Minggu di awal Maret. Mentari bersinar dengan begitu semangatnya, menghangatkan seluruh seluk beluk isi kota Seoul. Burung-burung semarak berterbangan, menghiasi langit biru yang menaunginya. Gumpalan awan putih terlihat bergeser sedikit demi sedikit, menambah kesan artistic pada langit yang kini tengah menaungi 2 manusia berbeda gender yang sedang asyik menikmati hangatnya musim panas di bawah pohon maple.

Angin bersemilir lembut, membuat dedaunan pohon bergerak menyelaraskan diri dengan alunan hembusan angin yang menerpanya. Seorang yeoja bersurai brunette panjang terurainya terlihat tengah asyik memainkan sebuah benda elektronik berwarna hitam di genggamannya. Ia merebahkan diri di atas tanah beralaskan rumput dengan kepala yang disenderkan pada paha seorang namja berdimple smile yang merupakan namjachingunya.

Angin yang berhembus lembut membuat keduanya merasakan ketenangan luar biasa. Siwon, namja berdimple smile indah yang menghiasi wajahnya itu terlihat tengah mengelus tiap helaian surai brunette milik Kyuhyun, yeojachingunya. Senyuman terpahat jelas dibibir jokernya, kala maniknya menatap wajah Kyuhyun yang terlihat sangat serius memainkan game PSPnya. Sinar mentari yang menerobos menelisik masuk melalui celah-celah dedaunan pohon maple, tempat mereka bernaung, tak sedikitpun menghilangkan konsentrasi yeoja dengan manik onyx indahnya itu.

“Serius banget mainnya?” Tanya Siwon pada Kyuhyun tanpa melepaskan gerakkan tangannya mengelus lembut surai kecoklatan Kyuhyun.

“…..” Tak ada jawaban, Kyuhyun nampak sangat focus dengan PSP di tangannya.

“Apa kau sudah lapar, Kyu?”

“…..”

Tak mendapatkan respon apa-apa dari yeojachingu yang sangat dicintainya itu, tangan Siwonpun mengacak lembut surai coklat sang yeoja. “Hey, jangan terlalu serius seperti itu! Rasanya aku seperti patung di sini!” Ujar Siwon dengan nada sedikit ditinggikan, membuat Kyuhyun terlonjak.

“Eh…?” Kyuhyun mengangkat kepalanya ke atas, menatap Siwon yang tengah tersenyum hangat ke arahnya.

“Apa kau sudah lapar?”

Kyuhyun menganggukkan kepalanya. “Ayo kita makan!” Iapun bangkit dari posisinya, beranjak mengambil beberapa makanan yang memang sudah mereka persiapkan di sebuah ranjang piknik berwarna biru.

.

.

“Kenapa gak dimakan, Kyu?” Tanya Siwon pada Kyuhyun yang terlihat hanya menatapnya dengan dagu yang disandarkan pada tangannya. Seulas senyum simpul terukir di wajah cantik Kyuhyun.

“Suapin~” Ucapnya semanja mungkin pada Siwon, membuat Siwon gemas melihatnya. Tangan Siwon kembali terulur untuk mengacak lembut surai auburn Kyuhyun.

“Manja banget sih?” Ujar Siwon seraya mencubit lembut pipi chubby Kyuhyun. Yeoja dengan balutan kaos birunya itu terlihat mempoutkan bibirnya lucu.

“Huh, Wonnie pelit! Gak romantis!” Kyuhyun menyilangkan kedua tangannya ke depan dada, dengan bibir yang masih mengerucut sebal tentu saja.

“Arraseo, arraseo…” Siwon mengambil sepotong roti isi di hadapannya, kemudian menyodorkannya pada Kyuhyun.

“Aaaaaa..” Ucapnya seraya membuka lebar mulutnya, seolah mengisyaratkan Kyuhyun agar turut membuka mulutnya.

Kyuhyun mendengus sebal. “Bukan kaya gitu!”

“Eh..? Lalu?” Tanya Siwon dengan alis yang mengernyit.

“Pakai ini!” Kyuhyun mengetuk-ngetukkan jari telunjuknya pada bibirnya, membuat Siwon semakin mengerutkan keningnya.

“Maksudmu?”

“Aisshh, aku mau kau menyuapi lewat bibirmu itu, Wonnie~” Semburat merah terlukis jelas, menghiasi wajah cantik yeoja dengan surai auburn halusnya itu. Manik hazzlenya menatap lembut manik elang Siwon.

“Ahh~ Seperti ini maksudmu?” Siwon meletakkan sepotong roti ke dalam mulutnya, kemudian mendekatkan tubuhnya ke arah Kyuhyun. Meminta Kyhuhyun untuk memakannya.

Kyuhyun kembali mendengus kesal. “Huh, gak romantis banget sih.”

Tanpa perlu waktu lama, Siwon segera menekan tengkuk Kyuhyun agar mendekat ke arah wajahnya. Kyuhyun sedikit membulatkan matanya, namun selang beberapa detik kemudian, ia memakan sepotong roti yang ada di mulut Siwon. Perlahan roti itupun habis dan menyisakan sepasang bibir indah yang saling bersentuhan untuk sekedar menyapa. Kyuhyun menarik salah satu sudut bibirnya. Ia mengulurkan tangannya untuk menekan tengkuk Siwon.

Dan ciuman hangat dengan ditemani semilir angin yang berhembus lembut itupun menambah kadar kehangatan yang terjadi sebelumnya. Angin mengalun, menerpa surai keduanya, pun semakin menambah kadar romantis keduanya. Bunyi kecipak saliva mengalun indah, cicitan suara burung yang tengah bertenggerpun turut menemani kemesraan keduanya. Cinta, seperti alunan music indah yang berdendang, membuat desiran darah semakin cepat, membuat dentuman jantung semakin keras.

“Saranghae Kyu~”

“Nado saranghae~.”

~~(^_^)~~ Angry?

“Wonnie~” Suara seorang yeoja dengan manik onynya terdengar parau, sedikit menginterupsi kegiatan sang namja berdimple smile yang sedang merengkuh tubuhnya erat.

“Hmmm?” Jawab sang namja sekenanya.

“Apa kamu enggak lelah seperti ini terus, eoh?” Tanya yeoja dengan surai auburn dikuncirnya itu pada namja berpostur tinggi tegap yang tengah tidur menemaninya.

“Enggak, aku gak akan pernah lelah, Kyu~” Jawab Siwon, sang namja berperawakan tinggi menjulang itu pada Kyuhyun yang tengah berbaring disampingnya dengan tubuh yang saling tertaut satu sama lain.

“Tapi, kamu gak kuliah gara-gara nemenin aku terus dari pagi, apa kamu gak bosen?”

“Aku gak akan pernah bosen.”

“Kenapa kamu meluk aku terus sih? Aku kan Cuma demam. Lagian kamu gak harus bela-belain sampe gak masuk kuliah Cuma buat ngerawat aku, kan? Kan masih ada Eomma di sini.” Kyuhyun mencoba sedikit meregangkan pelukannya pada tubuh Siwon, ia tatap wajah Siwon yang tengah mengatupkan matanya.

Siwon kembali menggerakkan tubuhnya, merengkuh tubuh yeoja di hadapannya.

“Jangan lepasin pelukan ini, Kyu~ Kamu tahu gak, kalau pelukan itu mampu menghangatkan tubuhmu, melebihi hangatnya sebuah selimut tebal sekalipun. Karena hawa panas tubuh manusia itu menguar saat tubuh mereka saling bersentuhan.”

Kyuhyun mengernyitkan alisnya. “Oh ya? Lalu itu alasannya kamu ngelakuin ini sama aku? Supaya aku tetap hangat?”

“Ne~”

Seulas senyum tipis terpatri jelas di bibir yeoja berparas cantik dengan bibir sintalnya itu. Iapun mengeratkan pelukannya pada tubuh namja tampan di hadapannya.

“Apa kamu sudah makan? Dari pagi, aku lihat kamu belum makan.” Tanya Kyuhyun seraya mencium lembut cuping telinga Siwon,membuat bulu roma Siwon berdiri seketika.

“Aku tidak lapar, Kyu.” Jawab Siwon seraya mengendus aroma tubuh Kyuhyun melalui ceruk leher putih jenjangnya.

“Nanti kamu sakit, Wonnie~ aku gak mau kamu ketularan.” Gurat khawatir terlukis jelas di wajah cantik Kyuhyun. Bagaimana tidak? Saat Kyuhyun bilang bahwa ia sedang sakit dan tidak bisa ke kampus hari ini, Siwon segera melesatkan dirinya ke rumah Kyuhyun. Merawatnya, menyuapinya, menemaninya bahkan memeluknya hingga saat ini. Tanpa memikirkan kondisi tubuhnya sendiri yang bahkan belum menyentuh makanan sedikitpun.

“Sssstt.. Tidak akan! Sekarang tidurlah!”

“Eoh? Tidur? Aish, aku bosan.” Kyuhyun sedikit menggeliat, decakan sebal keluar dari bibir sintalnya, membuat Siwon semakin mengeratkan pelukannya.

“Kalau begitu, diamlah sebentar!”

Kyuhyun mengerutkan keningnya. “Diam? Kenapa memang? Kamu sedang apa sih?”

“Aku sedang berdo’a.”

“Berdo’a?”

“Ne.”

“Berdo’a apa memang?”

“Berdo’a supaya Tuhan ngasih penyakit kamu ke aku.”

“Mwo? Andwae! Kenapa berdo’a seperti itu? Nanti kalau sakit beneran, gimana?” Kyuhyun melepaskan pelukannya, menatap kedua obsidian Siwon intens.

“Aku akan jauh lebih sakit ngelihat kamu sakit kaya gini, biarin aku aja yang sakit.” Siwon menatap sendu yeoja bersurai brunette di hadapannya. Ucapan yang baru saja terlontar dari mulutnya, layaknya sebuah angin segar yang seketika menyejukkan hati Kyuhyun, membuat dentuman jantungnya berdetak lebih cepat dari sebelumnya. Namun gengsi yang tinggi membuatnya sedikit mendecak.

“Tsk, Gombal~ Darimana kau belajar menggombal kaya gitu? Kursus dimana?”

Mendengar hal itu, Siwon menggerakkan tangannya, mengacak lembut surai coklat Kyuhyun.

“Aku mencintaimu Kyu~” Ucap Siwon seraya menatap kedua obsidian Kyuhyun intens. Perlahan wajahnya beranjak mendekati wajah berparas cantik di hadapannya. Kyuhyun terdiam, hatiya seolah ingin keluar saat ini juga, kala manik obsidiannya memandang pahatan Tuhan yang begitu sempurna di hadapannya.

Dan kedua bibir itupun saling bertemu, menyapa satu sama lain. Memberikan sebuah sensasi aneh yang membuat darah tiba-tiba naik dan berdesir dengan sangat cepat. Kyuhyun membuka mulutnya, memberikan akses istimewa bagi lidah panjang Siwon untuk mengabsen satu persatu bagian yang ada di dalamnya. Bunyi kecipak saliva terdengar mengalun merdu, membuat keduanya larut akan gelora cinta tanpa batas.

“Wonnie~” Kyuhyun semakin mengeratkan pelukannya pada Siwon. Hidungnya mencium aroma maskulin yang menguar dari tubuh namja berdimple smile indahnya itu.

“Saranghae Kyu~.” Siwon mencium kening Kyuhyun lembut.

“Tidurlah!” Lanjutnya seraya mengeratkan pelukannya pada tubuh di hadapannya.

“Hmm~ Gomawo Wonnie~”

~~(^_^)~~ Angry?

“Jadi, selama 2 tahun pacaran, Siwon gak pernah marah?” tanya seorang yeoja berpostur tinggi semampai dengan gummy smile andalannya pada Kyuhyun, yeoja bersurai brunette yang tengah asyik menyeruput jus strawberry yang dipesannya.

“Hmmm~” Kyuhyun mengangguk, sebagai respon dari pertanyaan yang dilontarkan Eunhyuk, sahabat karibnya di kampus. Saat ini mereka tengah menghabiskan jam makan siang di kantin kampus.

“Apa kamu gak ngerasa ada yang aneh?” Tanya Eunhyuk dengan alis yang terlihat mengernyit.

“Maksudmu?”

“Hey, masa iya selama 2 tahun pacaran kalian tidak pernah bertengkar?”

“Memang tidak.”

“Aiiisshh Kyu, ini sangat aneh. Sangat mustahil ada orang yang gak pernah marah! Pernah gak kamu ngelakuin kesalahan sebelumnya?”

Kyuhyun terlihat menjentukkan jarinya pada dagunya. “Pernah.”

“Apa itu?”

“Aku pernah ngelupain janjiku sama dia, aku sering nyuekin dia saat sedang berdua, aku pernah berbohong sama dia, hmmm….” Kyuhyun terlihat berfikir, memutar otaknya, untuk mengingat kembali berbagai kesalahan-kesalahan yang pernah dilakukannya dulu. Banyak, ya kesalahannya bahkan tak dapat dihitung dengan jari lagi.

“Lalu apa reaksinya?”

“Dia gak marah, dia Cuma bilang ‘gwenchana, jangan diulangi lagi ya’ lalu mengacak lembut rambutku.” Jawab Kyuhyun seraya mengacak rambutnya, seolah memperagakan apa yang dilakukan Siwon.

“Mwo? Hanya seperti itu?” Kedua bola mata Eunhyuk terlihat membulat.

“Hmm~ Memang ada yang salah?”

“Ya jelas itu salah! Jangan-jangan dia punya rahasia!”

“Maksudmu?”

Eunhyuk terlihat menjentikkan jarinya. Perlahan ia gerakkan jari telunjuknya, memberikan isyarat pada Kyuhyun agar lebih mendekat. Mata Kyuhyun terlihat membulat kala mendengar sebuah ide yang dibisikkan Eunhyuk padanya.

“Mwo? Aku gak mau!”

“Ayolah, hanya untuk sekedar membuktikan.”

“Tapi…”

“Percayalah padaku!”

Lama Kyuhyun terdiam. “Dicoba saja dulu Kyu!” Ujar Eunhyuk meyakinkan.

“Hmm, baiklah.” Dan akhirnya Kyuhyunpun menyetujui, sebuah saran yang mungkin terdengar konyol. Sebuah saran yang nantinya akan membuat sebuah fluktuasi hebat dalam hubungannya.

~~(^_^)~~ Angry?

Suasana kampus Inha University terlihat lengang saat ini. Waktu telah menunjukkan pukul 4 sore. Kebanyakan dari mahasiswa sudah kembali pulang ke rumah masing-masing, karena jadwal kuliah yang memang kosong. Semburat orange terlihat mulai bergerilya, melingkupi warna langit saat ini. Angin yang berhembus lembut, menerpa surai coklat terurai milik yeoja yang tengah duduk di bangku taman kampus dengan earphone yang terpasang dikedua telinganya.

Matanya terpejam, menikmati alunan music yang mengalun indah mendendangkan lagu kesukannya. Tangannya terlihat tengah menggenggam sebuah ponsel. Sesekali ia membuka matanya hanya untuk sekedar melihat layar ponselnya.

“Lama sekali sih.” Decaknya sedikit sebal. Pasalnya, sudah hampir 1 jam lamanya ia menunggu seseorang di taman belakang kampus ini.

Kembali ia pejamkan matanya, mencoba mengatur nafasnya. Menunggu adalah hal yang paling dibencinya.

“Annyeonghaseyo~” Suara baritone seorang namja sontak membuat Kyuhyun membuka matanya. Seorang namja berperawakan tinggi dengan balutan putih serta jaket coklatnya terlihat tengah berdiri di hadapannya. Kyuhyunpun melepaskan earphone yang dipakainya.

“Eh..Annyeong~” Kyuhyun membalas sapaan lembut sang namja seraya merekahkan senyuman indahnya.

“Changmin imnida, aku sepupunya Eunhyuk.” Tangan Changmin, namja dengan balutan jaket coklatnya itu terulur, memperkenalkan dirinya.

“Kyuhyun imnida~ Ah iya, senang bertemu denganmu.”

“Tak perlu sungkan!”

Changmin mendudukkan tubuhnya di sebelah Kyuhyun. Lama mereka terdiam, menikmati semilir angin yang berhembus lembut.

Drrrtttt Drrrtttt

Suara getaran ponsel terasa sangat keras, membuat Kyuhyun segera menatap layar ponselnya yang bergetar, menandakan adanya sebuah pesan masuk.

From : Eunhyuk

Sebentar lagi Siwon datang ke sana, kalian bersiaplah. Ah ya, sepupuku itu tampan kan? Kekekek~”

Kyuhyun mengukirkan sebuah senyum simpul di wajahnya. “Apa kau sudah tau rencananya?” Tanya Kyuhyun pada Changmin.

“Hmm~ tentu saja.”

.

.

Seorang namja berperawakan tinggi tegap dengan bibir joker tipisnya terlihat tengah berjalan menyusuri lorong kampus dengan tas ransel hitam yang dibawanya. Beruntung ia memiliki kaki yang terlampau panjang, membuat langkahnya terasa cepat. Ya, baru saja ia menerima pesan dari Eunhyuk bahwa Kyuhyun tengah menunggunya di taman belakang kampus. Dengan senyuman indah yang menghasilkan dimple smile kebanggaannya, Siwon melangkah riang.

Tak sabar rasanya untuk kembali bertemu dengan yeojachingu tercintanya. Pasalnya, dari pagi mereka sama sekali belum bertemu muka, karena jadwal kuliah yang tak saling sinkron.

DEG !

Langkahnya terhenti kala kedua manik elangnya menangkap sosok yeoja yang teramat sangat dicintaiya tengah menyenderkan (?) kepalanya pada bahu seorang namja di sebelahnya. Hatinya berdenyut sakit, Wajahnya seketika memerah melihat pemandangan yang sangat tak mengenakan tersaji di hadapannya. Tangannya terkepal erat, hingga membuat buku-buku jemarinya terlihat memutih.

Ia mencoba mengatur nafasnya, guna menetralisir perasaan yang tengah berkecamuk riuh di hatinya. Sakit, ya sangat sakit rasanya. Perlahan ia gerakkan tangannya, mengusap lembut wajahnya, guna menghilangkan semburat merah yang menghiasinya. Langkah kaki jenjang itupun berlanjut, mendekati 2 orang berbeda gender yang terlihat tengah bermesraan di hadapannya.

“Kyu~?”

.

~~(^_^)~~ Angry?

“Bagaimana Kyu? Apa dia marah?” Tanya seorang yeoja dengan gummy smile yang menghiasi wajahnya itu antusias. Matanya terlihat memancarkan guratan penasaran yang amat sangat. Saat ini mereka tengah berjalan menyusuri koridor kampus dengan beberapa buku di genggaman.

Kyuhyun menghela nafasnya berat. “Tidak.” Jawabnya dengan wajah yang tertunduk.

“Mwo? Kenapa bisa?” Alis Eunhyuk, yeoja bergummy smile itu terlihat mengernyit.

“Entahlah.” Kyuhyun menggelengkan kepalanya, manik onyxnya menatap manik dengan iris hitam di sampingnya.

“Dia benar-benar gak marah? Tsk, aneh sekali. Ah~ apa mungkin kalian kurang mesra?”

“Aku rasa, aku dan Changmin sudah sangat mesra. Hmm, entahlah.”

“Lalu apa yang dia lakukan saat memergoki kalian kemarin?”

“Gak ada yang berubah, dia tetap manis seperti biasa, seolah gak terjadi apa-apa.”

“Jinjja? Ah, aku rasa kita harus melakukan hal lebih.”

“Mwo? Apa maksudmu?” Dahi Kyuhyun terlihat mengernyit mendengar sebuah ide yang kembali dilontarkan Eunhyuk.

“Kyu~ jika dia mencintaimu, gak mungkin dia gak cemburu melihatmu dekat dengan namja lain. Ayo kita buktikan lagi.”

“Bagaimana caranya?”

~~(^_^)~~ Angry?

Sudah hampir sebulan lamanya Kyuhyun menjalani misinya, tanpa adanya perubahan yang berarti pada hubungannya dengan SIwon. Ya selama hampir sebulan ini, Kyuhyun mengikuti saran Eunhyuk, sahabatnya, untuk membuat Siwon menunjukkan rasa cemburu dan marahnya dengan menjalin hubungan dekat dengan Changmin, sepupu Eunhyuk.

Namun Siwon, sama sekali tak merubah sikapnya pada Kyuhyun. Padahal sudah berulang kali Kyuhyun melanggar janjinya dengan Siwon. Dan alasan yang digunakannya adalah ingin menemani Changmin. Bukankah ini jelas-jelas sangat frontal? Tapi mengapa..?

Kyuhyunpun terlihat lebih sering jalan berdua dengan Changmin dibanding dengan Siwon. Waktu makan siangpun selalu ia habiskan berdua dengan Changmin. Bukannya Siwon tidak tahu, Siwon sangat tahu itu. Bahkan Kyuhyun sendiri yang meminta ijin pada Siwon untuk makan siang bersama Changmin. Dan lagi-lagi pertanyaan yang sama muncul. Tapi mengapa…?

.

.

“Aku sudah capek.” Ungkap Kyuhyun pada Eunhyuk yang tengah asik menyeruput minuman bersoda di hadapannya. Saat ini mereka tengah menghabiskan waktu makan siang di café dekat kampus.

“Akupun sama. Apa dia…” Eunhyuk menghentikan ucapannya,membuat alis Kyuhyun terlihat mengernyit.

“Dia kenapa?”

“Hmm~ Apa dia tidak mencintaimu ya?”

“Mwo? Apa maksudmu? Itu tidak mungkin!” Kyuhyun menaikkan tinggi oktav suaranya.

“Hey, santailah dulu..”

Kyuhyun mengacak surai brunettenya frustasi. “Apa lagi yang harus aku lakukan?”

“Ahh, aku punya ide yang lebih menarik.”

“Ide lagi? haaaah.”

~~(^_^)~~ Angry?

“Aku mencintaimu Kyu~” Ucap seorang namja berpostur tinggi semampai dengan bibir tipis yang menghiasi wajahnya, membuat semburat merah terlukis jelas di wajah Kyuhyun. Saat ini mereka tengah berada di koridor kampus yang memang sudah sepi.

Lama Kyuhyun terdiam, hingga ekor matanya berhasil menangkap sesosok namja tampan dengan balutan kemeja hitamnya tengah berdiri dengan Eunhyuk di sampingnya, tak jauh dari tempatnya berdiri saat ini. Senyuman indah terukir jelas di wajahnya.

“Aku juga mencintaimu.” Jawab Kyuhyun dengan suara yang sedikit ia tinggikan.

DEG!

Ucapan yang baru saja dilontarkan Kyuhyun terdengar sangat jelas di telinga Siwon. Hatinya kembali berdenyut sakit kala ucapan sakral itu keluar dari mulut Kyuhyun. Namun tak ada yang dapat dilakukannya selain diam mematung di tempatnya. Eunhyuk terlihat tersenyum tipis kala melihat perubahan raut wajah Siwon yang amat kentara.

‘Ayo marahlah! Tunjukkan kecemburuanmu!’ Teriak Eunhyuk dalam hati. Harapannya sangat tinggi untuk melihat Siwon dapat menunjukkan kecemburuan dan kemarahannya.

Perlahan Changmin, mendekatkan tubuhnya pada tubuh Kyuhyun, membuat Kyuhyun mematung di tempatnya. Manik beriris hitam milik Changmin terlihat memandang Kyuhyun dengan intens. Tangannya tergerak,menyentuh pipi chubby putih milik Kyuhyun. Yeoja bersurai auburn dengan balutan blazer birunya itu sedikit terlonjak kala menerima sentuhan lembut Changmin pada pipinya.

“Apa yang….” Sebelum Kyuhyun berhasil melanjutkan ucapannya, bibir tipis itu berhasil menguncinya. Ya, Changmin mencium bibir Kyuhyun. Membuat Kyuhyun membulatkan matanya. Bibir tipis itu terlihat bergerilya mendominasi bibir yang dijamahnya. Kyuhyun terdiam, tanpa ada penolakan, otaknya masih belum mencerna betul apa yang sedang terjadi saat ini.

DEG!

Kejadian yang tengah terjadi di hadapan namja berdimple smile itu benar-benar membuat hatinya kembali hancur. Sakit, perih, terluka. Entah kata apa lagi yang dapat digunakan untuk mendeskripsikan keadaan hatinya saat ini. Ia mengepalkan kedua tangannya erat. Tak ada yang dapat ia lakukan selain menyimpan seluruh amarahnya. Perlahan ia balikkan tubuhnya, melangkah menjauh meninggalkan adegan panas yang terjadi di hadapannya.

Senyuman tipis yang sempat terukir jelas di wajah Eunhyuk seketika memudar. Ia langkahkan kakinya mendekati sosok Changmin yang masih berusaha mencium Kyuhyun dengan ganas. Ia tarik kasar kerah baju Changmin.

PLAK!

Satu tamparan telak di terima namja dengan bibir tipis menggodanya itu, membuatnya sedikit meringis kesakitan.

“APA YANG KAU LAKUKAN?” teriak Eunhyuk dengan tingkat oktav luar biasa tinggi.

Changmin terdiam, dengan tangan yang memegang pipinya yang memanas. Wajah Eunhyuk terlihat memerah akibat melihat tingkah bodoh sepupunya tadi.

“Aku kan sudah bilang, hanya pura-pura menyatakan cinta! Kenapa sampai mencium seperti itu, hah?”

“Mianhae~” Jawab Changmin lirih.

“Siwon~” Kyuhyun berlari meninggalkan kedua bersaudara yang tengah bertengkar. Melangkahkan kakinya, menyusuri koridor kampus guna menyusul Siwon.

Air mata mengalir dari kedua manik onyxnya, mengingat kejadian konyol yang baru saja dilakukannya.

“Apa yang baru saja aku lakukan? Hikss… Wonnieeee~..” Dengan air mata yang mengalir, ia terus berlari. Tak diperdulikannya sepatu high heels yang dikenakannya. Yang ada dalam fikirannya saat ini hanyalah Siwon. Ya hanya Siwon.

Saat sudah sampai di gerbang kampus, Kyuhyun mengedarkan matanya ke seluruh penjuru jalan. Manik onyxnya menangkap dengan sangat jelas mobil Sport Audi hitam tengah melaju dengan kencang. Kyuhyun menggigit kecil bibir sintalnya, berharap ada sebuah pertolongan yang segera datang kepadanya. Senyuman terukir kala maniknya melihat sebuah Taksi tengah melaju ke arahnya.

“Taksiii !”

.

.

“Pak, apa tidak bisa cepat sedikit?” Tanya Kyuhyun dengan suara bergetar kepada supir taksi di depannya.

“Maaf Noona, di saat hujan seperti ini, jalanan memang selalu macet.” Jawab sang supir.

“Aiiisss..” Kyuhyun mengacak surai brunettenya frustasi. Kembali ia gigit-gigit kecil bibir pink sintalnya. Peluh mengalir indah membasahi pelipisnya. Padahal, AC di dalam taksi sudah diatur pada titik terendah. Jantungnya berdentum tak karuan, sungguh kesalahan kali ini adalah kesalahan fatal paling besar yang pernah ia lakukan pada namjachinguya. Jemarinya ia gigit-gigit kecil, guna mengurangi rasa gugup yang dirasakannya.

Decakan sebal senantiasa terlontar dari mulutnya, saat taksi tersebut sama sekali tak bergerak dari tempatnya.

“Berapa biayanya Pak? Saya turun di sini.” Ucap Kyuhyun seraya mengeluarkan beberapa lembar uang dari dompetnya.

“Eh..? Turun di sini? Tapi di luar masih hujan Noona~.” Sang supir terlihat sedikit kaget.

“Sudahlah tak usah banyak bicara Pak, Saya mau turun di sini. Berapa biayanya?”

.

.

Yeoja dengan balutan blazer biru itu terlihat berlari menerjang hantaman air hujan yang jatuh membasahi tubuhnya. Ia berlari menyusuri trotoar jalan dengan sepatu high heels yang dikenakannya. Kondisi jalan yang memang licin, membuat keseimbangan tubuhnya goyah. Sesekali ia terpeleset jatuh, namun sama sekali tak membuatnya patah semangat. Dengan kaki yang terlihat memar dan mengeluarkan sedikit cairan kenta merah, ia tetap berlari.

Tak perduli dengan beribu-ribu bulir air yang menghantam tubuhnya. Tak perduli dengan banyak pasang mata yang melihatnya tengah berlari di tengah hujan deras seperti ini dengan menenteng (?) sepatu high heelsnya.

“Wonnie~ maafkan aku.”

Bulir air hujan yang membasahi wajahnya, menyamarkan bulir air mata yang berhasil keluar dari manik onyxnya. “Mianhae~..”

.

.

~~(^_^)~~ Angry

Seorang namja dengan balutan kemeja hitamnya terlihat tengah duduk di pinggir ranjang king size miliknya. Pandangannya terarah lurus ke depan. Kosong. Ya, kedua bola obsidian itu terlihat sayu. Entah sudah keberapa kalinya, manik itu menggambarkan kesedihan yang teramat sangat dalam. Siwon, namja berdimple smile yang tengah terduduk di ranjangnya itu mengarahkan pandangannya ke meja nakas yang terletak tak jauh dari tempat tidurnya.

Tak butuh waktu lama, hingga tangan kekar itu mengambil sebuah benda kecil dari dalam laci nakas. Benda yang selalu digunakannya untuk menyalurkan kemarahannya. Benda yang sudah kembali menemaninya 1 bulan belakangan ini. Dulu, benda ini pun selalu digunakannya untuk meluapkan seluruh kekesalannya, seluruh amarahnya pada kedua orangtuanya yang selalu meninggalkannya. Yang tak pernah sedikitpun mempunyai waktu untuknya. Bagi mereka, pekerjaan yang tengah mereka geluti adalah hal utama, tanpa perduli perkembangan psikis buah hatinya. Membuat Siwon, tumbuh dewasa tanpa merasakan kasih sayang kedua orang tuanya.

Benda kecil itu adalah sebuah silet, yang selalu digunakannya untuk menggores tubuhnya, membuat luka tersendiri di dalam tubuhnya. Ya, Siwon meluapkan seluruh kekesalannya, dengan melukai tubuhnya sendiri. Terutama bagian tubuh yang tak terlihat, seperti dada dan bagian perut.

Ia tak pernah marah, tak pernah berteriak. Baginya marah hanya akan membuang energinya. Hanya akan membuat orang lain tersakiti karena amarahnya. Biarlah hanya dirinya sendiri yang merasakan kemarahannya. Hanya dirinya sendiri yang terluka. Sebenarnya, kebiasaannya yang melukai diri sendiri saat sedang marah sudah berhenti saat dirinya menjalin hubungan dengan Kyuhyun, yang telah ia anggap sebagai dunia barunya.

Namun kebiasaan itu muncul lagi, saat sebuah pengkhianatan diterimanya. Pengkhianatan yang dilakukan Kyuhyun secara terang-terangan di hadapannya. Kebiasaan melukai tubuhnya dengan menggoreskan silet tajam itupun ia lakukan kembali, agar rasa marah, cemburu dan kekesalannya dapat tersalurkan.

Siwon membuka satu persatu kancing kemeja yang dikenakannya. Setelah kemeja itu berhasil terbuka, ia segera melakukan aksinya.

SRREETTT!

Goresan tajam silet itupun berhasil mengoyak kulit di daerah perutnya, membuat namja dengan postur tinggi semampai itu mengepalkan tangannya hingga buku-buku jarinya terlihat memutih. Membuat kepalanya menengadah ke atas, merasakan sensasi perih luar biasa hebat yang mendera bagian perutnya. Tak ada suara, tak ada teriakan. Hanya liquid bening yang berhasil meluncur membasahi pipinya. Menandakan seberapa besar rasa perih yang dirasakannya.

SREEETTTT!

Dan untuk ke dua kalinya dalam satu hari ini, Siwon kembali menggoreskan silet tajam itu, pada bagian dada atasnya. Membuat sebuah luka gores dengan darah yang seketika mengucur. Ia memejamkan matanya, guna menahan rasa sakit yang kian menderanya.

“WONNIE~” suara teriakan seorang yeoja terdengar sangat keras, menginterupsi kegiatan namja berdimple smile yang tengah melukai tubuhnya itu. Siwon tersentak, ia menolehkan wajahnya ke asal suara.

“Kyu~’ Ucapnya dengan nada parau yang amat kentara.

Kyuhyun berjalan dengan kaki yang terseok, karena beberapa kali terjatuh di trotoar jalan. Dengan blazer dan kemeja yang basah. Dengan kaki yang tak beralaskan apapun. Ia berjalan menuju ke arah Siwon yang tengah duduk di pinggir ranjangnya, dengan silet ditangannya.

“Apa yang kau lakukan?” Tanya Kyuhyun seraya menelusuri seluruh tubuh Siwon yang penuh dengan goresan luka.

Siwon segera menutup kembali kemejanya. “Tidak ada.” Ucapnya pelan.

Kyuhyun beranjak mendekati tubuh Siwon, membuka paksa kemeja hitamnya. Matanya terbelalak lebar saat melihat banyak luka goresan yang bahkan masih mengeluarkan darah di bagian dada dan perut Siwon.

“Apa ini Wonnie?”

Bulir bening kembali meluncur dari manik Siwon, kala dilihatnya kedua obsidian Kyuhyun yang tengah menatapnya sendu, seolah meminta jawaban akan pertanyaan yang dilontarkannya.

Kyuhyun melepas blazer yang digunakannya, kemudian merobek helaian kain kemeja birunya. Perlahan ia usap darah yang mengalir itu menggunakan kain kemejanya.

“Aku tidak apa-apa Kyu~” Lirih Siwon.

“Apanya yang tidak apa-apa, huh? Ini darah! Dan kau terluka! Sebenarnya apa yang kau lakukan?” urat-urat halus tercetak jelas di daerah leher Kyuhyun. Ia tatap kedua manik elang Siwon intens.

“Hanya luka kecil.”

“Luka kecil katamu, eoh? tapi ini banyak! Mengapa ada goresan sebanyak ini?”

“Hanya luapan kemarahanku saja.”

Kegiatan Kyuhyun menghapus darah yang mengalir dari tubuh SIwon terhenti. “Luapan kemarahan?” Tanyanya dengan alis yang mengernyit.

Siwon menggangguk, “hmm~”

“Apa maksudmu?”

“Setiap marah, aku akan melukai tubuhku sendiri sebagai pelampiasannya.”

“Mwo? Tapi ini menyakiti dirimu sendiri!”

“Tak apa, asalkan kemarahanku tak menyakiti hati orang lain.”

Jantung Kyuhyun seolah terhenti kala mendengar ucapan Siwon. “Jadi ini yang kau lakukan jika sedang marah padaku? Melukai tubuhmu seperti ini?”

“Hm.”

“Jadi selama sebulan ini, kau terus melakukannya? Selama sebulan saat aku mengkhianatimu,kau terus melakukan hal seperti ini? mengapa kau tak marah padaku? Mengapa kau tak menegurku? Mengapa?” Kini Kyuhyun yang tak mampu lagi menahan liquid bening yang telah bergumul di pelupuk matanya.

“Aku tak akan pernah mau membentakmu, berbicara kasar padamu, aku hanya akan menyalurkan kemarahanku dengan melukai tubuhku.”

“Sebanyak inikah luka yang kau rasakan?”

“Kau bisa melihatnya.” Seulas senyum tipis terukir jelas di bibir joker Siwon, membuat hati Kyuhyun mencelos seketika. Kyuhyun segera merengkuh tubuh di hadapannya. ia eratkan pelukan itu, hingga membuat Siwon sedikit sesak.

“Kyu~”

“Mianhae~ maafkan aku Wonnie~ aku tak bermaksud seperti ini! Aku hanya ingin mengujimu. Karena selama ini kau tak pernah sekalipun marah padaku, Aku kira kau tidak mencintaiku, maafkan aku. Sungguh aku tak berselingkuh! Aku hanya mencintaimu. Hanya kau Wonnie~ aku bersumpah.”

Tangan Siwon terulur, mengacak lembut surai Kyuhyun. “Aku mengerti, maafkan aku yang tak pernah bisa menyampaikan rasa marahku padamu. Bukan berarti aku tak mencintaimu, aku mencintaimu Kyu, sangat-sangat mencintaimu. Karena itu, aku tak akan pernah berani memarahimu. Karena aku sangat mencintaimu.”

“Aku janji, aku janji tak akan pernah membuatmu marah lagi. Aku janji.”

“Hm~ Jangan buat aku cemburu seperti itu lagi ya, hatiku sakit,Kyu~.”

“Tidak akan.”

“Gomawo~.”

“Wonnie~.” Kyuhyun semakin mengeratkan pelukannya.

“Tubuhmu basah, Kyu~”

“Eh…?” Kyuhyun melepaskan pelukannya, kemudian memandang tubuhnya yang basah.

“Ah iya, tadi aku kehujanan.” Ucap Kyuhyun seraya menepuk pelan keningnya.

“Kalau begitu, gantilah pakaianmu! Nanti kau sakit.”

Kyuhyun menarik salah satu sudut bibirnya. “Aku tak akan sakit jika kau mau melakukan sesuatu untukku.”

Alis Siwon terlihat mengernyit. “Melakukan sesuatu? Apa itu?”

Kyuhyun membuka satu persatu kancing kemeja basahnya, membuat Siwon membulatkan matanya lebar. “A—apa yang kau lakukan, Kyu?” Tanya Siwon gagap.

“Bukankah kau pernah bilang, hawa panas dari tubuh manusia itu akan menguar jika kulit mereka saling bersentuhan? Kalau begitu, aku ingin menyentuh kulit tubuhmu secara langsung, agar aku merasa hangat. Bukankah rasa hangat yang ditimbulkannya melebihi selimut tebal sekalipun?”

“Maksudmu?”

“Ssssttt.. Kau diam saja. Nikmati saja, oke?”

Alis Siwon yang tadinya terlihat mengernyit, kini kembali ke bentuk semula. Senyuman indah terukir jelas di wajahnya. Senyuman yang lebih tepat disebut sebuah ‘seringaian’

“Baiklah jika itu maumu. Dengan senang hati Nyonya Choi.”

.

.

.

.

END!

Sign,

^Cherry^

Your Smell

copie2dekyuwon5.jpg

Your Smell~

Cast :

# Choi Siwon

# Cho Kyuhyun

Disclaimer : Para cast di ep-ep ini adalah milik Tuhan Yang Maha Esa, kecuali Kyuhyun yang sepenuhnya milik saya! Kekekek~

Warning : GS / Typo(s) / aneh / abal / gaje / cerita pasaran

Length : Oneshoot

Summary : Seorang Choi Siwon, namja yang selama ini menyandang predikat “Sempurna” di mata para yeoja ternyata memiliki sebuah rahasia. Aroma tubuh alami Cho Kyuhyun, yeoja yang telah lama menjadi sahabatnya itu sudah menjadi candu baginya, menyebabkannya tak bisa sedikitpun lepas dari Kyuhyun. Setiap malam harus tidur satu ranjang, demi membuat Siwon terlelap. A story about Wonkyu/GS/OS

.

.

~~(^_^)~~ The Story Is Begin!

.

.

Tampan, kaya, cerdas, baik hati. Ya begitulah spesifikasi yang tepat jika kalian ingin mendefinisikan seorang Choi Siwon, seorang bintang kampus yang sangat terkenal. Dia merupakan salah satu bukti dari pahatan sempurna yang telah diciptakan Tuhan. Selain wajahnya yang tampan rupawan, ia juga merupakan namja baik hati yang selalu mengukir senyuman kepada siapa saja yang dikenalnya.

Menjadi anak tunggal dari pemilik Hyundai Department, tak ayal membuatnya menyombongkan diri. Dengan menyandang status seperti itu, ia sering mengikuti beberapa kegiatan social dan acapkali menjadi donatour utama dalam setiap kegiatan. Membuatnya semakin dikenal dengan kebudiluhurannya. Hanya spekulasi positif yang selalu diterimanya.

Dimple smile yang menambah kadar ketampanan dalam wajahnya, membuatnya semakin dikagumi para yeoja di kampusnya. Ditambah lagi postur tubuhnya yang tinggi menjulang dan oh, jangan lupakan tubuhnya yang sangat atletis. Tak hanya mahasiswi saja yang mengaguminya, namun para dosen yeojapun turut serta menjadi fangirl dari seorang Choi Siwon.

Sempurna! Ya 1 kata itu mungkin mampu mewakili berbagai macam definisi mengenai dirinya. Namun siapa sangka, dibalik kesempurnaannya itu ada sebuah rahasia yang ia coba sembunyikan?

.

.

Pagi yang cerah di awal Bulan Maret. Matahari perlahan mengintip dari balik celah-celah jendela kamar. Suara burung yang saling bersahutan terdengar mengalun merdu, membuat suasana hati siapa saja yang sudah membuka matanya di pagi secerah ini, seolah tak kalah cerah dengan sinar yang dipancarkan sang mentari pagi.

Seorang namja berperawakan tinggi terlihat masih setia bergelut dengan selimut tebalnya. Dan jangan lupakan seorang yeoja bersurai brunette panjang dengan balutan piyama biru muda yang tengah tertidur di ranjang yang sama dengan namja berpostur tinggi itu.

Hidung Siwon –namja berperawakan tinggi yang tengah mengatupkan matanya-, masih setia menempel pada leher jenjang seputih susu yeoja yang berbaring di sebelahnya. Menghirup wangi alami yang menguar dari tubuh yeoja cantik dengan manik onyxnya itu. Ya, bagi Siwon, wangi itu adalah candu. Candu yang telah berhasil mencuci otaknya dan tak akan pernah bisa ditinggalkannya.

Siwon, namja tampan, kaya, dan baik hati itu tak pernah bisa lepas dari seorang Cho Kyuhyun, yeoja bersurai brunette panjang yang merupakan sahabatnya sedari kecil. Mereka bersahabat karena memang telah ditakdirkan menjadi tetangga sejak mereka lahir. Siwon sangat menyukai wangi tubuh alami dari seorang Cho Kyuhyun. Oleh karena itu, setiap malam, Kyuhyun selalu menginap di kediaman Choi, hanya untuk menemani Siwon tidur.

Pasalnya, Siwon tak pernah bisa tertidur jika tak mencium aroma tubuh yeoja dengan postur tinggi semampai itu. Tidak, mereka sama sekali tidak menjalin hubungan istimewa. Hanya sahabat, ya begitulah persepsi dari seorang Choi Siwon dan Cho Kyuhyun. Mereka tetap keukeuh memegang teguh prinsip persahabatan yang mereka jalin, tanpa menekankan perasaan yang senantiasa bergelayut dalam hati keduanya.

Namun hubungan ini terlalu berlebihan bukan jika hanya disebut seuah ‘persahabatan’? Bisa saja mereka menggunakan alibi ini hanya sebagai tameng? Entahlah. Yang jelas, hidup Choi Siwon akan selalu bergantung pada Cho Kyuhyun. Karena Siwon, tak pernah bisa lepas dari yeoja berparas cantik dengan manik onyxnya itu.

“Eunnggghhh~” Lenguhan kecil terdengar mengalun merdu dari bibir sintal yeoja dengan balutan piyama birunya, kala sinar mentari pagi menelisik masuk menerpa wajah cantiknya melalui celah-celah tirai jendela. Badannya ia gerakkan untuk sekedar merenggangkan otot-ototnya.

Matanya terlihat mengerjap lucu, membiasakan cahaya yang masuk menerobos retinanya. Pandangannya terhenti, kala kedua bola obsidiannya membidik seorang namja dengan dimple smile indah tengah tertidur pulas di sebelahnya. Dengan jarak yang bisa dibilang, errr sangat dekat, aniyo terlampau sangat dekat.

Senyuman indah terukir di bibir yeoja bersurai brunette itu kala melihat wajah polos Siwon, sang namja yang masih setia mengatupkan matanya. Tangan Kyuhyun, -yeoja bersurai brunette itu- terulur untuk mengelus lembut pipi tirus Siwon.

“Tampan.” Ucapnya tanpa sadar dengan pandangan mata yang seolah mengabsen satu persatu bagian dari wajah Siwon. Mahakarya Tuhan yang sangat sempurna.

Senyuman indah itu tak pernah hilang di wajahnya saat manik indahnya terus saja menelisik pahatan Tuhan yang terpampang jelas di hadapannya. Hatinya bergetar, darah dalam tubuhnya seketika berdesir hebat, membuatnya semakin mengembangkan senyuman indahnya.

“Wonnie~” Lirihnya pelan seraya mengacak lembut surai hitam Siwon.

Perlahan Siwon menggerakkan tubuhnya, matanya mengerjap beberapa kali guna menyelaraskan cahaya yang masuk. Saat pandangannya sudah focus, hal yang pertama kali dilihat adalah seorang yeoja cantik yang tengah tersenyum kepadanya. Yeoja dengan balutan piyama biru muda dengan rambut sedikit berantakan, yang malah membuatnya semakin…..adorable.

Seulas senyuman hangat terukir di bibir joker milik Siwon. Ia menggerakkan tubuhnya, semakin mendekatkannya pada tubuh Kyuhyun. Kyuhyun terdiam, ya hanya itulah yang dapat Kyuhyun lakukan saat Siwon kembali melakukan aksinya. Mengendus harum alami tubuhnya.

Siwon menempelkan hidung mancungnya pada perpotongan leher Kyuhyun, kembali menghirup aroma luar biasa harumnya milik yeoja bersurai brunette di hadapannya. Tangannya beranjak memeluk tubuh kurus sang yeoja. Menghasilkan sensasi tersendiri bagi keduanya di saat bersamaan.

“Mau sampai kapan seperti ini terus, eoh?” Tanya Kyuhyun seraya membalas pelukan Siwon pada tubuhnya.

“Sampai aku puas dan bosan.” Jawab Siwon mantap sambil mengeratkan pelukannya pada tubuh Kyuhyun.

“Kapan kira-kira kau akan puas dan bosan?” Kyuhyun mengernyitkan alisnya. Sebenarnya sensasi geli tengah dirasakannya, kala Siwon terus mengendus aroma tubuhnya dengan mencium leher jenjangnya. Namun dengan sekuat tenaga, ia menahannya. Berusaha bersikap senyaman mungkin, tentu saja.

“Aku tak tahu.”

Kyuhyun semakin mengerutkan keningnya.

“Lalu, kalau kau sudah menikah nanti, apa kau masih terus saja melakukan hal seperti ini padaku, eoh?”

“Sudahlah, jangan bicara macam-macam! Biarkan kita seperti ini untuk saat ini.” jawab Siwon dengan mata terpejam, membuat Kyuhyun mendecak sebal.

Hey, yeoja mana yang tahan jika terus diperlakukan seperti ini, padahal mereka hanya menyandang status sebagai sahabat? Kyuhyun juga hanya yeoja biasa. Adakalanya ia merasa jenuh dengan ini semua. Ia juga ingin menyandang status lebih, jika Siwon terus memperlakukannya seperti ini.

Cinta? Ya Kyuhyun mencintai Siwon. Siapa yang tak mencintai namja tampan bergelar plus plus seperti Siwon? Apalagi harus bertemu dengannya setiap hari, di tambah lagi harus tidur bersama setiap malam. Alangkah sangat tidak normalnya jika Kyuhyun sama sekali tak mencintai seorang Choi Siwon. Ingin rasanya ia berteriak mengeluarkan semua perasaannya selama ini, namun ia tak pernah sanggup.

Ia terus menunggu, dari kecil ia selalu menunggu pernyataan cinta yang keluar dari bibir Siwon. Namun tak pernah sekalipun Siwon mengucapkannya, membuat hatinya semakin berdenyut sakit. Merasa perasaannya digantungkan seperti ini. Mana ada yeoja yang tahan diperlakukan seperti ini?

Namun Kyuhyun, berusaha sekuat mungkin untuk tetap berada di tempatnya. Tidak pernah mundur ataupun lari menjauh. Karena ia tahu, Siwon tak pernah bisa hidup tanpa kehadirannya. Hey, jika Siwon tak bisa hidup tanpa adanya Kyuhyun, mengapa…? Ah, mungkin akan sangat banyak pertanyaan yang akan selalu terlontar melihat sikap Siwon yang seperti ini.

Mata Kyuhyun berkaca saat mengingat statusnya saat ini. Ingin rasanya ia menangis, meratapi nasibnya, namun ia harus tetap tegar. Ia harus menyimpan rapat-rapat perasaan yang sudah lama disimpannya. Asalkan Siwon bahagia dan selalu tersenyum, iapun turut bahagia. Ya, begitulah prinsip yang dipegangnya.

“Kyu~” Lirih Siwon pelan, membuat Kyuhyun terbangun dari alam lamunannya

“Hmm?”

“Maafkan aku.” Ucapnya semakin lirih seraya semakin menenggelamkan wajahnya pada ceruk leher Kyuhyun.

Kyuhyun menghela nafas pelan, berusaha menetralisir perasaan yang tengah berkecamuk riuh. “Untuk apa?” tanyanya berusaha setenang mungkin.

“Untuk segalanya.” Tanpa terasa bulir bening jatuh dari sudut mata Siwon, namun ia berusaha menyembunyikannya.

“Maksudmu?” Kyuhyun terlihat mngernyitkan alisnya, heran.

“Maafkan aku karena sudah menyusahkanmu selama ini. Apa kau lelah?”

Kyuhyun berusaha sedikit menjauhkan tubuhnya, namun belum sempat ia melakukannya, pergerakannya segera dihalau oleh Siwon.

“Jangan lepaskan pelukan ini!” Ujar Siwon semakin mengeratkan pelukannya.

“Kau kenapa Wonnie?”

“Jangan pernah tinggalkan aku, Kyu~ bertahanlah.”

Ucapan Siwon sontak membuat Kyuhyun terlonjak. Apa maksudnya?

“Aku tak mengerti.”

“Tetaplah menjadi Kyuhyunku yang seperti ini.” Siwon berkata dengan nada yang sedikit bergetar. Membuat Kyuhyun semakin mengerutkan keningnya.

“Aku akan tetap seperti ini. Kau tenanglah!” Tangan Kyuhyun terulur, mengelus lembut punggung panjang Siwon, guna menenangkannya. Senyuman miris terlukis jelas di wajahnya. Ya, biarkanlah seperti ini untuk sementara. Hmm, sementara.

~~(^_^)~~ Your Smell

“Wonnie~” Suara lembut Nyonya Choi terdengar mengalun indah.

“Ya, Eomma?” Siwon, namja yang terpanggil itupun membalas ucapan sang Eomma seraya mengunyah sarapan paginya.

“Apa kau tak kasian pada Kyunnie?” Tanya yeoja paruh baya itu pada buah hati kesayangannya yang tengah menyantap sarapan pagi dengan Kyuhyun di sebelahnya. Membuat Tuan Choi yang tengah membaca Koran di meja makan, langsung menutup korannya, kemudian turut menatap Siwon. Saat ini mereka tengah menyantap sarapan di kediaman Choi, ya suatu kebiasaan yang memang selalu mereka lakukan.

Kyuhyun menghentikan suapannya pada Siwon saat mendengar pertanyaan Nyonya Choi. Ia menatap Siwon yang terlihat tengah menatap lurus kosong ke depan, tanpa ada niatan untuk menjawab pertanyaan Eommanya.

“Wonnie~ kamu sudah besar, tidak seharusnya kau seperti ini! Kasian Kyunnie, jika harus melayani tingkah manjamu setiap hari.” Lanjut Nyonya Choi, membuat Siwon semakin mematung di tempatnya.

“Eumm~ Gwenchana Eomma, Kyunnie sama sekali tak merasa terbebani.” Jawab Kyuhyun, melihat Siwon yang sama sekali tak merespon.

“Tapi Kyunnie~ kalian itu sudah besar. Tak sepantasnya kalian masih tidur satu ranjang. Kalian bukan suami istri, bagaimana jika teman-teman kalian tahu? Pasti kau yang akan jadi bahan cemo’ohan mereka.”

Kyuhyun terdiam. Ucapan Nyonya Choi bagaikan petir yang menggelegar di siang bolong, membuat lidahnya serasa kelu. Iapun menundukkan wajahnya. Ya, memang benar, mereka bukan suami istri, bukan kekasih, hanya sahabat. Memang sangat aneh bagi keduanya untuk selalu bersama-sama bahkan sampai tidur satu ranjang di saat usia mereka sudah menginjak angka 20.

Tangan Siwon beranjak menggenggam tangan Kyuhyun, membuat Kyuhyun sedikit tersentak. “Aku tak bisa hidup tanpa Kyuhyun, Eomma~” Ucap Siwon mantap. Kyuhyun memandang sendu wajah Siwon yang tengah menatap Eommanya dengan penuh keyakinan.

Nyonya Choi menghela nafas pelan. “Jika kau tidak bisa hidup tanpa Kyuhyun, kenapa kalian tidak menikah saja?”

Pertanyaan Nyonya Choi kini benar-benar membuat Siwon dan Kyuhyun mematung di tempatnya. Tanpa kata, tanpa suara. Hey, menikah? Pacaran saja tidak?

“Sudahlah sudah, tak usah membicarakan hal itu dulu. Habiskan dulu sarapannya.” Ucap Tuan Choi berusaha menengahi, membuat Kyuhyun dan Siwon sama-sama menghembuskan nafas lega.

“hhhhh~” Suara hembusan nafas Nyonya Choi terdengar jelas. Mengakhiri pembicaraan menegangkan sebelumya. Kyuhyunpun kembali pada aktivitas semulanya, menyuapi Siwon. Ya, Siwon memang selalu meminta untuk disuapi oleh Kyuhyun. Terlalu kekanakan memang, tapi Kyuhyun tak pernah sekalipun menolak. Ia selalu melakukan apapun yang diminta Siwon. Apapun.

~~(^_^)~~ Your Smell

“Dia hanya temanku, Wonnie~ percayalah.” Ucap seorang yeoja bersurai brunette panjangnya kepada seorang namja berdimple smile yang tengah duduk di sampingnya. Saat ini mereka tengah berada di taman belakang kampus.

“Kau yakin hanya teman?” Tanya Siwon, namja berdimple smile itu seraya menatap tajam kedua bola obsidian milik Kyuhyun, sang yeoja bersurai brunette panjangnya itu.

“Ya,memang kami hanya berteman.”

“Jika kalian hanya berteman, mengapa dia merangkulmu tadi, eoh?” Alis Siwon terlihat mengernyit kala pertanyaan sakral itu berhasil dilontarkannya.

“Hanya sebatas merangkul, tidak lebih.”

“Apa katamu? Hanya sebatas merangkul, eoh?”

“Ya, bukankah rangkulan sesama teman itu adalah hal yang wajar?” Urat-urat halus mulai terlhat di leher jenjang Kyuhyun, kala menghadapi sikap kekanakkan Siwon.

“Tapi dia menyukaimu!”

“Lalu?”

Siwon mengacak surai hitamnya frustasi. Ia gigit kecil bibir jokernya, menandakan seberapa frustasinya ia saat ini. Sungguh ia sangat tidak rela, tidak rela jika ada namja lain yang berani menyentuh Kyuhyun. Baginya, Kyuhyun hanya miliknya.

“Apa ada yang salah jika Changmin menyukaiku?” Tanya Kyuhyun seraya menatap kedua manik Siwon intens. Seolah meminta jawaban logis dari namja berdimple smile indah di hadapannya.

“Jelas itu salah!” Jawab Siwon lantang.

Kyuhyun mendecak sebal. “Salah katamu?”

“Ya, itu salah! Tak ada seorangpun yang boleh menyukaimu!” Ucap Siwon yang seketika membuat Kyuhyun mebulatkan matanya.

“Mwo? Apa maksudmu?”

“Apa aku harus mengulangi perkataanku?”

Kyuhyun kembali mendengus sebal. Hey, memang siapa Siwon? Bukankah ia hanya menganggap Kyuhyun sebagai sahabatnya? Mengapa dia berani sekali mengatakan hal seperti itu?

“Mengapa ia tak boleh menyukaiku, eoh?” Kyuhyun mencoba mengatur nafasnya, menetralisir perasaan yang tengah berkecamuk di benaknya kini. Berusaha keras mencoba menahan bludakan air mata yang senantiasa siap mengeluarkan dirinya dari tempat persembunyiannya.

“Karena kau milikku!”

Ucapan Siwon sontak membuat mata Kyuhyun berkaca. Miliknya katanya? Hey, bahkan Siwon tak pernah sekalipun mengucapkan kata “cinta”. Mengapa ia selalu saja mengikrarkan jika Kyuhyun adalah miliknya? Sebenarnya siapa yang salah di sini?

Kyuhyun menangkupkan tangan kanannya pada mulutnya, berusaha menahan isakannya. Bulir bening sudah tak mampu lagi di tahannya. Meluncur begitu saja, membasahi pipi chubbynya.

“Kau jahat Wonnie~.” Ucap Kyuhyun seraya beranjak bangkit dari posisinya. Namun saat kakinya mulai melangkah, tangannya segera dihalau oleh Siwon.

“Apa maksudmu aku jahat?”

“…” Kyuhyun terdiam. Lidahnya serasa kelu saat ini. Membuatnya tak sedikitpun membalikkan tubuhnya.

Siwon menarik lembut tangan Kyuhyun, menghadapkan wajah cantik itu untuk melihat wajahnya. Tangannya tergerak untuk menyentuh lembut kedua bahu yeoja cantik dengan mata yang terlihat memerah dan jejak-jejak air mata di pipinya.

“Mengapa kau bilang aku jahat, eoh?” Tanya Siwon lembut. Tangan kanannya tergerak untuk mengangkat dagu Kyuhyun agar menatap wajahnya. Miris, ya itulah yang SIwon rasakan kala kedua obsidian Kyuhyun menatapnya sendu.

“Kau tak pernah mengerti perasaanku.” Jawab Kyuhyun dengan nada bergetar..

Hati Siwon seketika mencelos mendengar jawaban yang dilontarkan Kyuhyun.

“Apa maksudmu?” Tangan Siwon terulur untuk menghapus jejak-jejak air mata yang masih mengalir indah di pipi chubby Kyuhyun.

“Apa boleh aku bertanya sesuatu?” Tanya Kyuhyun seraya menatap manik Siwon intens.

“Apa yang mau kau tanyakan?”

“Apa kau mencintaiku?”

Deg!

Sebuah pertanyaan yang terbilang simple, bagaikan sengatan listrik dengan tegangan jutaan volt yang datang secara tiba-tiba menyerang tubuh namja berperawakan tinggi tersebut. Siwon hanya mampu terdiam di tempatnya, menatap Kyuhyun dengan pandangan kosong.

“Jawab aku Wonnie~.” Pinta Kyuhyun dengan suara paraunya.

“….” Siwon terdiam.

“hhhh~.. aku tau akan selalu seperti ini.” Kyuhyun menghela nafas pelan, melihat Siwon yang hanya diam mematung di tempatnya.

Siwon terdiam. Hembusan angin seketika menerpa wajahnya. Membuat surai hitamnya bergerak menyelaraskan diri dengan hembusan sang angin. Lidahnya kelu, seolah tak ada kata yang mampu ia ucapkan.

“Jawab aku Choi Siwon! Apa kau mencintaiku? Mengapa kau selalu melarangku dekat dengan namja lain? Apa yang salah?”Kyuhyun semakin meninggikan tingkat oktav suaranya, membuat Siwon sedikit terlonjak kaget mendengarnya.

“Kyu~…” lirih Siwon pelan, membuat Kyuhyun kembali mendengus sebal.

“Mengapa kau tak pernah bisa menjawab pertanyaanku, eoh?”

Dengan satu kali gerakan, Siwon membawa Kyuhyun ke dalam dekapannya. Menyembunyikan wajahnya ke dalam ceruk leher Kyuhyun, mencoba mengendus wangi harum alami Kyuhyun yang selama ini selalu berfungsi sebagai hormon penenangnya.

Kyuhyun membulatkan matanya. Lagi-lagi Siwon melakukan hal yang sama jika Kyuhyun melontarkan pertanyaan seperti itu.

“Aku mohon, bertahanlah~ bertahanlah Kyu~..” Ucap Siwon lirih.

“Sampai kapan?” Kyuhyun kembali menahan isakannya. Sudah tak dapat terhitung jari lagi, Siwon mengatakan pada dirinya untuk bertahan. Harus sampai kapan?

“…” Siwon terdiam.

“Hiksss.. harus sampai kapan Wonnie?” Dan akhirnya isakan itupun berhasil keluar dari mulut yeoja cantik bersurai kecoklatan itu. Membuat Siwon semakin mengeratkan pelukannya.

Dan lagi-lagi Kyuhyun harus mengalah. Iapun hanya mampu diam membisu di tempatnya. Perlahan manik indah itu terkatup, Merasakan pelukan hangat Siwon, namja yang selama ini selalu mengisi hari-harinya. Namja yang selalu dicintainya. Merekapun larut akan pelukan hangat tanpa batas. Ditemani semilir angin yang mengalun lembut. Membuat keduanya sama-sama menyelami alam pemikiran masing-masing.

~~(^_^)~~ Your Smell

Hari ini adalah hari di mana seluruh mahasiswa Inha University melakukan pengambilan nilai olahraga renang. Cuaca yang cerah semakin mendukung dan mengobarkan semangat para mahasiswa untuk memperoleh nilai terbaik dalam bidang olahraga renang kali ini. Tak terkecuali, yeoja cantik dengan manik onyx indah serta surai brunette panjang dikuncirnya yang tengah melakukan pemanasan di pinggir kolam renang. Guna meregangkan otot-ototnya, agar tak terjadi kram saat berenang.

“Semangat sekali?” Ujar seorang namja tampan berpostur tubuh semampai dengan dimple yang menghiasi wajahnya kepada Kyuhyun, yeoja yang tengah melakukan warming up di pinggir kolam renang.

Kyuhyun menolehkan wajahnya ke asal suara. Seulas senyum tipis terpahat jelas di bibir sintalnya. “Kali ini aku harus menjadi yang terbaik.” Ucap Kyuhyun dengan semangat tinggi, membuat tangan Siwon, namja dengan balutan kaos birunya itu tergerak mengacak surai kecoklatan itu pelan.

“Aku yakin kau pasti bisa!” Semangat Siwon pada Kyuhyun, yeoja dengan balutan baju renang biru seksinya.

“Tapi aku sedikit tak suka, melihatmu berpakaian seperti ini.” Siwon memegang dagunya, matanya tergerak menatap lekukan tubuh seksi Kyuhyun yang terpampang dengan sangat jelas di hadapannya.

“Eh..? Kenapa?” Tanya Kyuhyun dengan alis yang mengernyit.

“Jika sudah selesai, cepatlah naik lalu pakai handukmu! Aku tak suka melihatmu berpakaian seksi seperti ini. Aku tak mau namja lain menikmati tubuh indahmu.” Ucap Siwon panjang lebar, yang mungkin lebih mirip dengan sebuah petuah.

“kkkk~ kau lucu sekali, Wonnie.” Kyuhyun terkekeh mendengar sebuah petuah yang dilontarkan Siwon.

“Aku serius!”

“Ne~ arraseo kaptain Choi!” Kyuhyun menggerakkan tangannya, membentuk sebuah isyarat penghormatan kepada Siwon yang terlihat masam.

Siwon tersenyum tipis, ia kembali mengacak lembut surai kecoklatan Kyuhyun. Membuat Kyuhyun membalasnya dengan senyuman serupa.

“Ah ya, apa yang akan kau lakukan untuk mengganti nilai renangmu, nanti?”

“Hmm~ mungkin mengerjakan soal-soal tentang olahraga renang.”

Kembali senyuman indah terlukis di wajah Kyuhyun “Semangat Tuan Choi! kau pasti bisa menjawab semua soal dengan benar.” Tangan Kyuhyun tergerak melayang ke atas. Seolah hendak memberikan semangatnya pada Siwon.

Ya, karena sesuatu hal, Siwon tak pernah bisa melakukan olahraga berat. Tak pernah sekalipun Siwon terlihat melakukan pengambilan nilai olahraga. Karena olahraga merupakan hal yang tak pernah boleh dilakukannya. Satu kelemahan Choi Siwon yang berhasil terkuak saat ini. Ia bukanlah seorang namja kuat yang mungkin sempat kalian pikirkan.

Tubuhnya lemah, sangat lemah. Ya begitulah kondisi Choi Siwon. Ia hanya pintar dalam bidang akademik, namun dalam bidang olahraga? Kemampuannya sangat bertolak belakang. Hanya sebatas olahraga ringanlah yang bisa ia lakukan. Tubuh atletis didapatnya karena prinsip hidup sehat yang selalu diterapkannya selama ini.

“Kau pasti bisa Cho Kyuhyun!”

.

.

“Bagaimana dengan rencana kita hari ini?” Tanya seorang namja berperawakan tinggi kepada kedua orang temannya.

“Pasti akan berjalan sesuai rencana.” Jawab salah seorang namja dengan tubuh tambunnya.

“Baiklah, rencana kita tak boleh gagal! Arraseo?”

“Hmm~”

.

.

“Kyunnie! Kemarilah! Tolong ajari kami!” Suara yeoja cantik dengan balutan baju renang seksi berwarna putihnya terdengar jelas, membuat Kyuhyun, yeoja yang dipanggil namanya itu menolehkan wajahnya ke asal suara. Ia baru saja memecahkan rekor sebagai perenang paling cepat di antara mahasiswa lain.

“Ne, Arraseo!” Kyuhyun melangkahkan kakinya, berjalan melawan arus air di kolam renang, menuju ke arah yeoja yang memanggilnya. Tanpa memperhatikan beberapa namja yang sedari tadi mengincarnya. Perlahan mereka berjalan mendekati Kyuhyun yang sama sekali tak menyadari keberadaan mereka.

“Hanal dul set!”

SREEKK!

Dengan satu kali gerakan, namja bertubuh tambun itu menggerakkan tangannya, menarik tali baju renang yang membalut tubuh Kyuhyun hingga setengah dadanya. Membuat payudaranya terlihat dengan sangat jelas. Kyuhyun tersentak, dengan wajah yang tertunduk ia menelungkupkan (?) tangannya pada dadanya, guna menutupinya.

“hahahahhahaha… Waau, besar sekali! hahahha” suara tawa kian riuh menggelegar, membuat Kyuhyun tak mampu lagi menahan air matanya. Malu, ya itulah yang tengah dirasakannya kini.

Hey bagaimana perasaanmu jika beberapa orang jahat tak bertanggung jawab, menarik tali baju renangmu, hingga memperlihatkan payudaramu di depan orang banyak? Sangat memalukan bukan? Wajah Kyuhyun semakin memerah. Ia hanya mampu terdiam dengan wajah yang tertunduk.

BYUURRR~

BUUUGGHH! BUUUGGHHH!

Suara hantaman keras terdengar sangat jelas. Membuat Kyuhyun menolehkan wajahnya ke asal suara. Dilihatnya Siwon dengan wajah yang memerah tengah memberikan pukulan telaknya pada beberapa namja yang dengan berani-beraninya memperlakukan Kyuhyun dengan sangat tidak etis seperti itu.

“Wonnie~” Kyuhyun berteriak dengan tingkat oktav terlampau tinggi. Namun nampaknya Siwon sama sekali tak mengindahkannya. Ia masih terus memberikan pukulan-pukulan kasarnya pada 3 orang namja di hadapannya.

“APA YANG KALIAN LAKUKAN, HAH?” teriak Siwon dengan wajah yang masih memerah sempurna. Menandakan seberapa marahnya ia saat ini.

“KURANG AJAR!”

BUUGGHH! BUUUGGHHH!

“Wonnie~”

Kyuhyun melangkahkan kakinya, bergerak menuju tubuh Siwon yang terlihat bergetar dengan nafas yang tersengal. Perlahan Kyuhyun menarik tangan Siwon, menghadapkan tubuh namja berperawakan tinggi itu ke arahnya.

Ditatapnya manik Siwon yang terlihat memerah. Nafas Siwon masih terasa tak teratur. Amarah yang begitu tinggi membuatnya lupa akan kondisinya yang terlampau lemah. Tangan Kyuhyun terulur untuk menghapus bulir bening yang berhasil meluncur indah membasahi pipi Siwon.

“Sudahlah~”

“Bagaimana bisa….” Ucapan Siwon terhenti saat Kyuhyun merengkuh tubuhnya.

“Ayo kita naik!” Ujar Kyuhyun setenang mungkin.

“Aku tak mau! Aku harus membalas mereka!” Dengan satu kali gerakan, Siwon melepaskan pelukan Kyuhyun pada tubuhnya. Kemudian Siwon kembali memberikan pukulan beringasnya kepada para namja yang sudah terlihat mengeluarkan darah segar dari hidung dan mulutnya.

BUUUGHHH! BUUGHHH! BUUGGGHH!

“Wonnie!” Kyuhyun kembali menarik tangan Siwon, membawanya ke dalam rengkuhan hangatnya. Postur tubuhnya yang tak jauh dengan tinggi Siwon, membuatnya sedikit merasa mudah untuk merengkuh tubuh yang tengah bergetar di hadapannya.

“Cium leherku!” Titah Kyuhyun pada Siwon

“Tapi aku…”

“Cepat cium leherku, Wonnie!”

Kyuhyun menggerakkan tangannya, menekan tengkuk Siwon untuk masuk ke dalam ceruk lehernya. Mencium aroma alami yang menguar dari tubuhnya. Ya, aroma yang dapat digunakan sebagai obat penenang bagi seorang Choi Siwon. Cukup lama mereka melakukan hal itu, dengan banyak pasang mata yang menyaksikan kejadian romantis yang tengah berlangsung.

Beberapa di antara mereka bahkan masih sempat-sempatnya mengeluarkan gadget pribadi, untuk mengabadikan kejadian romantis tersebut.

“Ayo kita ke ruang kesehatan! Lihat bajumu, basah seperti ini.”

“Hmm~”

Dan berhasil, aroma tubuh Kyuhyun memang selalu berhasil menjadi penenang alami seorang Choi Siwon.

~~(^_^)~~~ Your smell

“Mengapa kau melarangku untuk memukul mereka, eoh?” Tanya Siwon pada Kyuhyun yang tengah mengeringkan tubuh Siwon dengan handuk yang dibawanya.

Kyuhyun hanya terdiam. Ia tetap melanjutkan aktivitasnya, mengeringkan tubuh Siwon.

“Jawab aku, Kyu!”

“Untuk apa kau melakukan itu, eoh?”

“Untuk apa katamu? Tsk.”

“Aku tak memintamu melakukannya.”

“Mwo?” Mata Siwon membulat seketika saat mendengar ucapan yang terlontar dari mulut Kyuhyun.

Kyuhyun menghentikan aktivitasnya. Ia tatap intens kedua bola obsidian Siwon yang terlihat masih memerah.

“Kau tau apa resiko dari hal yang kau lakukan tadi, huh?”

“Apa maksudmu?”

Kyuhyun mendengus sebal. “Apa kau tak memikirkan kondisimu, sebelum kau melakukan hal itu, eoh?”

“Aku tak mengerti.”

“Jantungmu lemah Choi Siwon! Kau tak boleh melakukan hal senekat itu! bagaimana jika sesuatu terjadi padamu, eoh?”

Siwon tersentak. bagaimana Kyuhyun masih saja memikirkan keadaannya saat kondisinya tengah terpojok seperti tadi?

“Aku tak perduli, aku hanya tak ingin kau dilecehkan seperti itu!”

“Tapi aku perduli! Jangan pernah kau ulangi hal bodoh itu lagi!”

“Aku akan tetap melakukannya!”

“Choi Siwon! Mengapa kau seperti ini, huh?”

“Karena aku tak mau kau disentuh namja lain! Hatiku sakit saat banyak pasang mata yang melihat dadamu! Kau tau itu, hah?”

“Mengapa bisa seperti itu?”

“Karena kau itu milikku! Dan hanya aku yang boleh melihatnya! Bahkan aku tak pernah sekalipun melihatnya, mengapa mereka seenaknya melihat apa yang telah menjadi milikku?” Siwon berucap dengan nada terlampau tinggi, membuat Kyuhyun membulatkan matanya.

“Jadi karena itu? kalau begitu baiklah.”

Kyuhyun menggerakkan tangannya, membuka satu persatu kancing kemeja putih yang dikenakannya. Ya ia telah mengganti baju renangnya tadi dengan kemeja putih yang dibawanya. Mata Siwon terlihat membulat kala melihat Kyuhyun yang dengan santai melepaskan satu persatu kancing kemejanya.

“A—apa yang kau lakukan?” tanya Siwon gagap.

“Bukankah ini yang kau inginkan, eoh?” dan akhirnya kemeja itupun berhasil terbuka, menampilkan 2 bongkahan besar yang tak tertutup sehelai benangpun, karena memang Kyuhyun lupa membawa bra untuk mengganti branya yang basah.

Tangan Siwon terulur, menutup satu persatu kancing kemeja Kyuhyun yang terbuka.

“Bukan ini maksudku!” Ucapnya dengan nada lirih.

“Lalu apa? Aku rela melakukan apapun yang kau inginkan, asal kau tak pernah melakukan hal senekat itu lagi…” Kyuhyun menatap sendu manik elang Siwon, membuat hati Siwon seketika berdenyut sakit. Perlahan ia rengkuh tubuh yeoja yang terlihat bergetar di hadapannya.

“Mianhae~.” Lirih Siwon pelan.

“…” Kyuhyun terdiam.

“Inilah alasan mengapa aku tak pernah menyatakan rasa cintaku yang sudah tertanam amat dalam kepadamu. Aku lemah…Aku namja lemah Kyu~ aku tak bisa melindungimu. Aku takut untuk sekedar menyatakan perasaan ini padamu. Aku takut… hidupku tak akan lama, Kyu~ maafkan aku.”

Kyuhyun melepaskan pelukan Siwon dengan kasar.

“Apa kau itu Tuhan, eoh?”

Siwon mengernyitkan alisnya, melihat Kyuhyun yang tengah menatapnya dengan mata berkaca.

“Apa maksudmu?”

“Aku yang seharusnya bertanya, apa maksudmu bahwa hidupmu tak akan lama lagi, eoh?”

“Tapi memang itu yang dokter telah katakan padaku.”

“Kalau begitu, apa dokter itu Tuhan?”

“Tentu saja bukan.”

“Kalau kau tahu mengapa kau sangat mempercayainya, huh? Yang menentukan hidup seseorang itu bukanlah manusia, tapi Tuhan! Kau harus berusaha agar Tuhan tahu seberapa besar usahamu untuk sembuh melawan penyakitmu! Jangan menjadi namja lemah seperti ini! Tuhanpun akan malas memberikan hidup kepada namja yang hanya bisa meratapi nasibnya.”

Siwon terdiam mendengar penjelasan panjang lebar yang diucapkan Kyuhyun.

“Dan aku….aku mencintaimu! Penyakitmu bukanlah sebuah alasan bagimu untuk selalu menghindar dari perasaanmu. Aku, aku sangat mencintaimu. Apapun akan aku lakukan demi kesembuhanmu. Tak tahukah kau selama ini aku selalu rela melakukan apapun yang kau inginkan? Bahkan meninggalkan kehidupanku sendiri, tapi kau? Kau malah menggantungkan perasaanku. Apa kau tau seberapa sakit dan hancurnya hatiku saat itu, eoh?”

Liquid bening sudah tak mampu lagi ditahan Kyuhyun. Pandangannya terlihat sedikit mengabur akibat air mata yang terus menerus jatuh membasahi wajahnya. Siwonpun segera membawa Kyuhyun ke dalam pelukannya.

“Mianhae~” lirih Siwon tepat di telinga Kyuhyun

“Tetaplah bersamaku, tetaplah di sisiku. Aku….aku sangat mencintaimu!” Lanjutnya seraya semakin menenggelamkan wajahnya pada ceruk leher Kyuhyun.

“Tanpa kau mintapun, aku akan tetap berada di sisimu. Aku…aku juga sangat mencintaimu.” Balas Kyuhyun dengan senyuman yang merekah menghiasi wajahnya. Perlahan ia lepas rengkuhan tubuh Siwon, kemudian menatap kedua manik elang Siwon dengan tatapan penuh rasa cinta tanpa batas.

“Jika takdir akan memisahkan…..”

“Sssttttt…” Kyuhyun menghentikan ucapan yang akan terlontar dari mulut Siwon dengan menempelkan jari telunjuknya pada bibir joker Siwon.

“Masa lalu adalah History, masa depan adalah mistery… Jadi kita jalani saja kehidupan kita untuk sekarang ini, arraseo?”

Seulas senyum tipis terpahat jelas di bibir joker Siwon, mendengar perkataan bijak dari Kyuhyun.

“Hmm.. Arraseo!”

Dan merekapun memulai lembaran baru dengan status baru. Sebagai sepasang kekasih. Tak perduli dengan apapun yang akan terjadi di masa depan, yang terpenting saat ini adalah Kyuhyun milik Siwon, Siwon milik Kyuhyun dan mereka selamanya akan terus saling memiliki. Masa depan adalah sebuah mistery yang tak seharusnya kita terka dengan otak. Masa sekaranglah yang harus menjadi arah focus fikiran kita. Agar dapat merubah masa depan menjadi lebih baik lagi.

“Boleh aku mencium aroma tubuhmu lagi?”

“Tentu saja, sepuas yang kau mau Tuan Choi.”

.

.

END!

A/n : buahahahah ^^ anyeonghaseyo.. ini ff “Wonkyu” pertama saya. Jadi mohon maaf apabila absurd’a pake banget! Cerita ini sebenernya terinspirasi saat melihat secret foto wonkyu yang ditayangin di sj-m fanmeet kemarin (^_^) O.M.G, Siwooonnn kamu terlihat sangat pervert sekaleeee ^^ hahhah..

Ah ya, yang bagian di kolam renang itu terinspirasi dari komik yang berjudul “I Give my first love to you.” Cherry lupa pengarangnya, hehehe ^^ mianhae~ tapi sungguh cherry suka banget pas adegan itu.. hahaha ^^

Udah deh ya, segitu aja cuap-cuapnya. Bagi yang udah terlanjur baca, tolong tinggalin review’a, ne? kali aja gitu dengan adanya ripiuw dari kalian bisa bikin Cherry semangat bikin ff Wonkyu lainnya~ kkkk~ Mianhae ya ikut-ikutan bikin ff wonkyu, coz aku udah mulai jarang nemuin ff Wonkyu (T_T) padahal mereka selalu mengumbar kemesraan loh, wkwkwk

Akhir kata saya ucapkan Gamsahamnida,

Sign,

^Cherry^